
Vio pun sudah sampai di depan pintu ruangan suaminya. Dan ia pun mulai mengetok pintu ruangan tersebut.
Tok, tok, tok.
"Masuk." Teriak Jeffry di dalam ruangan.
Setelah mendapatkan izin masuk dari suaminya, Vio pun perlahan membuka pintu dan masuk kedalam ruangan.
Setelah masuk kedalam ruangan, dilihatnya ruangan suaminya ternyata cukup rapi dan luas dengan interior yang elegan. Dan ia pun melihat suaminya ternyata sedang sibuk dengan dokumen-dokumen.
"Emm mas, apakah kamu sedang sibuk?" Ucap Vio setelah berada di hadapan Jeffry, yang hanya terhalang meja suaminya.
"Ohh ternyata kamu sayang, tidak aku tidak sibuk." Ucap nya, seraya bangun dari kursi kebesarannya dan berjalan ke arah sofa seraya menuntun Vio untuk duduk berdua dengannya.
"Tapi kamu terlihat sibuk."
"Tidak, itu sudah selesai ko. Aku dari tadi sudah menunggu mu, kamu ada keperluan apa datang kemari hm!"
"Memangnya aku tidak boleh kesini! Dan kalau pun harus bertemu denganmu di sini harus ada keperluan dulu, baru aku boleh datang ke perusahaan mu? Begitu!"
"Bukan seperti itu sayang, tapi aku takutnya kamu gak nyaman berada di sini, takutnya kamu jenuh. Dan kamu boleh ko datang kemari kapan pun dan tanpa alasan apapun, karena kamu istriku, jadi kamu berhak datang kemari sesukamu."
"Iya. Oh ya, aku kesini mau kasih kamu makan siang! Kamu belum makan siang kan?" Tanyanya.
"Wah kebetulan sekali, belum. Aku belum makan siang."
Vio pun membuka tempat makan dan menyajikannya di atas piring, setelah itu ia dan Jeffry pun makan bersama.
Setelah makan siang, mereka pun sedikit berbincang-bincang.
"Mas. Nanti malam, mommy sama Daddy mengundang kita untuk makan malam bersama di mansion. Kamu gak lembur kan?" Tanya Vio.
"Oh ya, kebetulan aku tidak ada pekerjaan. Baiklah nanti malam kita ke mansion mu."
Di saat mereka sedang berpelukan, tiba-tiba ada yang membuka pintu ruangan dengan cukup keras.
"Ohh, astaga maafkan aku ka. Aku tidak tau ternyata ada Kaka ipar sedang berkunjung kemari." Ucap Nares.
Ya, orang yang membuka pintu ruangan itu adalah Nares adik dari Jeffry.
"Dasar adik gak ada akhlak, kalau ingin bertemu itu ketuk pintu dulu. Jangan main nyelonong masuk saja." Kesal Jeffry.
"Heheh, maaf ka. Aku lupa kalau sekarang Kakak sudah punya seorang istri." Jawab Nares, sambil menggaruk keningnya yang tidak gatal.
"Hmmm." Jeffry pun hanya menjawab dengan deheman.
"Ada apa? Tumben lu kemari, biasanya juga paling males datang ke perusahaan!"
"Cih, jangan lupa gua juga masih punya sebagian saham di sini."
"Ngomong-ngomong gua gak di suruh duduk nih!" Tanya nya lagi.
"Silahkan duduk." Ucap Vio.
"Terima kasih kakak ipar, kau memang baik. Berbeda dengan kakak ku yang itu." Ujar Nares sambil melirik ke arah Jeffry dengan matanya.
"Apa lu bilang." Geram Jeffry.
"Sudah-sudah, kenapa kalian seperti anak kecil saja. Yasudah kalau begitu aku pulang ke rumah, kalian bicaralah."
"Kau tidak mau pulang bersama denganku?" Tanya Jeffry kepada istrinya.
"Tidak mas, lagian kasihan pak Asep, pasti dia sudah menungguku terlalu lama."
"Yasudah kalau begitu aku...