
"Yasudah kemari lah, katanya ingin dipeluk." Ucap Jeffry.
Mendengar hal itu Vio pun langsung berjalan ke arah sang suami yang masih di posisi semula.
"Kemari lah." Jeffry pun menyuruh sang istri untuk duduk di sebelahnya.
Setelah Vio duduk di samping Jeffry, ia pun langsung memeluk Vio dan membiarkan kepala Vio bersandar di dada bidang miliknya.
Vio pun membalas pelukan sang suami dengan melingkarkan tangannya ke pinggang Jeffry, sementara wajahnya ia biarkan menghirup aroma tubuh sang suami.
"Maaf." Ucap Jeffry, seraya mengelus rambut sang istri.
Mendengar ucapan Jeffry, Vio pun mendongkang wajahnya ke arah Jeffry, lalu ia pun duduk tegak.
"Untuk apa meminta maaf, apa kamu tidak capek terus saja meminta maaf?" Ucapnya sekaligus bertanya.
"Tidak, aku tidak akan lelah terus meminta maaf padamu, sebelum kamu memaafkan aku." Jawab Jeffry.
"Sudahlah, tidak perlu meminta maaf kembali, aku sudah memaafkan mu."
"Terima kasih, tapi tentang rencana kamu itu..." Jeffry tak lagi melanjutkan perkataannya.
"Sebenarnya aku sudah memutuskan untuk menerima kamu, dan aku tidak akan meminta berpisah darimu." Ucap Vio dengan pelan, sambil menundukkan kepalanya.
Mendengar hal itu, Jeffry pun mengangkat dagu Vio dengan jari telunjuknya, agar ia bisa melihat wajah sang istri.
"Tatap mataku Vi, apa yang dikatakan kamu benar? Kamu benar tidak ingin meminta bercerai dariku kan?" Tanyanya, seraya melihat manik bola mata Vio.
Dan Vio pun hanya mengangguk sebagai jawaban, dan hal itu membuat Jeffry senang bukan main, lantaran sang istrinya itu benar-benar memaafkan dirinya dan tidak ingin meminta bercerai atau berpisah darinya.
"Terima kasih." Ujar Jeffry, seraya mencium seluruh wajah Vio setelah pelukan mereka terlepas.
"Mas geli, sudah ah aku mengantuk ingin tidur." Ucap Vio.
"Oke-oke maaf, kemari lah." Jeffry pun merentangkan satu tangannya agar Vio bisa tidur berbantalkan lengannya.
Setelah Vio tidur berbantalkan lengan Jeffry, Jeffry pun langsung memeluk Vio. Mereka pun akhirnya tidur berdua setelah sekian lama berpisah untuk sementara.
***
Satu Minggu kemudian.
Tak terasa sudah satu Minggu semenjak Vio memutuskan untuk tetap bersama dengan Jeffry, demi sang anak yang ia kandung.
Jika ditanya apakah Vio sudah mulai mencintai Jeffry? Jawabannya ia dia sudah mencintai Jeffry, semenjak ia melihat ketulusan dari diri Jeffry, ketika Vio memutuskan untuk tinggal sementara di mansion, dan semenjak itu pula Jeffry tak henti-hentinya membuktikan ketulusan bahwasanya Jeffry memang benar-benar mencintai sang istri.
Dikarenakan hari ini hari weekend, maka mereka memutuskan untuk meluangkan waktu berdua di rumah saja.
Dan disini lah mereka, duduk berdua di sofa seraya melihat siaran yang di tayangkan di tv.
Siaran itu menayangkan sebuah berita yang mengatakan bahwa ada salah satu model yang meninggal diduga akibat telah meminum obat penggugur kandungan.
Model itu di temukan di sebuah unit apartemen miliknya, setelah salah satu orang yang kebetulan bertetangga dengan apartemen milik korban, dan melaporkan nya ke pihak berwajib setelah seorang tetangga itu mencium aroma busuk di dalam.
Setelah menerima laporan tersebut, pihak kepolisian pun langsung memeriksa unit apartemen yang diduga telah terjadi sesuatu.
Setelah meminta akses untuk masuk kedalam kepada pihak keamanan apartemen, para polisi pun langsung masuk kedalam.