Violleta

Violleta
BAB 115



Vio pun hanya mengangguk, ia mencoba untuk berdiri. Namun saat ia berdiri, ia kehilangan keseimbangan karena lelah, untung saja Jeffry sigap menahannya.


"Biar aku bantu ke kamar." Ujar Jeffry, seraya memegang bahu Vio.


"Tapi..."


"Vi jangan membantah, biarkan suami kamu yang membantu mu ke kamar." Tekan nyonya Kayla.


Vio pun hanya pasrah, ia pun diantar oleh Jeffry ke kamarnya diikuti yang lainnya.


Setelah dikamar Vio pun langsung dibaringkan ke ranjang king size nya, oleh Jeffry.


Dan tak lama kemudian, bi Siti datang diikuti oleh dokter wanita paruh baya, seusai nyonya Kayla namun lebih dewasa tiga tahun dari nyonya Kayla.


Yakni dokter Linda, dokter spesialis kandungan yang sering memeriksa kandungan Vio.


"Selamat malam, maaf saya telat datang." Ucapnya setelah berada di dalam kamar milik Vio.


"Tidak pa-pa dok." Ujar tuan Abimanyu.


"Maaf memangnya ada masalah apa?" Tanya dokter Linda.


"Ini dok, istri saya tiba-tiba sakit di perutnya. Saya takut terjadi sesuatu terhadap calon anak saya dan juga istri saya." Jawab Jeffry, yang kini duduk di ranjang di samping Vio.


"Begitu, biar saya periksa dulu." Ucapnya seraya memeriksa kandungan Vio dan juga keadaan Vio.


Setelah memeriksa dokter pun menjelaskan keadaan Vio.


"Untung hanya kontraksi ringan, dan tidak terjadi pendarahan. Jika tidak maka saya tidak yakin bisa menyelamatkan kandungan dari nyonya Vio." Jelas dokter.


"Apa? Tapi sekarang tidak apa-apa kan dok? Lalu apa yang harus dilakukan, supaya tidak terjadi hal seperti ini?" Pertanyaan bertubi-tubi dilontarkan oleh Jeffry.


"Saran saya, nyonya Vio harus banyak istirahat, dan hal yang lebih penting jangan sampai stres, serta jangan terlalu memikirkan sesuatu yang bisa membuat kandungan anda bermasalah." Jelasnya lagi.


"Baik dok." Ucap Vio dengan lemah.


"Dan untuk anda tuan, anda sebagai suaminya tolong perhatikan kondisi istri anda jangan buat dia stres, buat lah dia selalu bahagia."


"Baik kalau begitu saya resep kan obat penguat kandungan dan juga vitamin, anda bisa membelinya di apotik." Ucap dokter, seraya memberikan kertas yang berisi resep obat kepada Jeffry. Setelah itu dokter pun berpamitan untuk pulang.


"Baik, kalau begitu saya permisi dulu."


"Baik, nanti biar supir saya yang akan mengantarkan anda, sekaligus membeli obat di apotik." Ujar tuan Abimanyu.


"Baik tuan terima kasih." Ucap dokter Linda.


"Bi Siti, tolong bilang sama pak Asep untuk mengantarkan dokter pulang ke rumahnya, sekalian beli obat ini di apotik." Ucap tuan Abimanyu pada bi Siti, seraya menyerahkan kertas yang tadi Jeffry pegang.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi."


"Iya."


Dokter dan bi Siti pun keluar dari kamar Vio.


Kini tinggallah mereka yang berada di dalam kamar.


"Sepertinya kami harus pulang, karena hari semakin larut." Ucap tuan Putra.


"Kenapa kalian tidak menginap saja?" Tanya nyonya Kayla.


"Terima kasih atas tawarannya, tapi maaf kami tidak bisa, karena besok kami harus ke Jogja untuk menghadiri acara tasyakuran adik saya jeng." Jawab nyonya Anggun.


"Baik kalau begitu, tak apa."


"Baik kalau begitu kami permisi, Jeffry jaga istri kamu." Ucapnya pada putra sulungnya itu.


"Iya pah."


"Nak jaga kesehatan kamu ya, dan juga calon cucu mamah. Maaf, mamah tidak bisa menjaga kamu, mamah harus pergi ke luar kota, tapi kamu tidak perlu khawatir, mamah nanti akan menemui mu setelah pulang dari Jogja, bolehkan?!"


"Iya mah Vio akan menjaga kesehatan Vio dan juga kandungan Vio, tak apa titip salam sama adiknya mamah. Dan mamah tidak perlu bertanya kepada Vio, jika mamah ingin kemari datang saja."


"Baiklah, nanti mamah akan bawakan kamu oleh-oleh khas Jogja." Ucapnya seraya membelai pipi Vio dengan lembut.