Violleta

Violleta
BAB 67



Ya, wanita tersebut adalah Dona, yang sedang melayani seorang pria yang sudah cukup tua, yang tak lain adalah seorang produser di tempat nya bekerja.


Dan mereka pun melakukan hal yang seharusnya tak mereka lakukan.


Di kediaman Vio dan Jeffry.


Setelah makan malam bersama kedua orang tua dan adiknya Jeffry.


Vio dan Jeffry pun, bersiap untuk tidur. Seperti biasa, sebelum mereka tidur, mereka akan melakukan dep talk.


"Sayang aku mau tanya sesuatu sama kamu." Ucap Jeffry, yang kini sedang bersandar di kepala ranjang.


Sementara Vio, seperti biasa, ia bersandar di dada bidang sang suami yaitu Jeffry.


"Tanya apa?" Jawabnya, sambil mendongkang ke arah sang suami.


"Em, misalnya kalau aku ketahuan menyembunyikan sesuatu darimu apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu akan memaafkan aku?" Tanyanya, bukan tanpa alasan ia menanyakan hal itu, karena ia butuh keyakinan untuk mengungkapkan sebuah rahasia yang selama ini ia, keluarganya, termasuk keluarga Vio, sembunyikan.


"Kenapa kamu tanya seperti itu? Apa kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku? Mangkannya kamu tanya seperti itu?" Curiga Vio, ia pun langsung menegakkan badannya.


"B-bukan seperti itu, kan aku sudah bilang, seandainya, bukan berarti aku menyembunyikan sesuatu darimu."


"Ya meskipun benar aku menyembunyikan sesuatu darimu." Ucapnya lagi dari hati.


"Bener."


"Iya, jadi apa tanggapan kamu, dan apa yang kamu lakukan jika aku menyembunyikan sesuatu darimu! Memaafkan atau..." Jeffry tak lagi melanjutkan kata-katanya, karena merasa sesak di dadanya, jika ia berbicara tentang Vio akan meninggalkan nya.


"Tergantung masalah apa yang kamu sembunyikan! Jika yang kamu sembunyikan itu sesuatu yang tidak bisa aku toleran, maka aku tidak akan memaafkan nya, tapi jika yang kamu sembunyikan adalah sesuatu yang bisa aku toleran maka sebisa mungkin aku akan memaafkan."


"Maksudmu, jika aku menyembunyikan sesuatu yang tidak bisa kamu maafkan, maka kamu akan meninggalkan aku?" Tanyanya.


"Termasuk bukan kemauan aku untuk melakukan itu?" Tanya Jeffry lagi.


Dan hal itu pun membuat Vio, mengerutkan dahinya.


"Maksudmu apa? Kamu menyembunyikan sesuatu yang besar dariku, sehingga kamu bertanya seperti itu?! Apa kamu selingkuh? Atau ada wanita lain! Sehingga kamu bertanya seperti itu, seolah-olah kamu takut jika nanti aku mengetahui tentang suatu hal yang kamu sembunyikan." Curiga Vio.


"Kamu gak menyembunyikan sesuatu dariku kan mas?" Tanyanya lagi.


"Hah, ya gak mungkin lah sayang. Mana mungkin aku selingkuh dari kamu, aku tuh udah bersyukur banget dapetin kamu, kamu tuh cantik, cantik dari luar dan dalam, hati kamu baik, sopan terhadap orang, Solehah, dan lebih penting kamu tuh hot bila sudah di atas ranjang." Bisik Jeffry di akhir kalimat.


Dan hal itupun berhasil membuat Vio, mencubit perut sang suami.


"Aww. Sakit sayang, ko di cubit sih perut aku." Keluhnya.


"Habisnya kamu ngomong kaya gitu."


"Kaya gimana?!" Goda Jeffry.


"Tau ah." Cemberut Vio.


"Iya, iya, maaf. Jangan cemberut lagi dong, nanti cantiknya ilang loh." Goda Jeffry lagi.


Dan Vio hanya bisa cemberut.


"Ih kamu gemesin banget sih." Ucap Jeffry, sambil mencubit pipi Vio.


"Tapi kamu bener kan, gak ada yang kamu sembunyikan? Atau kamu punya selingkuhan, atau simpanan?" Tanya Vio.


"Ya Allah sayang, sudah aku bilang, aku gak mungkin...