Violleta

Violleta
BAB 24



"Sayang apa yang sedang kamu lakukan? Kenapa kamu memainkan dadaku hm!" Ucap Jeffry dengan suara serak.


"Memangnya kenapa?" Jawab Vio dengan wajah polosnya.


"Kamu tau, kamu sudah membangunkan sesuatu." Bisik Jeffry di telinga Vio.


"Memang nya apa yang sudah aku bangunkan." Ledek Vio.


"Sayang sudah lah, jangan buat aku tersiksa." Ucap Jeffry, lalu dia pun melepaskan pelukannya.


"Perasaan aku tidak membuat mu tersiksa."


"Hmmm, terserah kamu saja." Ucap Jeffry sambil berjalan hendak menuju kamar mandi, tapi langkahnya terhenti ketika Vio memegang tangannya.


"Mas, kamu mau kemana?" Tanya Vio.


"Aku mau ke kamar mandi, mau membersihkan badanku. Rasanya lengket, kenapa mau mandi bersama hm." Goda Jeffry.


Blusshhh


"Isss, apaan sih kamu mas. Udah sana, jangan gombal aja." Ucap Vio dengan wajah yang memerah.


"Iyaiya, istriku tercinta."


Sambil menunggu Jeffry di kamar mandi, Vio duduk di sofa dekat dengan jendela sambil melihat-lihat majalah. Sedangkan di dalam kamar mandi Jeffry sedang melihat dirinya di pantulan kaca wastafel.


"Oh tuhan. Gua harus apa, apakah gua harus melakukannya! Ah tidak-tidak, gua masih tidak enak jika menyentuhnya. Sementara dia beranggapan bahwa gua adalah orang yang cintai, lalu bagaimana jika dia tahu kalau ternyata orang yang dia nikahi bukan laki-laki yang dia cintai." Gumam Jeffry pada dirinya sendiri, sambil melihat ke arah kaca yang ada di wastafel.


"Apa gua menunggu dia tidur saja ya, jika dia sudah tidur maka gua tidak harus melakukannya. Tapi kalau gua masih di sini, badan gua menggigil lantaran dingin." Monolog Jeffry.


Ya, sebenarnya Jeffry sudah selesai mandi. Hanya saja dia sengaja mengulur waktu untuk ke luar dari kamar mandi. Entah lah kenapa dia sengaja berlama-lama di dalam kamar mandi.


"Astaga, sepertinya dia ketiduran." gumam Jeffry.


Dia pun langsung menggendong Vio ala bridal style, dan memindahkannya ke atas tempat tidur.


Namun setelah meletakkan Vio di tempat tidur. Ternyata dia terusik dan mulai bangun.


"Oh, maaf. Aku tidak bermaksud untuk menggangu kamu tidur, aku hanya ingin memindahkan kamu saja." Ucap Jeffry.


"Gak apa-apa mas, mungkin aku tadi ketiduran menunggu kamu." Tanya Vio.


"Apa kamu sudah mandi? kenapa kamu masih menggunakan jubah mandi! kenapa belum memakai baju." Cecar Vio.


"Sayang hey, bisa tidak kamu kalau nanya satu-satu. Bagaimana aku bisa menjawab, sementara kamu terus saja bertanya."


"Heheh, maaf mas."


"Iya, tidak apa-apa. Aku sudah selesai mandi, dan kenapa aku masih belum pakai baju! Karena aku tadi melihat kamu sedang tertidur di sofa, jadi aku memindahkan kamu dulu. Setelah itu baru aku akan pakai pakaianku." Jawab Jeffry. Dan Vio pun hanya mengangguk.


"Yasudah sekarang kamu tidur geh, aku mau pakai baju dulu." Belum sempat Jeffry beranjak dari duduknya, Vio lebih dulu mencengkeram tangannya.


"Tunggu mas."


"Apalagi hem." Jeffry pun duduk kembali di dekat Vio.


"Emmm itu, anu..."


"Kamu kenapa sih sayang bicara yang jelas dong! Jangan anu, anu, anu apa?" Tanya Jeffry.


"Jangan bilang kamu ingin melakukan kewajiban mu Vio." Gumam Jeffry.