
"Udah pada mau dateng." Lanjutnya lagi.
"Iyalah kita semua pada dateng, secara lu kan sobat karib kami, ya gak!"
"Iya." Jawab mereka serempak.
"Oh ya pada lanjut lagi gih, gua mau kesana dulu sebentar." Ujar Jhony pada teman-temannya.
"Baby kamu mau ikut sama aku, atau mau tetap disini aja?" Tanyanya pada Sierra.
"Disini aja honey gak masalah kan!"
"Of course, no problem. Kalau begitu aku ke sana dulu ya!" Ucap Johny pada sang tunangan, dan di balas oleh Sierra hanya dengan anggukan, setelah itu ia berbicara pada sahabat-sahabatnya. "Guys gua temuin rekan bisnis gua dulu ya."
"Oke." Jawab mereka.
Mereka pun berbincang, sementara Vio dan Sierra, serta beberapa perempuan yang dibawa oleh sahabat sari Jeffry, memisahkan diri dari para pria.
Agar bisa leluasa berbincang bersama, namun masih ditempat yang sama hanya meja saja yang berbeda.
Disaat mereka berbincang, tiba-tiba Dona datang menghampiri mereka.
"Hay Sierra, selamat ya atas pertunangannya." Ucap Dona pada Sierra, sambil memajukan tangan pertanda ingin bersalaman.
"Ya terima kasih." Jawab Sierra dan membalas salaman dari Dona.
"Oh ya, boleh aku ikut gabung? Udah lama loh kita gak ketemu, terakhir ketemu ketika aku masih pacaran sama Jeffry." Ucap Dona, sambil menyindir Vio, namun Vio tidak begitu menanggapi atas sindiran dari Dona.
"Terima kasih." Ujar Dona, dan ia pun duduk di salah satu bangku, yang kebetulan tidak di isi oleh siapapun.
"Oh ya. Gua gak nyangka sama kalian bertiga masih langgeng ya sama pacar kalian, apalagi loh ca, masih setia nungguin si Mark sampe lulus S2." Ujar Dona lagi, seolah-olah ingin memperlihatkan kepada Vio bahwa dirinya begitu akrab dengan kekasih dari sahabat Jeffry.
"Ya iyalah, kita mah setia gak pernah berkhianat apalagi nipu, dan bukan orang yang menjadikan suatu hubungan sebagai bahan taruhan." Celetuk salah satu wanita, yang bernama rose, yang tak lain kekasih dari zio.
Dan orang di sana pun hanya mengulam senyum, namun beda halnya dengan para pria ada yang sedang menhan tawa, tapi ada juga yang tertawa sampai terbahak-bahak.
Dikarenakan rose, berbicara dengan sedikit kencang, sehingga para pria yang ada di samping mereka sampai mendengar.
Dan hal itu pun telah berhasil membuat Dona marah, ia bahan mengepalkan kedua tangannya.
Namun ia, harus bersikap seolah-olah ia tak tersindir. Ia pun hanya mengulam senyum, beda lagi dengan hatinya yang begitu kesal atas sindiran yang dilakukan oleh rose terhadapnya.
Seketika tawa mereka pun berhenti ketika Jhony sampai ditempat mereka.
"Ada apa? Kenapa kalian tertawa begitu kencang? Apakah ada hal yang lucu?" Tanyanya ketika sampai di tempat para sahabatnya kumpul.
"Tidak ada, hanya saja ada pertunjukan menarik seorang telah menyindir seseorang." Jawab Chandra, masih dengan terkekeh nya.
"Ha." Ucap Jhony dengan wajah bingungnya.
"Sudah tidak perlu dipikirkan." Kali ini Tio yang bersuara.
"Yasudah, Jef lu mau kemana? Gua baru duduk lu malah berdiri." Ujarnya, ketika melihat...