Violleta

Violleta
BAB 89



"Yang dibilang bang Tio benar ka. Sebaiknya, biarkan bang Tio yang menyetir mobil kakak." Ujar Nares di balik jendela mobilnya.


"Ya udah kalau begitu."


Mereka pun akhirnya pergi bersama.


Disisi lain, tepatnya di dalam taksi. Vio sedang melihat jalanan dibalik jendela mobil, bukan hanya itu, ia pun sedang memikirkan rahasia yang barusan ia ketahui.


"Jadi yang dikatakan Syifa tadi, tentang rahasia ini. Dan semua orang tau, termasuk keluarga ku, dan hanya aku saja yang tidak tau." Monolog Vio dalam hati.


Disaat sedang memikirkan masalah tadi, tiba-tiba taksi yang di tumpangi Vio, oleng ke kanan dan ke kiri.


"Pak ada apa ini?" Tanyanya, pada supir taksi.


"Maaf mba, di depan ada truk yang menuju ke arah sini. Jadi saya berusaha menghindari terjadinya tabrakan."


"Oh seperti itu. Yasudah hati-hati ya pak."


"Baik bak... Astaga sepertinya truk itu mengalami rem blong, truk itu masih saja mengarah kesini."


"Apa pak!"


Tak butuh waktu lama, taksi yang ditumpangi Vio pun berputar dan...


Brakkk.


Taksi itupun menabrak pembatas jalan dengan cukup hebat, sehingga kaca jendela yang ada di dekat Vio pecah, serta pintu yang di dekat Vio pun ikut terbuka.


Truk itu pun juga mengalami hal yang serupa, namun tidak lebih parah dari taksi yang ditumpangi Vio.


Kecelakaan barusan, menimbulkan banyak orang yang ingin melihat.


Disisi lain, Jeffry dan Nares, serta Tio. Masih mengendarai mobilnya, namun entah kenapa hati Jeffry merasa risau, seakan-akan telah terjadi sesuatu.


"Ya sabar, ini gua juga udah berusaha."


Ya, hari pun menunjukkan pukul lima sore. Dan hujan pun turun dengan deras membasahi bumi.


Di tengah perjalanan, mobil yang dikendarai oleh Tio dan Nares berhenti, lantaran ada sebuah kecelakaan.


Di sana sudah banyak orang yang mengerumuni, termasuk sudah ada polisi.


Dan hal itupun, membuat hati Jeffry tak karuan, pasalnya ia takut, jika yang mengalami kecelakaan tersebut adalah istrinya.


Tak banyak tanya, Jeffry pun langsung turun dari mobilnya. Tanpa menghiraukan hujan yang membasahi tubuhnya, begitu pun dengan Tio dan Nares, mereka pun turun dari mobil, dan menuju ke arah kecelakaan.


Di saat telah sampai di tempat kecelakaan, tanpa banyak tanya Jeffry pun langsung melihat ke arah taksi. Dan betapa terkejutnya ia, setelah melihat siapa yang mengalami kecelakaan itu, yang tak lain ialah istrinya.


Seketika kaki nya pun mulai lemas, ia pun berusaha untuk mendekati istrinya.


"Tunggu pak, bapak mau apa?" Tanya salah satu polisi.


"Saya ingin membawa istri saya ke rumah sakit." Jawab Jeffry.


"Sabar pak, kami sudah memanggil ambulance, dan sebentar lagi akan sampai."


"Tidak saya akan tatap bawa istri saya, tidak perlu menunggu ambulance datang." Ujar Jeffry dengan bersih keras.


"Tapi pak."


Tak menghiraukan perkataan dari pak polisi, Jeffry tetap menggendong Vio ala bridal style dan membawanya ke mobilnya.


"Tio, Nares, sekalian kalian bawa supir taksi itu. Jika kita menunggu ambulance datang, pasti akan membutuhkan waktu lama." Teriak Jeffry.


Dan tanpa persetujuan dari pihak polisi, Tio dan Nares pun membawa supir taksi itu menuju rumah sakit, jika menunggu ambulance datang, takutnya akan membutuhkan...