Violleta

Violleta
BAB 49



Dan hal itupun berhasil membuat Jeffry gelap mata, tanpa ia sadari, tangannya mulai m***s dua buah kenyal milik Dona.


"Bagus, sebentar lagi, kau akan menjadi milikku seutuhnya, dan aku akan menjadi nyonya Syaputra. Hahahaha." Ucap Dona dalam hati.


Dona pun tak mau kehilangan kesempatan, dia pun mengeluarkan suara d****n, dan tangannya pun mulai membuka gesper Jeffry.


Belum sempat gesper itu terbuka dengan sepenuhnya, tangannya lebih dulu di cekal oleh Jeffry.


Ia pun mendongak ke arah Jeffry, dilihatnya Jeffry sedang menahan amarahnya.


"Ada apa?" Tanyanya.


"Jauhkan tangan kotor mu dari tubuhku." Ucap Jeffry dengan nada dingin.


"Hahahaha, kenapa kamu marah?! Ayolah, aku tau kamu menginginkan nya juga bukan?"


"Cih, lebih baik aku mandi air dingin, daripada harus melakukan dengan wanita j****ng seperti mu." Geram Jeffry.


"Hey apa yang kamu katakan barusan! Aku wanita j****ng? Heh, kamu pun tergoda padaku, buktinya tadi kamu m***s dada ku." Ujar Dona dengan senyuman menggoda.


"Ya, aku akui, aku memang bodoh, karena sempat terbuai oleh rayuan mu." Jawabnya masih dengan nada dingin dan wajah datarnya.


"Tapi kali ini tidak, aku tidak akan membiarkan mu untuk melakukan hal yang kotor ini padaku, dan kamu pikir aku mau denganmu?! Jawabnya tidak. Aku tidak sudi mendapatkan barang bekas, paham." Bentaknya, kemudian ia mulai merapihkan pakaian yang berantakan akibat ulah Dona.


Setelah pakaian yang ia gunakan rapih, Jeffry pun mulai membalikkan badannya dan hendak pergi dari kamar hotel itu.


"Oh ya satu lagi, mulai saat ini hubungan kita berakhir, oh ya, gua lupa padahal kita tidak memiliki hubungan khusus, hanya memiliki hubungan kesepakatan saja..."


"Karena lu meminta gua untuk berpura-pura sebagai kekasih lu, agar lu tidak di ganggu oleh mantan lu. Tapi bodohnya gua mau membantu orang kaya lu, yang nyatanya sudah menjadikan gua sebagai taruhan. Dan seharusnya gua sadar dari awal, bahwasanya semua ini akal-akal dari lu, heh." Geram Jeffry.


Ia pun langsung keluar dari kamar hotel itu dengan membanting pintu dengan keras. Setelah kepergian Jeffry, kini tinggallah Dona seorang diri.


"Akhhhhhh. Sial, sial, semuanya sudah hancur, impian ku ingin menjadi nyonya Syaputra harus berakhir." Teriak Dona.


Setelah kejadian itu, hubungan antara Dona dan Jeffry pun berakhir.


Banyak sekali orang tahu bahwa hubungan mereka telah kandas, dan hal itupun membuat Dona kesal lantaran impiannya untuk menjadi nyonya Syaputra tidak tercapai.


Beda halnya dengan Dona, Jeffry justru semakin tidak tersentuh oleh wanita. Seakan-akan hatinya telah tertutup oleh pengkhianatan yang dilakukan oleh Dona.


Flashback off.


"Jadi begitu ceritanya sayang." Ucap Jeffry pada Vio, yang sudah menceritakan masa lalu nya bersama Dona.


"Aku tidak menyangka bahwa Dona seperti itu, maksudku dia kelihatan baik, tapi ternyata..."


"Jangankan kamu yang menjadi sepupunya, aku pun merasa bodoh karena sudah di tipu oleh wajah palsunya itu, aku pikir dia wanita baik dan polos, tapi ternyata aku salah, dia adalah wanita rubah." Geram Jeffry, jika mengingat pengkhianatan yang dilakukan oleh Dona.


"Husstt, gak boleh kaya gitu. Tapi aku masih kesal sama kamu, kenapa kamu melakukan itu."