Violleta

Violleta
BAB 58



"Tidak. Bukan seperti itu, aku pikir kamu sedang bekerja, memangnya kamu tidak banyak pekerjaan?" Tanyanya lagi.


"Ada sih, cuman nanti saja dikerjakan nya, sekarang aku hanya ingin makan berdua dengan istriku yang cantik ini."


"Ihh, mas. Apaan sih, lagian memangnya tidak apa-apa jika pekerjaan mas ditinggal?"


"Tidak sayang, lagian aku ini bosnya, jadi suka-suka aku."


"Dih mas, suka gitu deh, mentang-mentang bosnya, jadi seenaknya saja."


"Hahaha, bercanda sayang, nanti setelah selesai makan siang bersama kamu, mas bakal balik ke kantor ko, buat ngerjain pekerjaan yang mas tinggal. Jadi kamu tenang aja, mas ini masih bertanggung jawab kok sebagai bos."


"Jadi bagaimana! Sudah selesai kan?" Tanyanya lagi.


"Iya sudah selesai kok, yasudah aku ganti baju dulu ya."


"Iya, mas tunggu disini ya."


"Iya mas."


Setelah itu Vio pun pergi keruangan ganti, sementara Jeffry masih menunggu nya di tempat istirahat Vio tadi.


Disaat dirinya asik duduk sambil memainkan ponselnya, tiba-tiba ada yang duduk di sebelahnya dan merangkul tangannya dengan manja.


Dia pun langsung menghentikan kegiatannya yang tengah asik memainkan game di ponselnya dan langsung melihat ke samping duduknya.


Dan melihat siapa yang sudah berani merangkul lengannya dengan manja, dan ia tau bahwa yang merangkul lengannya bukanlah sang istri, karena dia tau Vio tidak mungkin bertingkah manja ketika mereka sedang di depan umum, istrinya itu akan bertingkah manja hanya ketika mereka sedang berdua saja.


Dan berapa geramnya ketika ia tau siapa yang lancang merangkul lengannya itu. Dan tanpa banyak bicara Jeffry pun langsung melepaskan tangan yang sedang merangkul lengannya itu dengan kasar, dan ia pun langsung berdiri dari duduknya, tak lupa ia melihat orang yang berani merangkul lengannya dengan tatapan yang tajam nan dingin.


"Lu apa-apaan sih, lu gak tau malu banget ya merangkul suami orang di depan umum."


"Untuk apa aku malu, toh aku merangkul kekasih ku ini."


"Gimana kalau aku gak mau?"


"Seterah lu, gua gak ada waktu buat ladenin cewek macam lu." Ucap Jeffry, sambil melangkah meninggalkan Dona.


Namun baru saja melangkah, tiba-tiba Dona memeluk Jeffry dari belakang.


"Lepas, lu apa-apaan sih Dona." Ujar Jeffry, seraya melepaskan pelukan Dona.


Namun bukannya melepaskan pelukannya, Dona malah mempererat pelukannya.


"Mas." Ucap Vio, yang ternyata sudah berada di belakang mereka.


Mendengar suara sang istri, Jeffry pun buru-buru melepaskan tangan Dona dari tubuhnya dengan kasar.


"Sayang ini gak seperti yang kamu lihat." Ucapnya sambil melangkah ke arah Vio.


"Apa? Tapi yang aku lihat memang seperti itu, kalian sedang berpelukan." Jawab Vio dengan wajah datar.


"No sayang kamu salah paham, dia yang memeluk ku, bukan aku." Ujar Jeffry, sambil memegang kedua tangan Vio.


"Tapi bagaimana jika aku mempercayai apa yang aku lihat?!" Tanyanya sambil melirik ke arah Dona, bukan Jeffry.


"Sayang plis, percaya sama aku, dia yang memeluk aku dengan tiba-tiba, sampai aku tidak bisa menghindari nya."


"Hm."


"Kamu percaya kan sama aku?"


"Ya."