
Dan sudah satu Minggu sejak Vio berbicara dengan ibu mertuanya itu.
Vio pun setiap hari memikirkan perkataan yang dilontarkan oleh kedua wanita yang ia sayangi, dan tak lupa ia pun berdo'a kepada Allah untuk memberikannya petunjuk apa yang terbaik untuknya.
Dan hari ini, ia akan memberikan keputusan terhadap hidupnya sendiri.
Vio akan mencoba untuk kembali ke rumahnya yang ia tempati bersama suaminya itu, Jeffry.
Iya, dia memutuskan untuk kembali ke rumahnya bersama Jeffry, hanya kembali ke rumah, bukan berarti ia akan menerima Jeffry kembali, dan tidak menutup kemungkinan ia tetep akan mengajukan perceraian ke pengadilan agama.
Ia hanya ingin mendengarkan penjelasan dari suaminya itu, dan ia ingin tau semua kejadian sebelum dirinya dinyatakan bisa melihat kembali.
Setelah ia sudah tau tentang hal yang selama ini ditutupi darinya, baru lah ia akan mempertimbangkan kembali keputusannya.
Apakah ia akan tetap meminta perceraian? Ataukah menerima pernikahannya dengan Jeffry? Entahlah ia masih memikirkannya.
Di perusahaan ' Abimanyu group ', tepatnya di sebuah ruangan yang besar dengan nuansa Eropa dan elegan, Jeffry kini tengah mengerjakan beberapa berkas di meja kebesarannya.
Setelah ia diberi amanah oleh mertuanya, kini Jeffry yang harus menjalankan bisnis milik keluarga Abimanyu itu, namun bukan berarti ia tak membantu sang adik untuk mengurusi perusahaan milik keluarganya itu.
Sesekali Jeffry pun membantu sang adik dan asistennya dulu, untuk mengerjakan pekerjaan yang dikiranya tidak bisa yang dilakukan oleh adik dan mantan asistennya.
Ya, kali ini tugas pak Robert ialah menjadi asisten Jeffry, namun ia tetap masih menjalankan tugasnya sebagai kaki tangan tuan Abimanyu bos sekaligus sahabatnya itu.
Benar, tuan Abimanyu dan pak Robert adalah sahabat sejak mereka duduk di bangku SMA, dan berkuliah di tempat yang sama pula.
Jadi sebab itu, ketika tuan Abimanyu di beri amanah untuk menjalankan bisnis dan juga seluruh harta yg diwariskan kepdanya, karena tuan Banyu adalah anak tunggal dari keluarga Abimanyu.
Jadi sebab itulah, diusia yang sesuai dengan tuan Banyu, tuan Robert masih tetap bertahan menjadi asisten dari perusahaan ' Abimanyu group ', bukan karena status atau gajinya, tapi ia bertahan karena kebaikan dari tuan Banyu dan sekeluarga.
Jika tidak ada keluarga dari tuan Banyu, mungkin sekarang tuan Robert hanya bekerja sebagai cleaning servis, karena dulu ia tak mampu melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang tinggi, dikarenakan ia hanya berasal dari keluarga yang sederhana.
Lulus SMA pun sudah bersyukur, itulah pemikiran dirinya dan keluarganya. Jadi sebab itulah ia masih bertahan sampai sekarang, meski tuan Banyu sudah menyuruh nya untuk berhenti dan menikmati waktu tua bersama istrinya. Tuan Banyu pun menyuruh pak Robert membiarkan anak dari pak Robert yang menggantikan posisinya sebagai asisten di perusahaan milik tuan Banyu.
Dan pak Robert pun mau menerima saran yang diberikan oleh tuan Banyu, yakni membiarkan sang anak menggantikannya sebagai asisten, namun setelah anaknya itu lulus dari kuliahnya.
Kembali kepada Jeffry. Disela-sela Jeffry memeriksa dan menandatangani berkas, tiba-tiba ponsel miliknya berdering, menandakan ada sebuah telepon yang masuk.
Jeffry pun menghentikan kegiatannya terlebih dulu, dan memeriksa siapa yang menghubunginya.
Disaat Jeffry melihat siapa yang menghubunginya, ia pun tersenyum. Lantaran sudah lama istrinya itu tak mengabarinya atau menghubungi nya lewat telepon ataupun lewat pesan. Ya, orang yang menghubunginya itu ialah sang istri, Vio.