
"Iya gua tau, tapi gua jamin mereka gak bakal ember alias mereka gak bakal kasih tau yang sebenarnya sama Vio. Secara Vio tuh gak ada yang akrab sama mereka."
"Tapi kan bisa jadi ada yang menguping pembicaraan kalian, secara kalian membicarakan nya di tempat ramai. Apalagi suara kalian agak keras."
"Oh sial, tapi kayaknya gak bakal ada yang denger deh, secara gua bicara nya di Club pasti gak ada yang denger."
"Ck, walaupun lu bicara di Club yang berbisik karena suara dentuman musik yang keras, gak menutup kemungkinan ada yang nguping pembicaraan kalian. Sudah lah gua mau balik lagi ke kantor, banyak kerjaan yang harus gua urus."
"yayaya, sudah sana."
Hari pun sudah menjelang malam, pada malam ini tepat pukul 20:00 wib.
Vio dan Jeffry pun sudah sampai di kediaman orang tua Vio. Hari ini mereka berencana untuk makan malam bersama, bukan hanya mereka, tapi juga kedua orang tua Jeffry beserta sang adik, dan juga sepupu angkat dari keluarga Abimanyu pun ikut di undang, oleh sang nyonya rumah, yakni nyonya Kayla.
"Assalamu'alaikum." Ucap Vio dan Jeffry bersama, setelah berada di ruang makan.
"Wa'alaikum salam." Jawab semua serempak.
"Kalian terlambat datang." Ujar tuan Banyu.
"Maafkan kami dad, tadi aku ada urusan sedikit di kantor, jadinya kami agak terlambat." Jawab Jeffry.
"Tidak masalah, kemari lah Vio sayang. Mommy rindu sama kamu." Ucap nyonya Kayla.
Vio dan Jeffry pun maju untuk menyalami semua orang yang ada di ruang makan. Namun pada saat menuju kursi nyonya Sarah alias mommy nya Dona, Jeffry dibuat terkejut lantaran ia melihat Dona yang duduk di sebelah mommy nya.
Jadi, bagaimana bisa Jeffry di undang untuk makan malam bersama, lantaran keluarga dia tidak mempunyai hubungan keluarga antara keluarga Abimanyu. Atau mungkin dia adalah suami dari sepupu angkatnya itu?
Cukup lama Dona larut dalam pikirannya sendiri, sampai ia tidak tahu bahwa Jeffry dan Vio sudah duduk di kursi mereka masing-masing.
Dan sampai terdengar suara orang mengucapkan salam, barulah ia mulai sadar kembali dalam pikirannya.
"Maafkan kami tuan Banyu, kami terlambat datang kemari lantaran di jalan tadi macet."
"Tidak apa-apa tuan Putra, mari silahkan duduk."
"Terima kasih."
Tuan putra beserta istri dan juga Nares pun duduk di tempat nya masing-masing.
Tuan Putra duduk di kursi sebelah kanan yang dekat dengan tuan Banyu yang duduk di kursi tunggal di tengah, dan di sebelahnya terdapat sang istri.
Sementara Nares duduk berhadapan dengan Dona. Semua orang pun mulai menikmati makanan yang sudah tersedia, sesekali para orang tua mengobrol.
"Nak, kalian akan menginapkan di sini?" Tanya mommy Kayla.
"Aku seterah mas Jeffry aja, jika dia mau menginap aku pun akan menginap." Jawab Vio.
"Bagaimana nak, apakah kamu bisa menginap disini? Mommy berharap kalian bisa menginap disini, karena mommy rindu dengan putri kesayangan mommy." Tanya mommy Kayla pada Jeffry.