
Lantaran Jeffry bukanlah laki-laki yang sering mengonta-ganti wanita. Sebrengsek-brengseknya ia, tidak pernah merenggut kehormatan wanita. Karena ia mempunyai prinsip jika ia tidak akan pernah melakukan itu sebelum adanya ikatan sebuah pernikahan, jika ia melakukan itu sama saja ia menghina ibunya sendiri.
Dan malam ini, Nares sedikit lega. Lantaran kakaknya memberontak saat ia ingin di bawa oleh wanita tersebut, dan ia pun langsung keluar dari Club tersebut.
Nares pun langsung mengikutinya. Karena ia tau dalam kondisi seperti ini, kakaknya dalam keadaan bahaya. Lantaran tidak seharusnya ia mengendarai mobil dalam keadaan seperti itu.
Benar saja apa yang ditakutinya terjadi. Karena pada saat ia mengikuti mobil kakaknya dari belakang, ia di buat terkejut lantaran mobil sang kakak menabrak seorang pengendara motor.
Dan ia pun melihat sang kakak turun dari mobilnya dan belum sempat Nares turun dari mobil untuk menolong kakaknya. Ia melihat kakaknya sedang meminta bantuan kepada orang yang kebetulan sedang berada di kedai nasi goreng yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian.
Singkat cerita, kini mereka sudah berada di rumah sakit. Dokter dan perawat pun segera membawa korban kecelakaan ke ruangan ICU untuk segera dapat penanganan pertama.
Saat ini Jeffry sedang berada di resepsionis, untuk menyerahkan data diri dari korban sekaligus membayar administrasi agar korban yang ia tabrak segera di tangani.
Sementara Jeffry sedang berada di bagian resepsionis. Lain lagi yang di lakukan oleh Nares, karena pria itu malah mengambil kesempatan untuk melihat keadaan korban yang ditangani oleh dokter di ruangan ICU.
Ketika ia sudah berada didalam ruangan ICU. Ia di kejutkan dengan tepukan di bahu oleh seseorang, yang tak lain adalah perawat yang seperti nya sudah menyelesaikan tugas nya untuk merawat korban.
"Maaf tuan. Sedang apa anda disini? Dan anda dilarang masuk ke dalam sini! Hanya dokter dan perawat lah yang boleh masuk. Lagi pula anda belum di ijinkan untuk menjenguk pasien." Ucap perawat yang kebetulan melihat Nares yang berada di dalam ruangan.
"Hmmm, maaf. Tapi saya hanya ingin melihat kondisi pasien sus."
"Tapi tetap saja tuan, anda di larang masuk dulu sebelum dokter mengijinkan."
"Ada apa ini sus?" Tanya dokter
"Maaf dok. Tuan ini sudah lancang masuk ke dalam sebelum di ijinkan terlebih dahulu."
"Benarkah! Maaf tuan. Kalau boleh tau, memangnya anda siapanya pasien?"
"Sebenarnya saya bukan siapa-siapa nya pasien dok. Saya adalah adik dari orang yang sudah menabrak pasien." Jawab Nares dengan sopan.
"Ohh begitu. Tapi anda tetap dilarang masuk ke dalam sini, sebelum saya mengijinkan atau pasien yang ingin bertemu."
"Yasudah kalau begitu, sekali lagi saya meminta maaf atas kelancangan yang sudah saya buat. Saya permisi."
"Hmmm, baik. Silahkan keluar." Jawab sang dokter.
Belum sempat Nares keluar dari ruangan itu. Tiba-tiba ada salah satu perawat yang lainnya meminta dia untuk tetap berada disini. Kerena ini adalah permintaan dari sang pasien.
"Maaf tuan. Anda diminta untuk mendekat oleh pasien."
"Apakah pasien tersebut sudah siuman dok?" Bukannya menjawab pertanyaan dari perawat itu, Nares malah bertanya kepada dokter.
"Sebenarnya pasien sudah siuman dari setengah jam yang lalu. Tapi...