Violleta

Violleta
BAB 92



"Namun, saat ini istri anda sedang koma." Ujar dokter.


"Apa? Tapi bagaimana bisa, bukankah tadi dokter bilang, keadaan istri saya baik-baik saja? Lalu bagaimana bisa koma."


"Untuk itu, saya kurang tau. Lebih baik anda tanyakan ke bagian ahlinya, karena saya hanya dokter kandungan, dan saya hanya memeriksa kandungan istri anda."


"Begitu, baiklah dok terima kasih."


"Sama-sama pak, kalau begitu saya permisi."


Tak lama dokter yang memeriksa kandungan Vio pergi, dokter yang menangani keadaan Vio saat ini pun keluar dari ruang ICU.


Dokter yang masih muda nan tampan.


"Dok bagaimana keadaan istri saya?" Tanya Jeffry.


"Istri anda saat ini masih dalam keadaan koma, dan belum bisa dipindahkan ke ruang rawat, untuk sementara beliau harus berada di ruang ICU, sampai pasien siuman."


"Tapi kenapa koma! Bukankah tadi yang dikatakan dokter sebelumnya keadaan istri saya baik-baik saja?! Lalu sekarang kenapa malah sampai koma!"


"Benar memang sebelumnya keadaan istri anda baik-baik saja, namun sepertinya saat terjadi kecelakaan kepala bagaian belakang istri anda mengalami benturan walaupun tidak sampai parah, namun itu cukup beresiko, terlebih lagi istri anda sempat mengalami pendarahan dari kandungan nya, jadi mungkin itulah akibatnya sampai istri anda mengalami koma. Jika tidak ada yang ditanyakan lagi saya permisi."


"Tunggu apakah kita boleh bertemu dengan pasien?" Tanya mommy Kayla.


"Tentu saja boleh, namun hanya satu orang saja, dan jangan lupa untuk memakai baju steril."


"Baik dok, terima kasih."


"Sama-sama, kalau begitu saya permisi."


Sepeninggalan dokter tersebut, terdengar bunyi langkah kaki yang mendekat.


"Maaf nama suami ibu siapa?" Tanya Nares.


"Nama suami saya Budi, tadi ada yang menelepon katanya suami saya mengalami kecelakaan, mangkannya saya cepat kesini."


"Oh, ibu istrinya pak Budi. Ibu tidak perlu khawatir, sekarang suami ibu sudah berada di ruang rawat, mari Bu saya..." Belum sempat Nares melanjutkan perkataannya, tiba-tiba beberapa polisi datang menghampiri mereka.


"Selamat malam." Sapa salah satu polisi.


"Malam." Jawab mereka serempak.


"Maaf mengganggu, kami datang kesini ingin membahas masalah kecelakaan sore tadi. Apa kami bisa meminta waktu salah satu dari kalian?" Tanya polisi tadi


"Bisa pak, biar saya yang ikut." Jawab Nares.


"Bang Tio, lu bisa antar ibu ini ke ruangan VIP yang di tempat-in sama pak Budi." Pinta Nares pada Tio.


"Boleh."


"Ibu, ibu ikut dengan Abang saya ya! Dia yang akan mengantarkan ibu ke ruang rawat suami ibu." Ujar Nares.


"Baik."


"Mari Bu." Ajak Tio.


Tio dan istri pak Budi pun pergi, termasuk dengan Nares yang ikut dengan polisi ke kantor polisi guna menyelidiki apa motif kecelakaan yang terjadi sore tadi.


Pasalnya setelah polisi sampai di tempat kecelakaan, supir truk sudah tidak ada di tempat, jika memang kecelakaan itu murni karena kesalahan karena truk mengalami kerusakan, pasti sang supir pasti masih berada ditempat karena mobil truk pun sempat mengalami benturan walaupun tidak separah yang di alami supir taksi dan Vio.


Namun disaat polisi memeriksa keadaan truk, keadaan mobil tersebut tidak ditemukan adanya kerusakan seperti rem blong, dsb.