
"Kamu yakin ingin langsung tidur! Tidak mau menidurkan milikmu itu dulu?" Tanya Vio dengan wajah polosnya. Setelah menegakkan badannya namun masih berada di pangkuan sang suami.
"Pfffttt ... Astaga sayang kenapa kamu gemesin sekali sih." Ucap Jeffry sambil mencubit kedua pipi Vio.
"Ya, aku kan cuman tanya." Tanyanya masih dengan wajah polos.
"Memangnya kamu mau membantuku menidurkannya!" Goda Jeffry dengan memainkan alisnya.
"Bukannya itu tanggung jawab ku sebagai seorang istri!" Kali ini Vio yang menggoda sang suami.
"Hmmm, benarkah. Kamu tidak akan menyesal!"
"Untuk apa aku menyesal, bukannya ini memang kewajiban aku sebagai istri untuk memberikan hak mu. Lagian kamu kan suamiku jadi tidak masalah dong! Lagi pula jika aku tidak memberikan hak mu, maka aku akan berdosa jika tidak memberikan hak mu." Jelas Vio.
"Benar tapi aku takut kamu akan menyesal karena sudah memberikan hak kepadaku, ketika kamu mengetahui bahwa aku bukan lah Jefri yang kamu kenal dan cintai." Batin Jeffry.
"Tapi aku juga ingin kamu menjadi milik ku seutuhnya dan begitupun sebaliknya." Ucap nya lagi dalam hati*.
"Jadi kamu benar-benar sudah siap menjalankan kewajiban mu sebagai istri!" Tanyanya.
"Insha Allah, aku sudah siap mas." Jelas Vio.
"Baiklah kalau begitu aku akan meminta hak ku malam ini."
Dan perlahan Jeffry pun mendekatkan wajahnya ke arah wajah Vio dan...
Cup.
Dan terjadi lah malam panas yang seharusnya mereka lakukan di malam pertama mereka ketika menikah.
Dua jam berlalu, mereka baru menyelesaikan kegiatan panas mereka pada pukul satu dini hari. Dikarenakan Jeffry selalu memintanya lagi dan lagi, Vio pun langsung terlelap dalam tidurnya karena merasa lelah sehabis melayani sang suami yang begitu agresif. Bahkan dia hanya menggunakan selimut tebalnya untuk menutupi tubuh polosnya, sedangkan Jeffry sekarang ia berada di balkon sedang melihat langit malam yang bertabur bintang, dan hanya menggunakan celana boxser di atas lutut tanpa mengenakan baju.
Entah apa yang sedang ia pikirkan, sehingga membiarkan tubuhnya diterpa angin malam.
Setelah lama larut dalam pikirannya, Jeffry pun memutuskan untuk masuk kedalam kamar dan menyusul sang istri kedalam dunia mimpi.
"Terima kasih sayang dan i love you." Bisik Jeffry sambil mencium kening sang istri.
Dan ia pun langsung tidur di sebelah Vio sambil menarik Vio untuk masuk kedalam pelukannya. Setelah itu iapun langsung memejamkan matanya.
Pagi menjelang, sinar matahari pun masuk ke celah gorden kamar yang di tepati Vio dan Jeffry. Sehingga berhasil mengusik tidur mereka.
Perlahan Jeffry pun membuka matanya, setelah bangun dari tidurnya, di tatap wajah cantik polos tanpa make-up sang istri.
Dan bukan hanya melihat ia pun membelai wajah Vio dari kening, lalu turun ke mata hingga turun di bibir ranum yang semalam baru ia rasakan rasa manis alami dari bibir sang istri.
Menyentuh nya dengan ibu jari menelusuri setiap inci dari bibir hingga ia berucap "manis".
Rupanya hal yang di lakukan oleh Jeffry, sudah mengusik tidur sang istri.
Vio pun menggeliat lantaran tidurnya terusik oleh sentuhan yang di lakukan sang suami terhadap nya.
"Morning." Ujarnya.