
"Pasti mom, Vio akan selalu ingat pesan mommy ini, terima kasih karena mommy selalu mengingatkan Vio tentang kewajiban seorang istri."
"Sama-sama nak. Itu memang tugas dan kewajiban mommy, yasudah mommy cuman minta bantuan kamu untuk menjadi model baju yang mommy design, apa kamu mau?"
"Jadi mommy menyuruhku hanya untuk menjadi model design yang mommy buat?"
"Iya."
"Aku pikir mommy mau aku mengurus sementara butiknya mommy gitu."
"Tidak sayang, tapi kalau kamu tidak keberatan, mommy malah senang." Ucap mommy Kayla.
"Gak ah mom, Vio cuman mau jadi ibu rumah tangga aja, sebelum Vio diamanatkan untuk mengurus perusahaan nya Daddy."
"Iya sayang, mommy mengerti. Jadi bagaimana, kamu mau kan jadi model sementara nya mommy?"
"Tapi kenapa harus aku yang jadi modelnya mom? Bukannya banyak ya, model yang ternama?!"
"Mommy tau banyak model ternama, tapi mommy mau nya kamu, lagian anaknya mommy juga gak kalah cantik kaya para model."
"Isss, mom. Apaan sih, jangan bikin aku malu."
"Tapi emang kamu cantik sayang. Jadi bagaimana mau kan!"
"Emmm, aku minta ijin sama mas Jeffry dulu ya mom!"
"Yasudah lebih baik kamu bicarakan ini sama suami kamu, jika suami kamu mengijinkan mommy senang, jika tidak juga tidak apa-apa. Jangan kamu paksa, jika suami kamu tidak mengijinkan nya."
"Iya mom, Vio gak akan maksa mas Jeffry untuk mengijinkan Vio jadi model, walaupun jadi model brand nya mommy."
"Itu baru anaknya mommy, yasudah lebih baik temani mommy mendesign."
"Siap mom."
"Mas jadi gimana, apa aku boleh membantu mommy untuk menjadi model sementara?!"
"Kapan batas waktunya sayang?" Tanya Jeffry, sambil memeluk pinggang Vio, yang sedang merebahkan kepalanya ke dada bidang miliknya.
"Kata mommy, cuman sampai dua Minggu aja mas."
"Baiklah kalau hanya sampai dua Minggu. Tapi kamu gak pakai, pakaian seksi kan sayang! Soalnya aku gak mau tubuh seksi kamu dilihat oleh orang lain, hanya aku yang boleh melihatnya."
"Ya nggak lah mas, mommy ku itu gak pernah buat baju yang seksi, jadi kamu gak perlu khawatir, lagian aku juga tidak gak terlalu suka pakai baju yang seksi."
"Emmm baguslah, yasudah kita tidur."
"Iya mas."
Setelah lama berbincang, mereka pun mulai tidur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari berlalu, tidak terasa sudah hampir dua Minggu, Vio membantu sang mommy untuk menjadi model busana yang ia design.
Dan tepat hari ini, adalah hari terakhir ia menjadi model, dan banyak pula para agensi yang menaungi para model yang ingin mengontrak dia sebagai salah satu model di antara mereka.
Namun sayangnya, mereka semua ditolak. Lantaran Vio tidak mau menjadi model dan ia hanya akan fokus untuk menjadi ibu rumah tangga, sesuai yang ia impikan.
Disela-sela, aktivitas nya. Vio dikejutkan oleh sang suami, bagaimana tidak, lantaran sang suami ternyata sudah berada di lokasi syuting pemotretan yang ia lakukan.
"Mas, kamu ada disini?" Tanya Vio, setelah selesai pemotretan.
"Kenapa? Apa aku tidak boleh melihat istriku sendiri hm?!"
"Tidak. Bukan seperti itu, hanya saja aku pikir kamu sedang bekerja, memangnya...