Violleta

Violleta
BAB 102



"Yakin! Keponakanku tidak mau apapun?" Tanya Nares lagi."


"Tidak." Jawab Vio dengan singkat.


"Yasudah kalau begitu, aku pergi keluar cari makan dulu, assalamu'alaikum."


"Wa'alaikum salam." Jawab Vio dan Jeffry.


Nares pun pergi dari ruang rawat Vio, kini tinggallah mereka berdua.


Satu jam kemudian.


Keduanya masih diam, tak ada satu pun yang bicara. Awalnya Jeffry ingin mengajak Vio untuk berbicara, dan mencoba menjelaskan maksud kenapa ia masih merahasiakan ini dari Vio.


Namun ia tidak mempunyai kesempatan, lantaran Vio terus saja menghindarinya di saat ia ingin berbicara.


Tak lama kemudian, pintu ruang terbuka, datanglah Nares dengan membawa beberapa kantong plastik yang berisi makanan dan minuman.


"Nih." Ucap Nares, dan memberikan satu kantong berisi makanan, serta memberikan satu botol air mineral, ia pun duduk di samping sang kakak.


"Thanks." Jeffry pun menerima pemberian dari Nares.


Mereka berdua pun mulai memakan makanan yang di beli Nares.


"Benar kakak ipar tidak mau?" Tanya Nares pada sang kakak ipar, yang tengah berbaring di hospital bad nya.


Vio pun hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, disertai senyum manis, walaupun wajahnya masih pucat.


"Baiklah."


"Kakak ipar kenapa berubah jadi dingin begini." Bisik Nares pada sang kakak yang duduk di sampingnya, sesekali ia melirik ke arah Vio yang tengah memainkan game di handphone nya.


"Siapa yang bohongin dia? Gua mah kagak." Ujar Nares.


"Sial, sudahlah." Ucap Jeffry, ia pun melanjutkan makannya.


Mereka pun sudah menghabiskan makanan mereka, di saat Jeffry dan Nares tengah membereskan sisa makanan yang mereka makan tadi, pintu ruangan di buka dengan suara seseorang yang mengucapkan salam agak sedikit keras, serta suara yang tidak asing di telinga mereka.


"Assalamu'alaikum, aa Chandra yang ganteng datang." Pekik Chandra, yang membuat orang yang berada di ruangan geleng-geleng kepala akibat ulahnya.


Ya, orang tadi ialah Chandra dan kawan-kawan. Yang tak lain, adalah para sahabat Jeffry yang menjenguk Vio, walaupun mereka sudah menjenguknya, namun itu waktu Vio masih dalam keadaan koma, sedangkan keadaan Vio sekarang sudah membaik, walaupun mereka baru menjenguk Vio sekarang, dikarenakan kesibukan masing-masing.


"Lu bisa diam gak sih! Itu mulut tolong kondisikan, ini di rumah sakit, bukan di lapangan atau di gurun pasir." Ujar Dio.


"Ye, maaf bang."


"Wa'alaikum salam." Jawab Jeffry, Vio, dan Nares. Setelah mereka masuk ke dalam ruangan.


"Hay Vi. Bagaimana keadaannya? Maaf ya, baru bisa jenguk sekarang." Ucap Sierra, setelah cepika-cepiki.


"Alhamdulillah jauh lebih baik, gak pa-pa, mba pasti sibuk ngurusin pernikahan mba. Makasih ya, sudah mau menjenguk." Ujar Vio.


"Syukurlah."


"Vi, lu tau gak?! Kita tuh syok banget tau liat keadaan lu waktu koma, sebenarnya kita pernah jenguk lu, tapi lu masih koma. Oh ya, ngomong-ngomong selamat atas kehamilan lu ya." Ucap rose, seraya mengulurkan tangannya ke arah Vio.


"Terima kasih." Jawab Vio, sambil membalas uluran tangan rose.


"Selamat juga ya Vi, gak nyangka loh kalau kamu hamil." Veronica pun ikut mengucapkan selamat dan mengulurkan tangannya, begitu pun dengan Sierra, ia juga memberikan selamat atas kehamilan Vio.


Dan di balas...