
Setelah melakukan kewajibannya sebagai umat muslim, mereka pun bersiap-siap untuk pergi joging bersama.
Setelah mereka selesai bersiap, mereka pun memutuskan untuk turun ke lantai bawah, untuk sarapan bersama.
Sesampainya mereka di ruang makan, ternyata semua orang sudah duduk di tempatnya masing-masing, termasuk dari keluarga almarhum kakek Firman.
Yang tak lain dan tak bukan adalah Dona beserta sang mommy, dan juga Tante Risya dan sang suami beserta kedua anak mereka.
"Pagi semuanya." Sapa Vio dan Jeffry.
"Pagi." Jawab mereka serempak.
Vio dan Jeffry pun duduk di kursi mereka.
Semua orang pun mulai memakan sarapan, namu di sela-sela mereka makan tiba-tiba, Gerry anak kedua dari tante Risya, yang kini masih usia 10 tahun, menanyakan hal yang menurut nya aneh kepada Vio.
"Tante Vio, lehernya Tante kenapa ko seperti merah-merah gitu." Celetuk Gerry.
Semua orang pun melihat ke arah Vio setelah mendengar celetuk kan dari Gerry.
"A-apa." Gugup Vio.
"Oh itu, tante Vio digigit sama serangga sayang, mangkanya bisa merah-merah gitu." Ucap Tante Risya.
Semua orang pun tertawa ketika melihat raut wajah Vio yang memerah menahan malu, karena kepergok lehernya ada tanda merah bekas bercinta dengan suaminya, oleh anak berusia sepuluh tahun.
Sementara semua orang tertawa karena tingkah laku Gerry, lain halnya dengan Dona, yang terlihat tidak suka karena orang yang ia benci mendapatkan orang yang ia inginkan.
Ia pun menggenggam sendok dan garpu dengan erat.
"Awas lu Vio, gua gak akan membiarkan lu hidup bahagia sama orang yang gua cintai, gua akan merebut Jeffry kembali." Gumam Dona, sambil melirik ke arah Vio yang sedang bersembunyi di dekapan Jeffry.
Semua orang pun diam ketika mendengar ucapan dari tuan Banyu.
Setelah selesai sarapan, semua orang pun sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.
Ada yang sibuk menyiram tanaman, ada yang sibuk santai dan mengobrol di hari weekend.
Begitu pun dengan Vio dan Jeffry mereka berencana untuk Joging bersama di taman favorit Vio, dan kebetulan jam menunjukkan pukul enam pagi.
"Mas, aku ke kamar dulu yah. Mau nutupin bekas gigitan kamu dulu."
"Loh kenapa harus ditutupin?! Biarkan saja, itu sebagai bukti kalau kamu sudah menjadi milikku, biar gak ada pria lain yang mendekati mu." Goda Jeffry.
"Apaan sih mas, udahlah. Aku ke kamar dulu yah."
"Oke, aku tunggu di teras ya! Sekalian mau manasin motor kamu."
"Iya." Jawab Vio, sambil melangkah ke arah lift yang menuju ke lantai tiga kamarnya.
Setelah Vio masuk kedalam lift, Jeffry pun menuju teras rumah untuk memanaskan motor Vespa kesayangan istrinya itu.
Disela-sela ia memanaskan motor, tiba-tiba ada yang memeluknya dari arah belakang.
Ia tau bahwa yang memeluknya bukanlah istrinya melainkan orang lain, oleh sebab itu ia langsung membalikkan badannya dan melepaskan tangan yang memeluk pinggangnya.
"Lu tuh apa-apain sih Dona, lu tuh gak tau malu banget ya!"
"Kenapa harus malu, toh aku ini kekasih mu." Pede Dona.
Jeffry pun hanya terkekeh kecil, mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Dona. Yang menurut nya terlihat lucu lantaran Dona tidak punya malu...