Violleta

Violleta
BAB 50



"Sayang aku tidak sadar jika melakukan itu, tapi yang jelas aku tidak melakukan yang lebih." Ucapnya seraya menenangkan Vio yang sedang ngambek.


"Ya, ya, ya, aku percaya." Jawabnya seraya mengambil pakaiannya dan memakinya.


"Kamu mau kemana?!" Tanya Jeffry, saat melihat Vio turun dari ranjang.


"Aku mau mandi." Jawabnya.


"Kamu gak dingin mandi jam segini." Ucap Jeffry, sambil melirik ke arah jam yang ada di kamar.


"Tidak."


"Tapi ini jam satu dini hari loh! Nanti kamu kedinginan sayang, nanti aja mandinya, sambil mau sholat subuh."


"Gak ah, nanti aku takut kesiangan pergi ke tamannya."


"Yasudah kalau begitu, aku mau tidur lagi aja." Ucap Jeffry sambil merebahkan tubuhnya, lalu menutup mata dengan satu tangannya.


"Ya udah, aku mandi duluan ya mas."


"Hmmm." Jawab Jeffry, yang sudah memejamkan mata itu.


"Oh ya mas, aku ingin tanya sesuatu sama kamu deh." Tanya Vio, sambil berjalan ke arah suaminya yang sedang rebahan di ranjang, sehingga melupakan niatnya untuk ke kamar mandi.


"Apa." Jawab Jeffry, masih dengan posisi rebahan nya.


"Aku pingin tanya sama kamu, dulu saat kita masih pacaran, kamu pernah bilang kalau kamu belum pernah berpacaran dengan orang lain, itupun baru aku yang kamu ajak pacaran!" Tanyanya, yang kini sudah duduk di hadapan sang suami.


Jeffry pun langsung menegakkan badannya, dan duduk di depan Vio, sambil menelan ludahnya dengan susah payah.


"Mati gua, gimana caranya gua jelasinnya ya! Secara dia gak pernah menjalin hubungan dengan gua." Batin Jeffry.


"Mas." Panggil Vio.


"I-iya, kenapa sayang?!" Gugup Jeffry.


"Oh itu. Anu, karena aku gak menganggap Dona sebagai mantan aku, jadinya ya, aku gak bilang sama kamu..."


"Hehehehe, maaf ya sayang aku berbohong sama kamu waktu itu." Jawab Jeffry.


"Hmmm, iya. Yaudah aku mandi dulu."


"Iya."


Vio pun ke kamar mandi, sementara Jeffry meneruskan tidurnya yang tadi sempat tertunda.


Hari semakin pagi, tepat pada pukul 5 pagi, Vio sudah bangun dari tidurnya, sementara Jeffry masih di alam mimpinya.


"Mas ayo bangun, kamu gak lupa kan kita akan joging di taman." Ucap Vio seraya menggoyangkan badan Jeffry.


"Emmmm." Jeffry pun perlahan membuka matanya.


"Memangnya ini jam berapa sih sayang." Tanyanya dengan suara khas bangun tidur.


"Jam lima subuh." Jawab Vio.


"Ya ampun sayang, masih pagi loh, nanti jam enam pagi kita berangkatnya. Aku masih mengantuk loh, aku tidur sebentar lagi ya."


"Loh, emangnya kamu gak sholat dulu! Ayo kita sholat subuh bersama." Ucap Vio, sambil menggoyangkan lengan Jeffry.


Deg.


"Aduh gimana ini, mana gua udah lama gak sholat lagi. Tapi kalau gua nolak, bakal ketahuan dong, kalau sebenarnya gua bukan orang yang dia cintai. Huh, bismilah, semoga gua masih hapal sama tata cara sholat dan bacaannya." Gumam Jeffry dalam hati.


"Ah, ya sayang, aku mandi dan wudhu dulu ya." Ucap Jeffry, sambil melangkahkan kakinya ke kamar mandi.


Sementara Jeffry berada di kamar mandi, Vio pun menyiapkan baju Koko dan sarung, beserta alat sholat lainnya.


Tak butuh waktu lama, Jeffry pun keluar dari kamar mandi, dengan hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya, sehingga menampilkan tubuh berototnya.