Violleta

Violleta
BAB 74



Mendengar suara seseorang, ia pun menengok ke arah sumber suara.


Setelah menengok ke arah sumber suara, terdapat lah seorang laki-laki yang sedang duduk di sofa yang berada di ruangan itu.


"Aku ada dimana mas?" Tanya Vio.


Ya laki-laki itu adalah Jeffry, sang suami.


"Kamu lagi ada di ruang istirahat pribadi aku yang."


"Oh jadi ini ruangan pribadi kamu!"


"Ya, lebih tepatnya ruangan istirahat aku, jika aku mengharuskan lembur, dan malas pulang jadinya aku nginap disini."


Dan Vio pun hanya ber "oh" riya'.


"Kita pulang yuk, kan nanti malam kita harus ke pertunangan sahabat aku."


"Emang pekerjaan kamu udah selesai mas!"


"Ada sih, tapi tinggal sedikit lagi ini, gampang itu mah, bisa dikerjakan di rumah."


"Yasudah kalau itu mau mas."


Mereka pun pulang ke rumah mereka bersama.


Skip time.


Malam hari pun tiba, disini lah Jeffry dan Vio berada.


Di sebuah hotel bintang lima, yang sedang melangsungkan acara lamaran dari salah satu sahabat Jeffry, yaitu Jhony.


Kini mereka berdua sudah berada di ballroom hotel, dan sedang menyaksikan acara pertukaran cincin yang di lakukan oleh kedua sejoli yang melakukan lamaran.


Riuh suara tepuk tangan pun terdengar, setelah acara pertukaran cincin telah selesai.


Dan kini semua para tamu yang hadir di acara itu pun mulai memakan makanan yang sudah tersedia, ada juga yang saling mengobrol.


"Halo bang Jef, hai kakak ipar." Sapa Chandra yang saat ini tengah menghampiri Vio dan Jeffry, sambil melambaikan tangannya.


Ternyata bukan hanya Chandra saja yang berada di sana, teman-teman seusianya pun ikut bersamanya, bahkan sang adik Jeffry pun ada.


"Oh ya. Bang, kakak ipar, kenalin nih temen-temen geng ane yang usianya sepantaran ane." Tunjuk Chandara kepada dua temannya itu.


"Nah kalau yang ini, kalian pasti sudah kenal lah ya." Lanjutnya lagi, kali ini ia menunjuk ke arah Nares.


"Halo." Sapa temannya Chandra sambil menjabat tangan, dan di balas oleh Vio dan Jeffry.


"Tumben lu ngomongnya ane, biasanya juga lu gua." Ujar Jeffry, kepada Chandra.


"Ye kan disini ada kakak ipar, jadi harus jaga image lah."


"Sok-sokan lu jaga image, biasanya juga malu-maluin."


"Lah bang jangan gitu ngapa, noh ada kakak ipar, jadi malu tau."


"Ya gak kakak ipar?" Tanyanya pada Vio.


Dan Vio pun hanya membalas dengan senyuman.


"Oh ya ngomong-ngomong kakak ipar cantik banget sih malam ini."


"Ngomong-ngomong hari ini aku tampan kan, jadi cocok dong bersanding dengan kakak ipar, apalagi kalau dansa berdua." Ucapnya lagi dengan wajah dibuat se-cool mungkin.


Dan semua orang yang ada di sana pun hanya memutar bola matanya jengah, lantaran gombalan dari Chandra.


"Dahlah, daripada lu gombalin bini orang aja, mendingan lu pergi, ganggu orang aja." Ujar Jeffry.


"Ye sewot, oh ya ngomong-ngomong anak-anak pada kemana bang?" Tanyanya.


"Mana gua tau."


"Cih, yaudah lah guys mendingan kita cabut aja dari sini, daripada disini kita tidak di anggap, sakit hati ini." Ucapnya dengan penuh drama.


"Heh, sudah sana lu hus. Lagian gua heran sama lu pada ko mau sih...