Violleta

Violleta
BAB 93



Kini tinggallah Jeffry dan kedua orang tuanya, beserta mertuanya, yang masih menunggu Vio di depan ICU.


Di parkiran, saat Nares ingin menaiki mobilnya. Tiba-tiba ia dikejutkan, oleh kedatangan Monica, yang ia tau Monica adalah salah satu wanita yang menyukai kakaknya itu, tapi untuk apa ia menemui dirinya!


"Boleh bicara sebentar." Ucap Monica, ketika berhadapan dengan Nares.


"Bicaralah." Jawab Nares dengan singkat.


"Bukan disini, lebih baik kita bicarakan di cafe dekat sini. Ada sesuatu yang ingin gua tunjukkin sama lu!"


"Apa."


"Ya, mangkannya lu ikut gua."


"Baiklah, tapi tunggu sebentar." Nares pun pergi ke arah mobil polisi, untuk mengatakan bahwa ia akan menyusul, dikarenakan ia ada keperluan sebentar.


"Ayo."


Nares dan Monica pun masuk ke dalam mobilnya masing-masing, dan menjalankan mobilnya menuju cafe yang dekat dengan rumah sakit.


Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka pun sampai di salah satu cafe. Mereka pun masuk kedalam cafe, dan duduk di meja pojok dekat dengan jendela, sehingga bisa melihat ke arah jalanan yang dipenuhi oleh kendaraan.


"Apa yang ingin lu tunjukkin sama gua?" Tanya Nares, setelah mereka memesan minuman ke salah satu pelayan cafe.


"Sabar kenapa. Buru-buru banget, pesanan kita saja baru di pesan."


"Gua gak banyak waktu, jika lu cuman mempermainkan gua, lebih baik gua pergi sekarang." Ujar Nares, seraya bangun dari tempat duduknya.


"Tunggu. Oke-oke, dasar lu gak bisa nyantai sedikit apa!" Ucap Monica, dan Nares pun duduk kembali di tempat duduknya.


"Yaudah buruan."


"Cih." Monica pun mengeluarkan sesuatu berupa map coklat dari tasnya, dan memberikan map tersebut ke Nares.


"Apa ini?"


"Buka saja, lu akan tau isinya apa."


Belum juga Nares membuka map tersebut, pelayan sudah mengantarkan minuman pesanan mereka.


"Terima kasih." Ucap Nares dan Monica.


"Baik, saya permisi dulu."


Nares dan Monica pun hanya mengangguk, dan pelayan itu pun pergi.


Setelah itu Nares pun membuka map pemberian Monica tersebut. Setelah membuka map itu, Nares dibuat bingung kenapa isinya Poto mommy nya Dona yang terlihat sedang beberapa preman, dan banyak Poto yang lain.


"Apa ini?"


"Emang lu gak bisa liat itu apa?" Bukannya menjawab, Monica malah bertanya balik.


"Ya, gua tau ini sebuah Poto. Tapi apa hubungannya dengan mommy nya Dona?"


Huffss. Monica pun menarik napasnya dengan kasar.


"Gua kira lu pengacara yang gak Lola, ternyata lu bisa Lola juga. Lu tau! Itu bukti yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan yang di alami kakak ipar lu, paham!"


"Apa! Jadi dalang dibalik kecelakaan ini adalah mommy nya Dona?"


"Ya."


"Tapi bagaimana bisa, maksud gua, bukankah mommy nya Dona itu sepupu nya tuan Abimanyu."


"Hanya sepupu angkat."


"Iya gua tau, tapikan bagaimana pun mereka sudah di anggap sepupu oleh tuan Abimanyu."


"Ckckck. Lu gak tau, kalau Tante Sarah itu benci sama Tante Kayla dan juga Vio?"


"Kalau itu gua gak tau."


"Pantas."


"Jadi gini. Tante Sarah atau mommy nya Dona itu, sudah lama membenci mommy nya Vio, lantaran yang menikah dengan tuan Abimanyu adalah Tante Kayla dan bukan dirinya, jadi sebab itulah, Tante Sarah ingin menghancurkan...