Violleta

Violleta
BAB 48



(Rate 18+)


Setelah kepergian Frans, kini tinggallah Jeffry dan Dona.


"Sayang aku bisa jelaskan semuanya, ini tida..."


"Cukup, hentikan ocehan mu itu. Ocehan mu itu tidak sama sekali berguna, oh ya satu lagi jangan panggil gua dengan sebutan 'sayang', karena gua tidak sudi di sebut oleh wanita murahan seperti mu." Desis Jeffry dengan nada dingin.


"Jef kamu panggil aku dengan sebutan gua lu, dan bukan aku kamu?! Kenapa kamu berubah ke Jeffry yang dulu, kamu sudah janji kan, bahwa kamu akan mulai bersikap hangat padaku." Lirih Dona.


"Cih, buat apa gua bersikap hangat terhadap orang yang sudah berkhianat. Dan satu lagi mulai hari ini, kita tidak ada hubungan apapun lagi, paham!"


"Tidak, tidak. Aku tidak boleh kehilangan tambang emas ku, sudah susah-susah aku mendapatkannya, dan sekarang aku tidak boleh kehilangan nya." Batin Dona.


"Tidak honey aku mohon, maafkan aku, aku khilaf honey." Ucapnya, dan dengan tanpa malu ia melangkah ke arah Jeffry dengan tubuh yang masih polos.


"Hahaha, khilaf kamu bilang?! Mana ada orang yang khilaf dalam keadaan sadar, kamu pikir aku bodoh, dan aku tau kamu mendekati ku hanya untuk memenangkan taruhan kan! Kamu pikir aku barang yang se'enaknya saja kamu taruhkan." Teriak Jeffry.


Dan hal itupun berhasil membuat Dona terkejut. Pasalnya tidak ada yang tau tentang taruhan yang dilakukannya bersama dengan temannya.


"Astaga bagaimana dia tau, tidak, ini tidak bisa dibiarkan." Gumam Dona dalam hati.


Dan hal itupun membuat Dona nekat untuk menjebak Jeffry dengan cara menidurinya.


"Husstt, sudahlah Jeffry saya, lupakan saja semua itu. Lebih baik kita bersenang-senang malam ini, aku akan melayani mu dengan baik." Bisik nya ke telinga Jeffry, dengan nada sensual.


Dan Jeffry pun hanya diam, namun tatapannya menajam dan memerah ke arah Dona, yang kini sedang memeluk erat Jeffry, sehingga kedua buah dada Dona yang kenyal pun menyatu dengan dada bidang Jeffry.


Dan tak lupa tangannya yang liar sedang bermain di leher, hingga turun ke dada bidang Jeffry sambil membuka dua kancing kemeja Jeffry. Sehingga memperlihatkan sedikit dada bidangnya, dan itupun tak ia sia-siakan, Dona pun langsung membelai dadanya dengan sentuhan nakal.


Dan tangan satunya, tanpa rasa malu mulai memegang area yang seharusnya tidak boleh di sentuh.


"Lihat lah punya mu sudah menegang sayang, apa kamu tidak kasihan padanya." Bisik nya, dengan nada sensual dan menggigit telinga Jeffry.


Dan hal itupun membuat Jeffry memejamkan matanya, seraya menormalkan dirinya agar tidak terbuai oleh godaan dari wanita murahan ini.


"Kenapa kamu pejamkan matamu, oh ayolah sayang, aku tau kamu tidak kuat menahannya kan! Jangan ditahan sayang, lepaskan saja, aku dengan senang hati membantu mu." Ucapnya dengan suara seksi.


Satu tangan Dona mengambil tangan milik Jeffry dan ia mulai meletakkan tangan Jeffry ke arah dua buah kenyal miliknya, agar Jeffry memainkannya. Sementara satu tangan Dona masih bermain di area terlarang milik Jeffry.


"Bagaimana, dada ku paskan untuk kamu mainkan?!" Ucapnya dengan tidak malu.


Dan hal itupun berhasil membuat Jeffry...