Violleta

Violleta
BAB 61



Setelah merebahkan tubuhnya, Jeffry pun mengambil handphone nya yang berada di atas meja lampu di samping tempat tidurnya.


Lalu ia mulai mengabari sekretaris nya itu, memulai pesan chat WA.


Setelah mengabari sekretaris nya itu, dia pun meletakkan kembali handphone nya ketempat semula.


Bertepatan dengan itu, Vio pun masuk dengan membawa bubur ayam dan juga teh manis.


"Mas maaf lama, soalnya tadi aku minta pak Asep buat beli bubur ayam dulu, kamu nunggu lama ya!" Ucapnya setelah menaruh nampan berisi sarapan yang ia bawa ke atas nakas.


"Gak pa-pa ko, makasih ya."


"Sama-sama, oh ya. Apakah masih mual?" Tanya Vio.


"Masih sedikit mual."


"Ya Allah mas, kita ke rumah sakit saja ya mas!"


"Gak perlu ke rumah sakit, mas gak pa-pa ko. Palingan juga cuman masuk angin, besok juga paling sudah baikan."


"Ya udah, kalau mas tetap kekeh gak mau ke rumah sakit atau panggil dokter. Oh ya, sebelum sarapan minum dulu teh nya, mumpung masih panas." Ujar Vio, sambil membantu Jeffry minum teh.


"Makasih sayang." Ucapnya, setelah meminum teh.


"Sama-sama, nih bubur nya makan dulu, aku suapin ya!" Tanya Vio, dan Jeffry pun hanya mengangguk.


"Oh ya, kamu udah sarapan?" Tanya Jeffry, di sela-sela makannya.


"Gampang aku mah, yang penting kamu dulu."


"No. Sini sendok nya, buka mulutnya aaaa."


"Mas, ko kamu malah suapin aku sih."


"Ya udah."


Mereka pun sarapan berdua, dalam mangkuk yang sama dan sendok yang sama.


Siang hari pun tiba, kondisi Jeffry pun sudah membaik, ia tak lagi merasa mual.


Hari ini Jeffry dan Vio sedang menonton tv di ruang keluarga, saat layar tv menampilkan sebuah acara memasak yang di pandu oleh chef ternama di negri itu.


Tiba-tiba saja Vio ingin memakan masakan yang chef itu buat, dan bukan hanya itu, ia pun menginginkan sang suami yang memasak makanannya.


"Mas, ko tiba-tiba aku ingin makan, makanan yang di buat oleh chef itu ya!" Ucap Vio, yang saat ini sedang menyenderkan kepalanya ke dada bidang Jeffry.


"Oh yasudah, mas pesankan lewat online ya." Ujar Jeffry, baru juga Jeffry ingin memesan makanan lewat ponsel nya, tapi Vio langsung menghentikan aksinya.


"Tunggu mas, tapi aku ingin kamu yang memasak nya." Ucap Vio, dengan mata bulat bak boba.


"Apa!" Kaget Jeffry.


"Sayang, kamu tau kan aku tidak bisa memasak. Jangankan masak makanan yang chef profesional masak, masak telur ceplok aja aku gak bisa, kita pesan lewat online aja ya." Pinta Jeffry.


"Tapi aku maunya kamu yang masak mas!" Ujar Vio, dengan tangan yang bersedekap di dadanya dan bibir yang maju beberapa centi.


Dan hal itupun berhasil membuat Jeffry gemas dengan tingkah yang dilakukan oleh istrinya, dan juga berhasil mengiyakan kemauan sang istri, lantaran ia tak tega melihat, sang istri yang merajuk.


"Oke, oke. Aku yang akan memasak, tapi memangnya semua bahan yang digunakan chef itu ada?"


"Emmm, entah. Tapi kalau tidak ada kita bisa pergi belanja dulu!" Ucap Vio dengan semangat.


"Baiklah, sebaiknya kita melihatnya dulu di dapur."


"Oke." Setelah...