
Namun sebelum kerumahnya rose, mereka pergi terlebih dahulu ke mall untuk membeli kado.
Walaupun rose melarang mereka untuk membawa kado.
Tiba di mall, mereka pun masuk ke toko tas branded.
"Mas aku pilih tas dulu ya!"
"Iya, aku tunggu disini ya." Jawab Jeffry sambil duduk di kursi yang memang disediakan oleh toko itu.
"Iya mas." Vio pun pergi untuk memilih tas yang menurutnya cocok untuk teman barunya itu.
Ya, Vio memang sudah menganggap kekasih dari sahabat suaminya itu sebagai teman.
Dikarenakan ia tidak memiliki teman setelah tragedi kecelakaan yang mengakibatkan ia tidak bisa melihat, sehingga teman-temannya pun pergi meninggalkan nya seorang diri.
Ia pernah memiliki seorang sahabat sejak dari sekolah SMA, namun mereka terpaksa harus berpisah semenjak menginjakkan bangku kuliah.
Sahabatnya itu pun kini tinggal diluar negri dan kabarnya ia sudah memiliki keluarga kecilnya, ketika ia mengalami kecelakaan.
Setelah menghabiskan waktu beberapa menit, akhirnya Vio pun sudah memilih tas yang menurutnya sangat cocok untuk temannya itu.
Ia pun menghampiri sang suami, yang sedang menunggu nya di tempat tunggu yang telah toko itu sediakan.
"Mas." Panggil Vio.
"Sudah?"
"Iya, ini." Sambil mepeelihatkan tas pilihannya.
"Kenapa cuman satu?" Tanyanya, setelah melihat sang istri yang hanya membawa satu tas saja.
"Memangnya mau berapa? Kan cuman buat rose."
"Iya mas tau, terus buat kamu mana? Kamu gak beli?" Tanya Jeffry lagi.
"Gak." Jawab Vio singkat.
"Kenapa?"
"Gak pa-pa. Kan tas aku udah banyak mas, untuk apa beli lagi!"
"Astaga sayang, kalau kamu mau beli gak apa-apa ko, malahan mas ingin membelikan satu buat kamu, jadi kamu pilih geh."
"Gak ah mas, lain kali aja. Udah yuk ah, nanti keburu telat, ini udah jam satu loh mas."
"Yaudah ayo."
Vio dan Jeffry pun menuju ke kasir, untuk membayar tas yang Vio beli.
"Gak pa-pa, biar aku aja."
Tak ingin berdebat lebih lama, Vio pun membiarkan Jeffry untuk membayar tasnya.
Setelah membayar tas, mereka pun melanjutkan perjalanannya ke rumah rose.
Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka sampai di rumah rose.
Ternyata di sana sini para sahabat Jeffry sudah kumpul, termasuk para kekasihnya.
"Hey bro." Ucap Jeffry.
"Assalamu'alaikum." Ucap Vio.
"Wa'alaikum salam." Jawab mereka serempak.
"Lihat guys, ceweknya ngucapin salam, lah lakinya malah ' hey bro '." Ujar Chandra.
"Tau loh." Timpal Tio.
"Hehehe sorry." Jawab Jeffry, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kalian sudah datang rupanya, kenapa lama?" Tanya rose.
"Maaf, kita tadi habis dari rumah mommy dulu."
"Oh gitu gak pa-pa, yang penting kalian datang."
"Oh ya ini, dan happy birthday ya!" Vio pun memberikan tas yang ia beli tadi kepada rose, setelah bersaman dan berpelukan.
"Loh, kan aku sudah bilang gak usah bawa apa-apa."
"Gak pa-pa, lagian aku gak enak jika tidak bawa sesuatu."
"Heh, kau ini. Tapi, thanks ya."
"Sama-sama."
"Yaudah yuk. Kita ke dapur, sudah ada anak-anak yang lainnya."
"Baik, mas aku pergi ke dapur dulu ya!" Ijin Vio pada Jeffry.
"Iya sayang."
Vio pun pergi ke dapur, yang ternyata...