Violleta

Violleta
BAB 64



Setelah itu ia pun memberikan piring yang berisi steak daging, yang sudah di potongnya ke sang istri.


"Makasih ya mas."


"Sama-sama sayang." Jawab Jeffry, dan ia pun mulai memotong steak daging miliknya.


Dan Vio pun mulai makan, masakan yang di buat oleh Jeffry.


"Gimana sayang, rasanya enak gak?" Tanyanya, setelah melihat Vio memasukan satu potongan daging ke mulutnya.


"Lumayan untuk pemula." Jawabnya.


"Beneran?" Tanya Jeffry lagi.


"Iya mas, kalau gak percaya, masa cobain aja sendiri."


"Masa sih." Ucap Jeffry, sambil memasukkan potongan daging yang ia masak kedalam mulutnya.


"Wah kamu benar sayang, ternyata aku bisa masak ala chef profesional juga, ya walaupun rasanya jauh beda dari para chef-chef terkenal." Ucapnya.


Mereka pun makan bersama, setelah selesai makan steak, mereka pun mulai menyantap menu yang lainnya, yakni ikan salmon panggang.


Disela-sela ingin menyantap, tiba-tiba perut Jeffry bergejolak, seolah ingin memuntahkan makanan yang baru saja masuk ke dalam perutnya.


Hoek, Hoek, Hoek.


Jeffry pun berlari ke wastafel yang ada di dapur, untuk menuntaskan rasa mual nya.


"Sayang kamu gak pa-pa?" Tanya Vio, sambil memijit tengkuk leher Jeffry dari belakang.


"Ko akhir-akhir ini kamu sering mual sih, kita ke rumah sakit aja ya?!" Tanyanya lagi.


"Entahlah, aku juga gak tau, kenapa akhir-akhir ini sering merasa mual, padahal setelah di muntah kan, gak ada apapun, yang keluar cuman cairan bening saja."


"Gak usah ke rumah sakit sayang, aku cuman pingin di peluk sama kamu aja, boleh ya." Ucapnya lagi dengan wajah melas nya.


"Iya boleh dong, yaudah kamu istirahat aja di kamar."


"Tapi sama kamu kan? Aku pingin tidurnya di peluk sama kamu!"


"Iya mas, ko jadi manja gini sih."


"Gak pa-pa kali, manja sama istri ini."


"Oke, tapi makannya?"


"Oh iya, aku beresin dulu ya! Mas tunggu aja di kamar."


"Gak mau, pengennya bareng sama kamu."


"Manja banget sih, tapi itu belum diberesin mas."


"Gak pa-pa, biar bi Ijah yang beresin."


"Bi, bi Ijah." Ucapnya lagi.


"Iya den." Ucap bi Ijah, setelah berada di hadapan Vio dan Jeffry.


"Bi Ijah, tolong beresin itu ya. Oh ya, kalau bi Ijah mau makan aja ikan salmon nya, itu masih baru ko, belum ada yang ada di makan."


"Baik den, makasih nona dan Aden."


"Sama-sama bi, yasudah kami ke kamar dulu ya."


"Iya den."


Setelah mengucapkan itu, Jeffry dan Vio pun pergi ke kamar mereka.


Setibanya di kamar, Jeffry pun langsung merebahkan dirinya di atas kasur king size nya, sementara Vio ia menutup pintu kamarnya dulu.


Setelah menutup pintu kamar, ia pun menyusul sang suami, setelah merebahkan tubuhnya, ia pun langsung di peluk oleh sang suami dengan posesif.


"Mas kamu meluknya terlalu kuat, aku merasa sesak, kurangi dulu pelukannya, lagian aku juga gak akan kemana-mana." Rengek Vio.


"Hehehe maaf saya." Jeffry pun mulai mengurangi pelukannya.


Setelah itu, Jeffry pun mulai memejamkan matanya, dengan wajahnya berada tepat di ' dada ' Vio, dan sesekali mendengus nya.


Sehingga membuat Vio merasa geli dibuatnya.


"Mas geli ah."


"Hehehe maaf, habisnya nyaman sayang." Ucap Jeffry, sambil melihat...