
Vio pun pergi ke dapur, yang ternyata di sana sudah ada beberapa orang, termasuk Veronica, Sierra, dan satu orang lagi yang belum ia kenal.
"Guys liat Vio sudah datang."
"Oh Hay Vi, kenapa lama datangnya?" Tanya Sierra, setelah mereka berpelukan.
"Biasa mba, aku ke rumah mommy dulu."
"Oh gitu. Oh ya, kenalin dia pacarnya Yogi, namanya Syifa, dan Syifa kenalin Violleta, istrinya Jeffry."
"Syifa."
"Violleta, panggil saja Vio."
Setelah berkenalan, mereka pun mengobrol bersama sambil memasak makanan untuk dimakan bersama.
Sementara para pria pun mengobrol di ruang tengah, sambil menunggu para gadis, lebih tepatnya 4 orang gadis. Karena Vio bisa dibilang bukan seorang gadis lagi, karena ia sudah menikah, selesai memasak.
Di lain tempat, tepatnya di sebuah cafe. Dona tengah menunggu seseorang yang ingin bertemu dengan dirinya.
Dona pun melambaikan tangannya, setelah melihat orang itu masuk kedalam cafe.
"Ada apa?" Tanyanya tanpa basa-basi, setelah orang itu duduk di hadapannya.
"Ck, kau ini. Kenapa tidak sabaran," ucap orang itu.
"Lu tau, sebenarnya gua malas ketemu sama lu, Monica."
Ya, orang yang ingin menemui Dona adalah Monica, yang sudah ia anggap sebagai saingannya dalam dunia model, setelah Sierra memutuskan untuk berhenti dari dunia modeling, dan ingin fokus untuk rumah tangganya kelak bersama sang tunangan, yakni Jhony.
"Oke, gua juga sebenarnya malas bertemu dengan lu. Namun ada sesuatu yang ingin gua tunjukkin sama lu, sesuatu yang mungkin menguntungkan bagi lu."
"Apa?"
Monica pun menyerahkan handphone nya, dan memperlihatkan sebuah video.
"Apa ini?" Tanya Dona, dengan wajah bingung.
"Lihat saja."
Dona pun melihat video yang ada di handphone Monica, dan betapa terkejutnya ia, setelah melihatnya.
"Kenapa lu ngasih ini ke gua? Padahal lu juga suka kan sama dia."
"Jadi lu gak usah banyak tanya lagi." Lanjutnya lagi.
"Baik kalau begitu, gau ngucapin terima kasih. Ini adalah kesempatan bagus untuk merebut dia kembali, dan menghancurkan rumah tangga mereka. Yasudah, kalau begitu gua pergi dulu."
"Ya."
Dona pun meninggalkan Monica, dan ia pergi ke suatu tempat.
***
Di rumah rose.
Setelah makan bersama, semua orang pun berkumpul di ruang tengah dengan pizza dan beberapa cemilan sebagai teman mengobrol.
Di tengah-tengah obrolan mereka, tiba-tiba Vio merasa mual.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Jeffry, melihat sang istri yang tengah menutup mulutnya.
"Gak pa-pa mas, tapi aku merasa mual. Aku ke kamar mandi dulu ya!"
"Iya sayang, mau aku antar?"
"Tidak perlu, aku minta antar sana rose aja."
"Rose, boleh antar aku ke kamar mandi!" Pinta Vio.
"Tentu boleh, yaudah yuk."
"Apa istri lu lagi hamil bang?" Tanya Mark.
"Gua juga gak tau." Jawabnya.
"Ya emang belum periksa?" Tanya Dio.
"Belum."
"Pakai tes pack juga belum?" Kali ini Jhony yang bertanya.
"Oh iya, gua udah beli. Cuman belum di tes aja."
"Yasudah coba aja, dibawa kan!"