
"Ya, aku sudah memaafkan mas Jeffry. Tapi jika mommy menyuruhku untuk kembali pulang ke rumahnya, maaf mom. Aku tidak bisa, rasa sakit dan kecewa ku terhadapnya masih belum hilang."
Nyonya Kayla pun hanya bisa menghela nafasnya, mendengar penuturan sang putri.
"Apa kamu yakin dengan ucapan tadi, sewaktu di ruang keluarga? Kau ingin tetap meminta perceraian dengan suamimu?" Tanya nyonya Kayla lagi.
"Iya mom, aku ingin berpisah dengan mas Jeffry." Jawabannya dengan lirih.
"Lalu bagaimana dengan anak kalian nantinya? Apakah kamu mau anakmu tumbuh tanpa seorang ayah? Apa kamu mau anakmu nantinya akan merasa paling tidak beruntung dari teman sekolahnya kelak?" Beruntun pertanyaan yang dilontarkan oleh Nyonya Kayla pada anaknya itu, Vio pun hanya diam menundukkan kepalanya, seraya mendengarkan perkataan dari mommy nya.
"Vi, mommy dan Daddy tau kamu bisa mengurus nya sendiri, tapi bagaimana pun anak masih membutuhkan kasih sayang yang lengkap dari orangtuanya, walaupun kamu tidak pernah melarang Jeffry untuk bertemu dengan anakmu nantinya. Tapi bukan itu yang diinginkan seorang anak, seorang anak menginginkan orang tuanya tinggal bersama."
"Pikiran kan kembali keinginan mu nak, jangan pernah menjadi orang yang egois, hanya karena dirimu merasa di bohongi lalu kamu mengorbankan kebahagiaan orang lain, mommy tau Jeffry salah dalam hal ini, karena ia tidak langsung memberitahukan kamu, tapi kamu juga harus tau alasannya kenapa Jeffry masih menyembunyikan rahasia ini darimu sampai sekarang. Cobalah bicara berdua dengannya, dan selesaikan masalah kalian berdua, mommy hanya berharap kamu urungkan niat kamu yang ingin berpisah dari suamimu." Ucap nyonya Kayla panjang lebar.
"Pikirkanlah baik-baik." Ucapnya lagi, setelah itu nyonya Kayla pun keluar dari kamar sang anak.
Setelah peninggalan mommy nya, Vio pun hanya bisa termenung memikirkan apa yang dikatakan oleh mommy nya tadi.
Apakah dia harus menerima pernikahan ini? Atau tetap meminta berpisah dari suaminya, Jeffry? Entahlah!
Tiga hari berlalu, kondisi Vio pun jauh lebih baik. Dan tiga hari lalu tepatnya pada hari Senin, Jeffry sudah mulai menjalankan perusahaan milik mertuanya itu. Yakni, ' Abimanyu group ' dan untuk perusahaan keluarganya, akan di jalankan sementara oleh sang adik yang dibantu oleh asisten nya selama ia bekerja di perusahaan keluarganya, yakni Roy.
Dan tiga hari juga Jeffry selalu menyempatkan untuk melihat keadaan sang istri dan juga calon anaknya.
Pada malam harinya, tepatnya di mansion keluarga Abimanyu, kini tengah berkumpul antara dua keluarga itu.
Tepatnya yakni mamah Anggun dan juga papah Putra, dan tak ketinggalan Jeffry yang saat ini tengah menjenguk Vio, dan sekaligus membawa oleh-oleh khas Jogja.
Dan untuk Nares, untuk malam ini ia tidak bisa ikut ke kediaman keluarga Abimanyu, lantaran ia harus mengerjakan beberapa berkas di perusahaan milik keluarganya.
Lantaran tadi pagi ia harus mengurusi klien yang menyewa nya sebagai pengacara. Jadi sebab itulah ia tidak sempat mengerjakan pekerjaan di perusahaan keluarganya.
Kembali ke kediaman keluarga Abimanyu. Setelah makan malam bersama, kedua keluarga itu sedang mengobrol di ruang keluarga, sambil meminum teh dan juga beberapa kue.
Setelah mengobrol beberapa hal, dan waktu pun sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Jeffry berserta kedua orangtuanya pamit untuk pulang, namun sebelum pulang mamah Anggun menyempatkan diri untuk mengobrol berdua dengan sang menantu.