
Mereka pun menuju ke arah Jhony dan Sierra untuk berpamitan.
Setelah berpamitan kepada kepada Jhony dan Sierra, beserta keluarga Jhony dan Sierra.
Jeffry pun kini menuju mobilnya.
Setelah beberapa jam, akhirnya mereka tiba di rumah tepat pada pukul 23:00 wib.
Setelah masuk kedalam rumah, tak butuh waktu lama mereka pun langsung membersihkan diri mereka.
Jeffry yang kini sudah membersihkan diri, kini tengah berada di ruang kerjanya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang belum sempat ia selesaikan.
Sementara Vio masih asik berendam di bathtub, setelah beberapa menit berendam, ia pun keluar dari kamar mandi dan menuju ke walk in closet hanya menggunakan handuk.
Setelah itu ia memilih baju untuk tidurnya, dan pilihannya tepat pada sebuah baju tidur yang seksi berwarna merah.
Setelah itu ia keluar dari walk in closet dan berjalan menuju meja rias, lalu ia menyemprotkan parfum ke leher jenjangnya, serta mengoleskan liptin yang berwarna merah.
Setelah semuanya selesai, Vio pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang, sambil membaca majalah yang ada di atas meja yang berada di depan ranjangnya.
Dengan kaki yang diangkat ke kaki satunya, sehingga memperlihatkan paha mulusnya.
Dan yang dilakukan oleh Vio tak luput dari penglihatan seseorang yang sedang berdiri mematung di depan pintu, yang tak lain adalah Jeffry.
"S-sayang!" Ucap Jeffry, ia pun melangkah menuju sang istri.
"Mas, kamu darimana saja? Aku nungguin kamu loh!" Ujarnya masih dengan posisi semula.
"Aku tadi dari ruang kerja, menyelesaikan pekerjaan yang tertunda." Jawab Jeffry, dengan nada agak terbata, karena gagal fokus.
"Mas, boleh aku minta sesuatu sama kamu mas?"
"Apa itu." Jawab Jeffry, yang kini sudah duduk di samping Vio.
Setelah itu ia mulai mendekati sang suami, yang kini masih dalam posisi duduk, sambil melihat apa yang akan dilakukan oleh sang istri.
Setelah berada di dekat sang suami, Vio pun langsung duduk di pangkuan suaminya.
Dan hal itupun berhasil membuat Jeffry terkejut, namun ia merubah rasa terkejutnya dengan wajah santai.
Ia ingin tau apa yang akan dilakukan oleh sang istri pada dirinya.
"Ada apa hm!" Tanya Jeffry pada sang istri yang kini telah duduk di pangkuannya.
Bukannya menjawab, justru Vio mendorong tubuh Jeffry hingga terlentang di atas ranjang.
Ia pun beralih duduk di atas perut sang suami.
Dan lagi-lagi yang dilakukan oleh Vio, berhasil membuat Jeffry terkejut, pasalnya istrinya itu tidak seagresif ini.
Namun kemudian ia tersenyum melihat perilaku sang istri yang menurutnya sangat agresif ini, dan ia pun mulai menyukainya.
Beralih ke Vio, yang kini masih duduk di atas perut sang suami.
Namun kini tangannya mulai nakal ia mengelus wajah sang istri dengan jari lentiknya, dari kening, hidung, bibir, dan sampai ke perut kotak-kotak nya.
Vio pun perlahan mulai meraba dan mengelus perutnya dan kini menuju dada bidangnya.
Setelah itu ia pun mulai membuka kancing piyama sang suami satu persatu.
Dibawah sana, Jeffry hanya memperhatikan tindakan yang dilakukan oleh sang istri yang kini masih berada di atas tubuhnya.
Dan tangannya hanya memegang pinggang sang istri, ingin sekali ia menyentuh dua buah kenyal milik....