
"Ya mungkin dulu aku bodoh karena membiarkan dirimu di sampingku dan memberikan sedikit rasa cinta terhadap mu. Sampai-sampai kau mengira aku sudah bertekuk lutut kepadamu dan sudah menjadi budak cintamu sehingga kamu dengan entengnya berselingkuh bahkan bercinta dengan sutradara di belakang ku..."
"Dan sekarang kau menanyakan aku sudah tidak cinta lagi terhadap mu! Baiklah aku akan menjawabnya. Tidak, aku tidak mencintaimu lagi, apa kau paham! Jadi jangan pernah mencoba untuk mendekati ku lagi, karena aku sudah tau akal busuk mu itu." Ujar Jeffry sambil menunjuk ke arah Dona.
Setelah mengucapkan itu, ia pun mulai meninggalkan Dona sendiri dan mulai melangkah menuju ke kamar Vio.
Tanpa mereka sadari, sejak mereka berdebat ada sepasang mata yang melihat dan mendengarkan perdebatan antara Jeffry dan Dona.
Sejak kepergian Jeffry, Dona pun mulai teriak histeris, lantaran ia tidak bisa terima jika mantan kekasihnya dulu sudah berubah, apalagi sejak ia tahu bahwa mantan kekasihnya ini sudah menikah dengan orang yang paling ia benci.
Sehingga timbul lah rasa ingin memiliki kembali dan merebut nya dari Vio.
"Aku tidak akan biarkan, kamu bahagia bersama orang yang aku cintai Vio, dan akan aku rebut apa yang seharusnya menjadi milikku kembali." Geram Dona.
"Lihat saja Jeffry sayang, kau akan menjadi milikku kembali, aku tidak akan biarkan si Vio bahagia, karena harus aku yang harus bahagia." Gumam Dona.
Di sisi lain, tepatnya di sebuah kamar yang luas dengan interior simpel namun elegan, terdapat sosok wanita cantik yang sedang berdiri di balkon kamarnya.
Wanita itu hanya memakai piyama kimono nya selutut, dan memberikan rambutnya tergerai indah sehingga tertiup angin malam.
Kedua tangannya dilipat di dada, dan matanya melihat ke arah langit yang sudah semakin menggelap dikarenakan hari sudah semakin larut.
Di tengah-tengah ia asik melihat ke arah langit, tiba-tiba ia dikejutkan dengan melingkarinya lengan kekar di pinggangnya.
"Nanti saja, aku masih ingin disini." Jawabnya.
"Tapi ini gak baik buat kesehatan kamu sayang, lagian kamu lagi mikirin apa sih, dari tadi aku perlihatkan kamu kayanya kamu sedang memikirkan sesuatu, memangnya apa yang sedang kamu pikirkan hm!" Tanya Jeffry seraya membalikkan badan Vio untuk menghadap kearah nya.
"Tidak, aku sedang tidak memikirkan apapun mas." Jawab Vio seraya membelai pipi Jeffry dengan kedua tangannya.
"Benar! Kamu tidak bohong kan?" Tanya Jeffry lagi.
"Tidak mas." Jawab Vio sambil tersenyum manis.
"Baiklah aku percaya, tapi..."
"Aku merindukan kamu sayang bolehkan malam ini, aku memintanya." Bisik Jeffry, seraya memeluk Vio.
Vio pun hanya menjawabnya dengan anggukan, dan tak butuh waktu lama, Jeffry menggendong Vio ala baby koala.
Vio pun menggantung kan kedua lengannya ke leher sang suami, dan Jeffry pun masuk kedalam kamar.
Setelah mereka sudah berada di dalam kamar Jeffry pun langsung mendudukkan Vio ke atas ranjang, dan tak lupa ia menutup pintu balkon agar angin malam tak masuk kedalam kamar.
Setelah itu...