Violleta

Violleta
BAB 135



Setelah puas menggendong cucu mereka, para orang tua pun sarapan terlebih dahulu, sebelum kembali pulang ke rumah mereka masing-masing.


"Oh ya, apakah kalian sudah ada nama untuk anak kalian?" Tanya tuan Banyu, setelah selesai sarapan.


"Sudah dad." Jawab Jeffry.


"Lalu siapa namanya?" Kali ini pak Putra bertanya.


"Namanya Erlangga Abimanyu Syahputra, pah." Jawab Jeffry.


"Nama yang bagus." Ujar tuan Banyu, dan semua orang pun setuju.


Waktu pun sudah menunjukkan pukul jam sebelas siang, para orang tua pamit untuk pulang ke rumah mereka sementara, nanti besok akan kembali ke rumah sakit.


Setelah para orang tua pergi kini tinggallah Vio dan Jeffry, tak ada banyak yang dilakukan oleh keduanya.


Selepas makan siang yang tadi di antar oleh salah satu perawat, dan juga di suapi oleh Jeffry, kini Vio istirahat sebelum sang baby Er kembali terbangun karena lapar.


Dan untuk Jeffry, ia memutuskan untuk mengerjakan pekerjaannya di sofa, untung saja ia sempat meminta Vi Ijah waktu pagi untuk membawakan laptop nya, dibarengi sambil membawa pakaian ganti untuknya dan juga Vio.


***


Malam hari pun tiba, selepas sholat Maghrib, Jeffry membantu sang istri untuk membersihkan badannya, setelah selesai Jeffry pun kembali membaringkan Vio di atas hospital bad nya.


Tak lama pintu ruangan pun terbuka, dan muncullah sosok yang tak lain adalah Nares.


"Assalamu'alaikum." Ucap Nares.


"Wa'alaikum salam." Jawab keduanya.


"Dimana keponakan ku yang tampan." Ujar Nares, sambil melangkah ke arah mereka berdua.


"Tuh lagi tidur." Tunjuk Jeffry ke arah box bayi, yang didalamnya terdapat baby Er sedang tidur.


"Wah tampan sekali keponakan uncle." Ucapnya seraya mengelus pipi baby Er dengan jari telunjuknya.


"Tentu saja, siapa dulu ayahnya." Ujar Jeffry dengan pede.


"Yaya."


Pintu ruangan pun diketuk, tak lama pintu pun dibuka dibarengi dengan ucapan salam dari beberapa orang.


"Assalamu'alaikum, babang Chandra yang paling tampan datang." Pekik Chandra.


"Bisa diam gak lu, anak gua sedang tidur." Ujar Jeffry, seraya menggplak kepala Chandra sedikit.


"Hehehe maaf." Ucap Chandra seraya memperlihatkan giginya yang rapi.


Ya, mereka adalah Chandra dan kawan-kawan.


"Selamat ya Vi, akhirnya kamu jadi seorang ibu juga." Ucap Sierra, Veronica, dan juga rose.


"Terima kasih, mba juga sebentar lagi akan menjadi seorang ibu." Ujar Vio, kepada Sierra, yang kebetulan sedang mengandung anak pertamanya dengan Johny.


"Hehehe, tapi masih lama, baru juga satu bulan."


"Lalu kapan kalian akan menyusul?" Tanya Vio kepada Veronica dan juga rose.


"Oh sebentar lagi dong." Ucap keduanya.


"Anakmu sangat tampan, siapa namanya?" Tanya rose, seraya mengelus pipi baby Er.


"Namanya Erlangga Abimanyu Syahputra, aunty bisa panggil dia baby Er." Jawab Vio.


"Ow oke, kita akan panggil dia dengan baby Er." Ucap Veronica.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tak terasa waktu pun berlalu begitu cepat, dan kini usia baby Er sudah menginjak usia tiga bulan.


Dan kini mereka tengah bersiap-siap untuk menghadiri acara pesta pernikahan Nares dan juga pujaan hatinya, yaitu Zahra.


Ya, akhirnya sang pengacara tampan itu sudah menemukan sang pujaan hatinya, yang tak lain adalah adik kelasnya waktu dia masih duduk di bangku SMA.


Ya, Nares memang dulu waktu sekolah SMA ia sempat sekolah di pesantren.