Violleta

Violleta
BAB 129



Setelah pihak polisi masuk betapa terkejutnya mereka menemukan seseorang yang tergeletak di dapur dengan darah yang mengalir di lantai, terlebih lagi kondisi korban yang mengenaskan, korban hanya memakai tangtop tanpa memakai kain apapun yang menutup area sensitifnya.


Dan terlebih lagi aroma anyir dari darah dan juga aroma busuk yang dikeluarkan dari sang korban.


Diduga sang korban sudah meninggal selama dua hari yang lalu tanpa ada orang yang tau, sehingga menimbulkan lah aroma yang tak sedap.


Dan didalam berita itu menayangkan korban yang tak lain adalah Dona, sang model yang tengah naik daun, namun digosipkan telah menjadi simpanan seorang sutradara, sehingga tak ayal karirnya pun semakin melejit.


Mendengar hal itu membuat Vio dan Jeffry yang tengah melihat berita tersebut, saling menatap satu sama lain.


Mereka pun terkejut dengan berita yang tengah mereka lihat itu, tak pernah terpikirkan bahwa Dona nekat melakukan aborsi dengan meminum obat penggugur kandungan.


Ya, sudah lama Vio dan Jeffry tidak mendengar kabar dari Dona, selepas mereka mengetahui bahwa yang mencelakai Vio dulu adalah nyonya Sarah yang tak lain adalah mommy nya Dona.


Dan setelah nyonya Sarah mendekam di balik jeruji besi, ia pun di vonis hukuman seumur hidup, karena telah melakukan pembunuhan berencana dan juga menggelapkan dana.


Ya, selama ini nyonya Sarah telah menggelapkan dana perusahaan milik mommy nya Monica, ia melakukan hal itu lantaran sudah berhasil mendapatkan akses keluar masuk perusahaan milik mommy nya Monica, yang pada saat itu dijalankan oleh Daddy nya, yang tak lain adalah simpanan nyonya Sarah.


Bukan hanya itu, nyonya Sarah pun telah menipu rekan sesama arisannya, dengan membawa kabur uang arisan yang selama ini ia pegang.


Jadi sebab itulah ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.


Dan berita kematian Dona, kini sudah terdengar ke telinga nyonya Sarah yang masih di dalam penjara, ia pun menangis histeris mendengar kabar kematian sang putri yang cukup teragis.


Walaupun Dona, tak pernah menemuinya lantaran ia malu melihat sang mommy nya yang menjadi tahanan. Dona pun hanya pernah menjenguknya satu kali, yaitu pada saat penangkapan dirinya, dan selebihnya Dona tak lagi menemui dirinya.


Ia menyesal karena dulu membiarkan bahkan menyuruh Dona untuk menjadi simpanan seseorang pria kaya agar karirnya cepat cemerlang.


***


Sudah tiga hari semenjak berita kematian dari Dona, bahkan pada saat pemakaman Dona tak ada banyak orang yang mengantarkan ke tempat terakhir.


Hanya keluarga Vio dan Jeffry saja lah yang mengantarkan nya ke tempat terakhirnya.


Dan untuk nyonya Sarah, setelah mendengar dan terus menangis ia terjatuh pingsan, jadi sebab itu ia tak bisa mengantarkan sang anak ke peristirahatan terakhirnya.


Nyonya Sarah mengunjungi makam Dona setelah ia siuman dari pingsannya. Di sana lagi-lagi ia tak bisa membendung air matanya yang terus mengalir.


Kabarnya kondisi nyonya Sarah semakin memburuk semenjak kematian sang putri, di sel tahanan ia terus menjerit, sesekali tertawa bahkan tiba-tiba menangis, jadi sebab itulah pihak kepolisian membawanya ke RSJ agar dapat di tangani.


Jika nyonya Sarah terus berada di sel, takutnya akan mengusik ketenangan penghuni sel yang lainnya.


Dan bukannya semakin membaik, kondisi yang dialami nyonya Sarah semakin memburuk, ia terus saja memberontak dan selalu mengoceh ingin membalaskan dendam nya terhadap nyonya Kayla dan Vio.


Ia pun terus memberontak dan setelah berhasil lepas dari dekapan para perawat, nyonya Sarah pun berlari karena tidak ingin ditangkap, namun naas pada saat ia menuruni tangga, kakinya tersandung oleh kakinya sendiri, dan mengakibatkan ia terjatuh terguling-guling di tangga.


Para perawat pun datang dan langsung mengecek kondisinya, namun sayang takdir berkata lain, nyonya Sarah seketika meninggal di tempat.