Violleta

Violleta
BAB 22



Para tamu pun bersorak gembira dan segera menyuruh mempelai pengantin untuk segera maju ke depan dan memimpin dansa yang nantinya akan di ikuti oleh mereka.


Mau tak mau, Jeffry dan Vio pun maju untuk berdansa. Sesampainya mereka di depan musik pun sudah dinyalakan.


Dan mereka pun langsung berdansa, dengan Vio yang memegangi pundak Jeffry dengan lengannya sementara lengan Jeffry memeluk badan Vio. Jeffry dan Vio serta para tamu undangan yang mengikuti dansa pun hanyut dalam suasana dansa.


Setelah dansa selesai, mereka pun kembali ke atas pelaminan dan mulai menyalami para tamu.


"Wah selamat yah bro. Gak nyangka gua lu bakal cepat married." Ucap salah satu sahabat Jeffry.


"Thanks ya, Jhon."


"Yo sama-sama."


"Oh ya, anak-anak belum pada dateng?" Tanya Jeffry pada sahabatnya Jhony.


"Ada tuh di belakang." Jawab Jhony dan benar saja sahabat Jeffry yang lainnya pun sedang berjalan kerah mereka.


"Wehhhh, selamat yah bang. Kagak nyangka gua lu bisa cepat nikah, gua pikir bang Jhon duluan yang nikah eh gak taunya elu yang duluan." Ucap salah satu sahabat Jeffry yang bernama Chandra.


"Gua juga gak nyangka Chan." Jawab Jeffry sambil tersenyum.


Dan sahabat Jeffry yang lain pun memberikan selamat kepada sahabat nya.


"Oh ya, apa lu gak mau kenalin kita-kita nih pada. Sama istri lu?" Tanya Yogi.


"Oh ya sorry, gua lupa."


"Oh ya sayang, kenalin mereka semua sahabat aku." Ucap Jeffry pada sang istri Vio.


"Cie sayang." Kompak mereka.


"Halo Vio."


"Hey, namaku Chandra." ucap Chandra pada Vio sambil membalas uluran tangan Vio. Dengan mengedipkan satu matanya.


"Ck, lu bisa gak sih gak usah tebar pesona segala! Lu pikir ada yang mau sama lu." Ucap Jeffry dengan nada tidak sukanya.


"Wehhh, santai bro. Gua cuman bercanda ya elah." Jawab Chandra.


"Ya habisnya lu..." Belum sempat Jeffry melanjutkan perkataannya. Jhony sudah melerai mereka berdua.


"Sudah-sudah, kalian ini sudah pada dewasa masih aja pada ribut. Dan lu juga Jef gak malu apa sama bini lu liat kelakuan lu yang suka berantem dengan hal yang sepele." Tegas Jhony.


Dan Vio pun hanya senyum menyaksikan mereka.


Hari pun sudah semakin larut, dan acara resepsi pun sudah selesai pada pukul dua belas malam.


Para keluarga dari kedua mempelai pun sudah masuk ke kamar mereka masing-masing, begitu juga dengan Vio yang sudah masuk ke salah satu kamar yang ada di hotel tersebut. Apa lagi kalau bukan kamar pengantin.


Tapi berbeda dengan Jeffry, dia masih kumpul bersama sahabatnya itu. Di salah satu kamar sahabat nya.


"Jadi lu beneran serius nikahin tuh gadis! Gua kira lu cuman bercanda." Tanya Tio.


"Yah, mau bagaimana mana lagi. Gak ada cara lain buat gua nebus kesalahan gua kepada orang yang gua celakai."


"Jadi bener gak ada cara lain bang, selain nikahin tuh gadis." Tanya Mark.


"Ada sih, tapi gua cuman dikasih dua cara. Yang pertama gua harus mau gantiin dia sebagai tunangan dan nikahin Vio. Atau gua masuk kedalam penjara, yang kata adik gua hukuman yang akan gua terima adalah hukuman seumur hidup atau hukuman mati."


"What."