
Setelah mereka melakukan rutinitas di pagi hari, yaitu mandi. Mereka pun langsung pergi ke restoran yang ada di hotel tersebut untuk melakukan sarapan pagi bersama kedua orang tua mereka.
"Pagi semua." Ucap Jeffry dan Vio. Setelah mereka sampai di restoran.
"Pagi." Jawab serempak orang yang berada di meja restoran.
Mereka pun sarapan pagi bersama tanpa ada yang berbicara satu pun.
Setelah sarapan pagi bersama, mereka pun pergi ke rumah masing-masing termasuk Jeffry dan Vio.
Dan disini lah mereka berada, di salah satu kawasan perumahan elit yang berada di kota itu.
"Selamat datang di rumah baru kita." Ucap Jeffry.
"Apa kamu suka rumahnya! Hm." Tanya Jeffry lagi. Sambil memeluk pinggang Vio dari belakang.
"Aku suka." Ujar Vio dengan wajah berbinar.
"Tapi kamu bilang kita akan tinggal di sebuah perusahaan yang sederhana?" Tanya Vio.
"Emmm, itu. Ya, aku pernah mengatakannya. Tapi setelah aku pikir-pikir aku ingin kita perlu tinggal di rumah yang agak luas, supaya kelak anak-anak kita bisa main dengan sepuasnya." Kilah Jeffry.
"Hmm, jadi begitu!"
"Ya. Yasudah ayo kita lihat kamar utama kita."
"Baik."
Jeffry dan Vio pun masuk ke dalam salah satu kamar yang berada di lantai kedua. Setelah puas melihat kamar dan seisi ruangan ke dua, mereka pun memutuskan untuk melihat-melihat tempat tinggal mereka.
Setelah selesai melihat-lihat seisi ruangan yang ada di rumah itu, serta halaman. Mereka memutuskan untuk makan malam bersama di sebuah restoran, dikarenakan tempat tinggal mereka belum ada bahan makanan.
"Sayang apa kamu sudah siap." Teriak Jeffry di tangga.
"Ya sebentar lagi." Jawab lantang Vio.
"Baiklah aku tunggu di bawah ya."
Jeffry pun memutuskan untuk menunggu di ruang tamu. Dan mendudukkan dirinya di sofa.
"Hmm, kenapa cewek selalu lama ketika mau berpergian?." Ucap Jeffry pada dirinya sendiri.
Setelah menunggu kurang lebih dua menit Vio pun sudah selesai.
"Sudah ayo." Ucap Vio kepada suaminya yang sedang asyik memainkan ponselnya.
Jeffry pun menatap Vio tanpa berkedip.
"Kenapa kamu melihat aku seperti itu! Apa ada salah dengan penampilan ku mas!" Tanya Vio.
"Ck, ck. Kalau tau kamu cantik begini, aku tidak akan mengajak mu pergi keluar. Sayang lebih baik kita di rumah saja yah!"
"Tapi mas aku kan lapar." Rengek Vio.
"Astaga kenapa imut banget sih, kalau sedang ngambek. Lama-lama bisa gak tahan nih gua."
Gumam Jeffry dalam hati.
"Ya kan kita bisa pesan lewat aplikasi, pengantar makanan!"
"Gak mau. Pokonya aku mau makan di luar, ayolah mas. Aku tuh pengen melihat dunia luar setelah sekian lama." Rengek Vio dengan mata yang bulat sehingga membuatnya imut.
"Heh, baiklah. Yasudah ayo, keburu malam."
"Yes, ayok. Eh tapi kita benar kan kita naik motor? Soalnya aku udah pakai celana jeans nih."
"Iya sayangku, kita perginya naik motor. Yasudah ayo."
Mereka pun pergi ke restoran menggunakan sepeda motor sport milik Jeffry. Dengan Vio memakai celana jeans panjang berwarna hitam, sepatu skate, serta memakai jaket kulit dengan warna senada dengan celananya dan di padukan dengan kaos berlengan pendek warna putih. Dengan rambutnya di biarkan terurai.
Sedangkan Jeffry memakai celana jeans panjang keabu-abuan, kaos putih...