
Setelah keluar dari mobil, mereka pun menuju ke pintu.
"Assalamu'alaikum." Ucap Vio dan Jeffry, setelah masuk kedalam mansion.
"Wa'alaikum salam." Jawab mommy dan Daddy Vio.
"Mom, dad." Ujar Vio sambil mencium punggung tangan mommy dan Daddy, sebagai tanda hormat, kepada orang tua.
Dan di ikuti oleh Jeffry, ia pun menyalim kedua orang tua sang istri.
"Ayo duduk dulu sayang." Ujar mommy Kayla.
Mereka pun duduk bersama di ruang keluarga, sambil berbincang bersama.
"Daddy ingin bicara sama kamu!" Ujar Abimanyu pada sang anak.
"Bicara apa dad."
"Kamu tau kan, sebentar lagi umur Daddy 50thn. Seusai keinginan Daddy, Daddy mau kamu yang akan mengurus perusahaan."
"Dad, bolehkah Vio meminta sesuatu." Pinta Vio.
"Apa."
"Bisa tidak, Vio gak meneruskan perusahaan milik Daddy!"
"Kenapa? Jika bukan kamu lalu siapa?"
"Anakku." Jawab Vio.
Abimanyu pun tersenyum, lalu berkata. "Ya Daddy tau, tapi kalau nunggu anakmu pasti akan lama, sementara Daddy ingin menghabiskan waktu Daddy dengan mommy mu sayang!"
"Jadi sebab itu, sebelum anakmu besar, kamu yang akan menjalankan perusahaan terlebih dahulu, jika anakmu sudah besar, baru dia yang akan mewariskan seluruh harta Daddy." Ujarnya lagi.
"Tapi dad, Vio kan cuman mau jadi ibu rumah tangga aja, mengurus keluarga Vio."
"Lalu bagaimana dengan perusahaan? Apa kamu tidak kasihan sama Daddy, sudah tua tapi masih tetap bekerja! Daddy ingin dimasa hari tua Daddy, Daddy bisa menghabiskan waktu dengan mommy mu, begitu juga dengan kamu dan cucu-cucu Daddy kelak..."
"Bagaimana kalau mas Jeffry saja yang menjalankan perusahaan Daddy!" Celetuk Vio.
Dan itu pun membuat tuan Abimanyu, nyonya Kayla, serta Jeffry, terkejut dengan celetukan Vio.
"Tapi sayang aku gak bisa, aku juga punya tanggung jawab sama perusahaan milik papah ku." Ujar Jeffry pada sang istri.
"Benar yang diucapkan oleh suamimu sayang, bukannya Daddy tidak mau suamimu yang menjalankan sementara perusahaan Daddy, sampai kalian punya anak, tapi bagaimana dengan perusahaan ayah mertua kamu! Kamu ingin suami kamu menjalankan dua perusahaan sekaligus?"
"Ya gak kaya gitu dad, bukannya masih ada Nares ya!"
"Nares itu seorang pengacara, bagaimana dia bisa menjalankan bisnis milik papah sayang." Ucap Jeffry dengan lembut.
"Lalu bagaimana!" Ujar Vio dengan wajah sendu nya.
"Sudah-sudah, lebih baik nanti saja kita lanjutkan obrolan tentang ini, lebih baik kamu bantu mommy masak buat nanti makan siang." Ajak mommy Kayla, pada sang anak.
"Baik mom, tapi Vio dan mas Jeffry gak bisa ikut makan siang bersama."
"Loh kenapa?"
"Em, karena nanti Vio dan mas Jeffry akan menghadiri acara makan bersama dengan sahabatnya mas Jeffry, mom."
"Oh begitu, yasudah kalau begitu, tapi tetap bantuin mommy masak ya! Soalnya mommy kangen masak bareng sama kamu."
"Pasti mom. Dad, mas, Vio bantu mommy masak dulu ya!"
Jeffry dan tuan Abimanyu pun hanya mengangguk sebagai tanda jawaban.
Skip time.
Setelah dari mansion keluarga Abimanyu, kini Vio dan Jeffry akan pergi ke rumah teman barunya rose.
Namun sebelum kerumahnya rose, mereka pergi terlebih dahulu ke mall...