Violleta

Violleta
BAB 78



Ya, posisi Jeffry kali ini sedang berdiri di samping sang istri.


"Sayang jadi apa yang ingin kamu inginkan?" tanyanya lagi pada sang istri.


"Em, aku pingin makan chess cake aja mas."


"Chess cake aja? Gak ada yang lain?" Tanyanya lagi.


"Gak mas."


"Yasudah kalau begitu aku ambilkan dulu untukmu ya!" Ucapnya sambil mengacak rambut Vio.


Vio pun hanya membalas dengan senyuman.


Jeffry pun pergi ke tempat makanan, yang menampilkan berbagai cake.


Ia pun mengambil chess cake yang diinginkan oleh istrinya.


Setelah itu ia pun kembali ketempat Vio berada.


"Sayang ini dia chess cake nya." Ujar Jeffry, dan ia pun menaruh chess cake ke meja di hadapan Vio.


"Terima kasih mas."


"Sama-sama sayang. Oh iya, aku lupa ambil jus nya sayang, tunggu aku ambil jus nya dulu, kamu mau jus apa?"


"Apa aja mas."


"Ya udah kalau begitu, aku ambil jus dulu ya!"


"Iya mas."


Jeffry pun kembali mengambil minuman untuknya dan untuk sang istri, setelah itu ia pun kembali lagi ke tempat duduk nya.


Yang dilakukan Jeffry tidak luput dari perhatian para sahabatnya termasuk mantan kekasihnya yaitu Dona.


"Sebaiknya kamu duduk di sini, biar aku duduk di sana, biar kamu gak perlu berdiri Mulu." Ucap Veronica pada Jeffry.


Dan ia pun beranjak dari duduknya dan melangkah ke arah kursi yang ada di sebelah Dona, lalu ia pun duduk.


Sementara Jeffry ia pun duduk di kursi yang tadi Veronica duduki yang kebetulan letak kursinya di samping sang istri.


Sebenarnya Vio tidak mau disuapi oleh sang suami, namun apalah daya, sang suaminya itu bersih keras ingin menyuapi dirinya, alhasil mau tak mau ia pun menurut untuk disuapi.


Dan perlakuan romantis, serat rasa peduli Jeffry pada Vio tak luput dari perhatian Dona, yang sedari tadi terus memperhatikan tingkah keduanya.


Yang membuat hatinya begitu panas melihat perlakuan yang dilakukan Jeffry kepada Vio, yang tak pernah ia terima ketika dulu ia dan Jeffry menjalin hubungan.


Hari pun semakin larut, banyak para tamu yang sudah lebih dulu undur diri dari pesta pertunangan itu.


Termasuk Chandra dan teman seusianya, termasuk Nares. Yang terlebih dahulu pamit untuk pulang.


"Mas sebaiknya kita pulang yuk, aku udah ngantuk nih."


"Kamu udah ngantuk sayang! Tumben ini baru jam setengah sepuluh malam loh."


"Entah, tapi aku capek mas pingin istirahat."


"Oh yasudah kalau begitu, ayo kita pulang. Sebelum itu kita pamit dulu sama Jhony dan Sierra ya!"


"Iya mas."


Vio dan Jeffry pun beranjak dari tempat duduknya.


"Mau kemana?" Tanya rose.


"Kita mau pamit pulang duluan." Jawab Vio.


"Ini masih belum malam banget loh." Timpal Tio.


"Iya, tapi katanya Vio lelah dan ingin istirahat." Balas Jeffry.


"Oh yaudah kalau gitu hati-hati ya." Ucap Tio lagi.


"Thanks bro, kalau gitu kita pamit dulu." Ujar Jeffry setelah bersalaman kepada para sahabatnya.


Begitupun dengan Vio yang saling berpelukan dengan teman barunya, yang tak lain adalah kekasih dari sahabat sang suami.


Termasuk dengan Dona, namun dengan dia, ia hanya bersalaman saja tidak berpelukan, dikarenakan Dona enggan memeluknya.


Mereka...