Violleta

Violleta
BAB 75



"Heh, yaudah sana lu hus. Lagian gua heran sama lu pada, ko mau sih berteman sama nih bocah satu, mana suka drama lagi anaknya." Ucap Jeffry, pada teman-temannya Chandra.


"Sebenarnya kita juga malas sih bang, berteman ama nih anak, cuman kita kasihan aja liatnya takut gak punya teman, makanya ama kita di ajak." Jawab salah satu teman Chandra yang bernama Jovan.


"Benar." Diikuti Nares, dan salah satu temannya lagi yang bernama Reyhan.


"Apa? Kenapa kalian tega sekali pada diriku." Ujar Chandra dengan wajah dibuat sedih.


"Udahlah lu gak usah kebanyakan drama, hidup kita aja udah penuh drama, ini lagi malah nge-drama."


"Siapa yang nge-drama bang?" Tanyanya.


"Ya lu siapa lagi."


"Kakak ipar liat, kelakuan suami kakak ipar."


"Sayang sudah jangan hiraukan dia." Bisik Jeffry pada Vio, namun masih bisa di dengar oleh Chandra dan kawan-kawan.


"Ah kalian tega sekali gak ada yang mau bantu aku, malah terus mendzolimi diriku."


"Siapa juga yang mendzolimi lu." Kali ini Nares yang berbicara.


"Betul tuh." Timpal Rayhan.


"Dah lah, kalian ini tega sekali, akan aku laporkan kalian pada kakak ku." Ujarnya dengan wajah yang seolah-olah sedang di bully.


Chandra pun beranjak dari tempat itu dan pergi menuju ke arah Johny dan Sierra.


"Jadi Chandra itu adiknya bang John, mas?" Tanya Vio pada sang suami, setelah melihat Chandra berjalan ke arah Johny dan Sierra.


"Hm. Bukan sayang, dia itu bukan adiknya bang Johny, tapi dia itu sudah di anggap sebagai adiknya. Kerena, bang Johny itu anak tunggal jadi dia menganggap Chandra sebagai adiknya, lebih tepatnya dia mengangkat Chandra sebagai adik angkatnya..."


"Oh jadi gitu."


Mereka pun mengobrol bersama, sampai akhirnya Chandra kembali lagi ke tempat duduk yang Vio, Jeffry dan teman-temannya tempati, bukan hanya seorang diri, ia datang bersama Johny dan Sierra.


"Halo bro aa Chandra datang kembali." Ujarnya dengan wajah tengil.


"Cih, lu itu kalau ngomong suka gak konsen tau gak, kadang lu gua, kadang ane, bahkan kadang aing." Cetus Reyhan.


"Suka-suka gua lah, mulut-mulut gua. Kenapa lu yang sewot."


"Sudah-sudah kalian ini kalau bertemu gak pernah tenang, selalu saja berisik." Lerai Jhony.


"Tau nih." Timpal Jeffry.


"Oh ya selamat ya bang, selamat ka." Ucap Vio kepada Jhony dan Sierra, serta menjulurkan tangan untuk berjabat tangan.


"Terima kasih." Jawab Jhony sambil membalas salaman Vio.


"Terima kasih, jangan panggil kakak, sepertinya kita seumuran." Jawab Sierra, sambil memeluk Vio setelah membalas salaman Vio.


"Baiklah."


Begitupun dengan yang lainnya, memberikan selamat kepada dua insan yang sudah menjalankan acara lamaran mereka.


Sampai terdengar suara teriakan dari seseorang ke arah mereka.


"Hey bro selamat ya, maaf kita-kita baru sampai." Ucap salah satu orang itu, yang tak lain Tio dan kawan-kawan, yang baru tiba di acara.


"It's okay, ngomong-ngomong thanks ya."