Violleta

Violleta
BAB 111



Mereka pun berkumpul di meja makan, yang sudah terdapat berbagai hidangan. Mulai dari makanan lokal, dan juga internasional.


Dan untung saja meja makan yang digunakan cukup untuk menampung tiga keluarga itu.


Setelah makan malam semuanya berkumpul di ruang tengah.


"Terima kasih untuk semuanya, karena sudah mau datang untuk makan malam bersama." Ucap tuan Abimanyu, yang duduk di samping sang istri.


Begitu dengan yang lain duduk bersama, termasuk Vio dan Jeffry yang duduk bersebelahan, walaupun Vio memberikan jarak kurang lebih satu jengkal.


"Saya ingin mengatakan hal penting kepada kalian semua. Sesuai keinginan saya, disaat umur saya memasuki 50thn, yang menjalankan perusahaan saya yakni putri semata wayang saya, yaitu Vio..."


"Namun karena Vio tidak ingin dan hanya ingin fokus untuk mengurusi rumah tangganya, bisa dibilang dia ingin hanya menjadi ibu rumah tangga, maka saya tidak akan melarangnya, dan juga saya akan memberikan seluruh harta saya kepada istri, anak, dan cucu-cucu saya kelak, jika saya sudah tiada. Maka bisa dibilang yang akan meneruskan perusahaan saya ialah cucu saya kelak, namun saat ini cucu saya masih dalam kandungan Vio. Jadi sebab itu saya memutuskan untuk menantu saya Jeffry untuk menjalankan sementara perusahaan Abimanyu group sampai cucu saya dewasa." Ucap tuan Abimanyu lagi.


Dan semua orang pun terkejut atas yang diucapkan oleh tuan Abimanyu, termasuk Vio dan Jeffry. Hanya nyonya Kayla lah yang tidak terkejut lantaran ia sudah tau apa yang diinginkan suaminya itu.


Namun yang ia tidak terima ialah, karena ia sudah memikirkan bahwasanya ia akan meminta Jeffry untuk menceraikannya, jika Jeffry tidak mau maka ia yang akan menggugat cerai suaminya itu di pengadilan agama.


"Kenapa? Bukannya kamu tidak ingin meneruskan perusahaan Daddy? Jika Daddy harus menunggu anakmu, maka itu butuh waktu lama, sementara Daddy sudah sangat tua dan Daddy ingin menjalankan hari tua Daddy bersama dengan mommy mu tanpa memikirkan urusan pekerjaan."


"Bukan begitu dad, tapi..." Vio pun tak melanjutkan perkataannya, lantaran ia bingung haruskah ia mengatakan ingin bercerai dengan suaminya itu, dihadapan seluruh keluarga termasuk keluarga sepupunya itu.


"Yang dikatakan Vio benar dad. Jeffry rasa, Jeffry tidak pantas untuk menjalankan atau meneruskan perusahaan Daddy, lagipula Jeffry masih memiliki tanggung jawab terhadap perusahaan milik papah, dan juga Jeffry tidak yakin seandainya Jeffry menerima tawaran dari Daddy untuk meneruskan perusahaan maka Jeffry akan menjalankan dua perusahaan sekaligus, dan itu membuat Jeffry tidak yakin bisa menjalankan keduanya." Tolak Jeffry secara halus.


"Daddy paham, tapi bukankah masih ada adikmu. Daddy yakin adikmu itu bisa mengurus perusahaan sama sepertimu dan juga papah mu, walaupun dia sebagai pengacara, kamu masih bisa dibantu oleh asisten dan adikmu, dan untuk perusahaan Daddy kamu tenang saja masih ada asisten Daddy yang akan menjadi asisten mu dan akan membantu mu dalam menjalankan dua perusahaan sekaligus."


"Nares apa kamu keberatan jika membantu kakakmu untuk menjalankan perusahaan milik keluarga kalian?" Tanyanya pada Nares.