Violleta

Violleta
BAB 53



"Tentu itu tidak akan terjadi, aku jamin gak bakal ada wanita ketiga diantara kita, dan aku bakal akan selalu ada di samping kamu, bagaimana pun keadaan nya."


"Tapi itupun jika kamu masih mau disisi ku, di saat nanti semuanya terbongkar. Tapi aku berharap kamu mau tetap bersama ku, walaupun aku bukan orang yang kamu cintai, karena sejujurnya aku sudah mencintai kamu, dan tidak ingin kehilangan dirimu Tania Violleta." Lanjutnya dalam hati.


"Aku pegang kata-kata kamu."


"Iya sayang, yasudah kalau begitu aku ke sana dulu ya." Ucap Jeffry.


Dan Vio pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Setelah kembalinya Jeffry dari membeli air minum, mereka pun makan bubur ayam bersama.


Di saat asik sedang menyantap sarapan mereka, tiba-tiba ada yang menegur mereka.


"Woy Jef, lu disini juga!" Tanya seseorang itu.


"Weh bang Jhon, lu juga sedang disini juga! Sama siapa bang?"


"Sama istri gua, tuh dia lagi beli air mineral." Ucap Jhonny, sambil melirik ke arah toko yang tadi sempat Jeffry datangi.


"Ohhh." Jawab Jeffry dengan menganggukkan kepalanya.


"Honey." Sapa seorang wanita yang ternyata adalah istri dari sahabat Jeffry, yaitu Jhonny.


"Oh, sudah." Tanyanya, dan wanita itu hanya menganggukkan kepalanya.


"Oh hay Jef, lu disini juga! Oh ya dia..."


"Oh, perkenalkan dia istri gua." Tunjuk nya ke arah Vio.


"Halo, perkenalkan Rebecca, istri dari Jhonny." Sapa Rebecca, sambil menjulurkan tangannya kepada Vio.


"Violleta, panggil saja Vio." Jawab Vio, sambil membalas uluran tangan dari Rebecca.


"Loh, ko lu gak ngasih tau gua sih." Kesal Jeffry kepada sahabatnya itu.


"Oho, sorry bro, gua gak ingat." Jawab Jhonny dengan cengengesan.


"Sudah-sudah, yang penting lu udah tau." Ujar Rebecca.


"Yasudah kita pamit dulu, jangan lupa datang ya, Vio."


"Baik mba." Jawab Vio dengan ramah.


Setelah kepergian Jhonny dan istrinya, mereka pun kembali menyantap bubur ayam yang tadi belum sempat di habiskan.


Setelah selesai menyantap bubur ayam, Jeffry dan Vio memutuskan untuk kembali ke kediaman keluarga Abimanyu.


Di lain tempat, tepatnya di rumah Dona. Setelah mereka kembali dari kediaman keluarga Abimanyu, mereka sempat kesal, apalagi Dona, ia kesal lantaran orang yang diimpikan untuk menjadi suaminya ternyata menikah dengan sepupu angkat yang ia benci.


"Ahhhhh, sial. Kenapa harus wanita itu sih."


"Ada apa sih, pagi-pagi sudah teriak aja." Ucap mommy Sarah.


"Mom, aku tuh lagi kesal sama wanita sialan itu, kenapa sih hidup dia tuh selalu beruntung, dan juga apa yang aku inginkan selalu saja Vio yang mendapatkannya." Geram Dona.


"Jadi benar, suaminya Vio mantan kamu?"


"Emmm." Jawab Dona.


"Astaga Dona, kenapa sih kamu tuh bodoh banget, kenapa kamu melepaskan tambang emas coba. Coba kamu bayangkan, kamu jadi nyonya Syahputra, pasti hidup kita akan mewah, dan kamu juga akan disegani, lantaran kamu adalah istri dari pengusaha terpandang, walaupun perusahaan Jeffry tidak sekaya milik perusahaan Daddy nya Vio, tapi perusahaan Syahputra company itu masuk jajaran perusahaan terpandang ke dua setelah perusahaan Abimanyu group." Ucap panjang mommy Sarah.


"Sudah lah mom, lagian siapa juga yang mau...