Violleta

Violleta
BAB 104



Awalnya Jeffry tidak setuju dengan keputusan sang istri, namun sang istri bersih keras untuk tinggal sementara di mansion keluarganya.


Mau tak mau ia pun mengijinkan nya, daripada istrinya itu semakin marah padanya.


Tak butuh waktu lama, Jeffry pun sampai di mansion keluarga Abimanyu, setelah memarkirkan mobilnya, ia pun segera keluar dan menuju pintu utama.


Ting tong, ting tong.


Jeffry pun memencet bel yang ada di samping pintu.


Tak lama pintu pun terbuka, pelayan yang membuka pintu itu pun lantas langsung menundukkan sedikit kepalanya terhadap Jeffry.


Karena yang bertamu pagi ini ia lah sang menantu dari keluarga Abimanyu.


"Silahkan masuk tuan." Ucap pelayan itu, setelah menundukkan kepalanya sedikit.


"Terima kasih." Jeffry pun masuk ke dalam mansion.


Kebetulan sekali nyonya Kayla tengah menuruni tangga, tanpa sengaja ia melihat Jeffry yang tengah berjalan ke arah ruang keluarga, diantara oleh pelayan tadi.


"Jeffry kamu sudah disini!"


"Assalamu'alaikum, mom." Ucap Jeffry, seraya menyalami tangan mommy Kayla sebagai tanda takzim.


"Wa'alaikum salam, ayo ikut mommy ke ruang makan. Kebetulan sekali kamu datang pagi ini, kita bisa sarapan bersama." Jawab nyonya Kayla sekaligus mengajak sang menantu untuk sarapan bersama.


"Terima kasih mom, tapi Vio nya di mana ya?" Tanya Jeffry setelah mereka sampai di meja makan.


"Vio masih ada dikamar nya, nanti juga turun. Tadi mommy sudah memanggilnya, sekarang kamu duduk lah." Jawab nyonya Kayla, seraya menyuruh Jeffry duduk di kursi.


"Iya mom." Jeffry pun patuh dan duduk di kursi.


Tak lama kemudian, Vio dan tuan Abimanyu turun ke bawah dan melangkah menuju ruang makan.


"Kalian sudah datang!" Ujar nyonya Kayla yang tengah menaruh sup iga kesukaan suaminya.


Jeffry pun menoleh ke arah yang di tuju nyonya Kayla.


"Assalamu'alaikum dad." Ucap Jeffry, ia pun berdiri dari duduknya dan menyalami tangan sang Daddy mertua.


"Wa'alaikum salam, duduklah kembali." Jawab tuan Abimanyu seraya tersenyum ke arah menantunya itu.


Sementara Vio hanya berdiam diri di tempatnya berdiri tadi.


"Vi kenapa diam saja? Duduklah, mari kita sarapan bersama." Ujar sang mommy kepada sang anak.


"Ah iya mom." Vio pun langsung duduk di dekat sang mommy.


"Kenapa duduk di samping mommy? Duduk sana di samping suami mu." Pinta sang mommy.


"Memangnya kenapa kalau aku duduk di samping mommy?" Bukannya beranjak dari tempat duduknya, Vio malah bertanya pada sang mommy.


"Ya tidak pa-pa, tapi kasihan suamimu duduk sendiri."


"Tapi mom..."


"Sudah jangan membantah, duduk sanah."


"Iya mom." Vio pun beranjak dari duduknya, dan melangkah menuju ke arah Jeffry, setelah itu ia duduk di samping sang suami.


Sementara nyonya Kayla, mengambilkan nasi dan lauk pauk kepada suaminya."


"Vi layani suamimu, ambilkan dia nasi beserta lauk pauk, bagaimana pun kamu masih istrinya. Sudah kewajiban kamu melayani suamimu." Ujar tuan Abimanyu, yang melihat sang anak malah mengambil makanan untuk dirinya.