Violleta

Violleta
BAB 132



"Bagaimana keadaan non Vio, den?" Tanya bi Ijah setelah berada di hadapan Jeffry.


"Belum tau bi, masih menunggu pembukaan ke sepuluh." Jawab Jeffry.


"Apa den Jeffry, sudah menghubungi keluarga aden?" Tanya pak Asep.


"Astaga aku lupa." Jawabannya sambil menepuk keningnya.


"Lebih baik aden segera menghubungi keluarga aden, kalau untuk keluarga tuan Banyu sudah saya hubungi tadi."


"Baik pak, terima kasih ya."


"Sama-sama den."


Kemudian Jeffry pun menghubungi kedua orangtuanya, dan mengatakan bahwa istrinya akan melahirkan di salah satu rumah sakit yang berada di kota itu.


Setelah menghubungi kedua orangtuanya, pintu ruangan pun dibuka, dan munculah salah satu suster memberitahukan bahwa Vio akan segera melahirkan, karena pembukaannya sudah lengkap.


Jeffry pun tak menyia-nyiakan kesempatan, ia pun langsung masuk kedalam dan menghampiri istrinya itu yang tengah berbaring di hospital bad nya.


Jeffry pun langsung memegang tangan Vio, sesekali ia memberikan ciuman di keningnya.


"Sayang kamu yang kuat ya!" Bisik Jeffry.


Jeffry sebenarnya tak tega melihat sang istri kesakitan demi melahirkan sang buah hati ke dunia ini.


Tak terasa Jeffry pun menitikkan air matanya, melihat perjuangan sang istri untuk melahirkan anaknya, membuat ia mengingat akan dosanya terhadap sang mamah.


"Jika saya bilang dalam hitungan satu, dua, tiga, ibu ngejen ya! Sebentar lagi Ade bayinya akan keluar, ini baru kepalanya saja yang nongol." Ucap dokter.


Vio pun mengangguk pertanda mengerti, ia pun semakin erat memegang tangan Jeffry, sehingga membuat kukunya menancap, dan membuat Jeffry merasa sakit di tangannya.


Namun rasa sakit yang dialami Jeffry tak sebanding rasa sakit yang dialami sang istri dalam melahirkan.


Dan Vio pun mendorong nya dengan cara ngejen yang kuat, dibarengi dengan teriakan.


Ternyata bukan hanya Vio saja yang berteriak, Jeffry pun ikut berteriak lantaran cengkraman dari Vio semakin kuat.


Dan tak lama terdengar lah suara tangis bayi mereka.


Oeeekkkkk, oeeekkk.


"Wah selamat, anak pertama kalian laki-laki sangat tampan sekali." Ucap sang dokter, seraya menggendong bayi Vio dan Jeffry yang masih merah.


Ya, Vio dan Jeffry memang telah sepakat sebelum Vio melahirkan, mereka telah sepakat untuk tidak mengetahui terlebih dahulu jenis kelamin sang buah hati.


Dan hari ini, terjawab sudah, jenis kelamin anak pertama mereka berjenis kelamin laki-laki.


Mendengar hal itu membuat kedua pasangan suami istri itu menangis bahagia, akhirnya anak pertama mereka telah lahir ke dunia.


Sebelum membersihkan bayi itu, suster terlebih dahulu memberikannya kepada Vio, dengan senang hati Vio menerimanya.


Setelah berada di dalam pelukannya, Jeffry dan Vio pun tak henti-hentinya menitipkan air mata bahagia mereka.


"Sayang aku sangat bahagia karena sudah menjadi seorang ayah." Ucap Jeffry, seraya mengelus pipi putranya itu yang masih terdapat noda darah.


"Aku juga bahagia mas, akhirnya aku telah menjadi seorang ibu." Ujar Vio.


Tak lama, suster pun datang kembali. Dan mengambil bayi Vio dan Jeffry untuk dibersihkan.


Sementara menunggu bayi mereka yang tengah di bersihkan, Jeffry lebih memilih menemani Vio yang kini tengah dilakukan jahitan oleh dokter di area sensitifnya.


Setelah melakukan memberikan jahitan di area sensitifnya Vio, dokter itu pun pamit untuk keluar dari ruangan itu.


Dan tepat pada saat itu, bayi mereka pun sudah dibersihkan dan kini keadaan nya sudah tampan.