Perfect Husband (El & Luna Series #1)

Perfect Husband (El & Luna Series #1)
Flasback (Bram & Tommy)



Liburan pun berakhir kini mereka sudah kembali ke tempat semula. Waktu tiga hari rasanya masih kurang mengingat mereka akan jarang bisa berkumpul seperti itu lagi.


"El, Ini resume calon karyawan baru yang lolos tahap kedua dan sudah melewati beberapa tes termasuk interview. Tinggal lo yang nentuin mana yang bakalan diterima." Kata Daniel menyerahkan beberapa lembar kertas resume calon karyawan baru pada El. El melihat satu persatu hasil dari tes mereka semua dan mulai memilih beberapa nama yang lolos dan akan bekerja di DM Group.


"Hasil tes mereka bagus, Tapi mereka tetap harus melewati masa magang selama tiga bulan." kata El sambil menyerahkan tiga lembar kertas yang sudah ia pilih. Daniel mengangguk lalu kembali keruangan nya.


***


Sejak malam itu, Kenan terus terpikir oleh sosok Eriska. Ia merasa sangat kasian pada gadis itu dan berniat untuk membantunya namun bagaimana caranya dan harus seperti apa agar niatnya tersampaikan. Ia terus memikirkan cara agar bisa membantu Eriska karena ia tau tidak mudah membujuk gadis satu itu.


Tok......Tok.....Asik berpikir, Seseorang mengetuk pintu ruangannya.


"Masuk." Kata Kenan


"Pak, Bagaimana dengan permintaan tenaga baru dibagian cleaning service apa sudah bapak setujui? Mereka terus mendesak untuk meminta tambahan anggota karena kewalahan membersihkan seluruh kantor." Ucap staf HRD, Kenan menarik nafasnya dalam. Karena sibuk memikirkan cara untuk membantu Eriska, Ia sampai lupa dengan masalah yang ada dikantornya.


"Baiklah, Nanti akan saya pikirkan baik-baik." Sahut Kenan sambil memegangi kepalanya seperti orang yang lelah berpikir padahal sejak tadi ia hanya memikiran bagaimana cara untuk membantu Eriska. Staf itu pun pamit dan langsung keluar dari ruangan Kenan.


"Cleaning service" Kenan langsung meraih jas hitamnya dan mengambil kunci mobilnya lalu pergi untuk menemui Eriska di toko bunga tempatnya bekerja disiang hari.


***


"Bos, Anak buah kita lolos dan diterima bekerja di DM Group milik Elang Wirayudha." Mendengar laporan dari bawahan nya pak Tommy tertawa puas. Ia bisa menjamin jika ini adalah awalndari kehancuran DM Group sekaligus anak tunggal Bram.


"Harusnya kamu mati sejak dulu bersama ibumu, Tapi karena takdir berkata lain. Kamu selamat dan tumbuh dewasa menjadi kebanggaan orangtua mu si bang*at Bram. Tapi tidak lama lagi kamu akan hancur, Dan kedua orangtua mu menangis dari neraka menyaksikan kehancuranmu." Kata pria yang memiliki umur tidak jauh dari pak Bram.


-Flashback-


Saat itu Bram, Dewa, Wira serta Tommy merupakan satu anggota kelompok yang sangat kompak mereka berempat bersahabat baik. Namun diantara keempat pria yang masih kuliah itu, Hanya Tommy yang memiliki latar belakang dari keluarga yang berkecukupan. Sedangkan Dewa, Wira bahkan Bram adalah orang-orang sederhana yang untuk biaya kuliah saja mereka bertiga harus bekerja banting tulang mencari uang. Walau terlahir dari keluarga mampu dan berkecukupan Tommy tidak pernah membedakan status sosial diantara mereka berempat, Bahkan tak jarang Tommy membantu mereka bertiga. Sampai suatu hari Tommy jatuh cinta pada mahasiswi ajaran baru yang tak lain adalah Hanum, Ibu dari El. Setiap hari ia berusaha mendekati gadis berparas cantik dengan mata sendu itu. Ketiga sahabatnya pun tau tentang perasaan Tommy untuk Hanum bahkan mereka bertiga sering menjadi postman Tommy untuk memberikan surat pada Hanum dan yang paling sering mendapatkan tugas itu adalah Bram.


Karena Bram adalah tipe orang yang santai, Mudah berbaur dengan orang lain, Pintar bicara serta paling tidak bisa diam. Itu sebabnya Tommy suka meminta bantuan dari Bram, Dan Bram dengan senang hati membantu sahabatnya itu.


Hingga suatu hari saat Bram memberikan surat yang entah sudah keberapa Hanum tiba-tiba menolak surat itu.


"Bukan dia orang yang aku suka. Ada orang lain yang bener-bener udah nempatin hatiku bahkan saat pertama kali ngeliat dia aku menempatkan nya dalam hatiku sebagai seorang penjaga hati." Ucap Hanum jujur membuat Bram bingung harus mengatakan apa pada sahabatnya, Tommy.


"Tugasku cuma menyampaikan surat ini, Ada baiknya kamu ketemu dulu sama Tommy dan jelaskan sendiri apa yang sebenarnya kamu rasakan. Kasian dia kalo terus-terusan berharap sama gadis yang sudah memiliki tambatan hati." Jawab Bram memberikan saran. Tidak lama Hanum memberikan selembar surat balasan untuk diberikan pada Tommy.


"Aku harap setelah membaca surat itu, Tommy bisa mengerti." Ucap Hanum dan setelah memberikan surat itu, Ia pergi bersama teman-temannya. Kini giliran Bram mendatangi Tommy untuk menyerahkan selembar balasan dari seribu surat yang sudah ia kirimkan.


"Tom, Coba tebak aku bawa apa buat kamu?" Kata Bram menghampiri Tommy saat ia ingin pulang.


"Apa?" Tanya Tommy penasaran, Ia sangat berharap jika itu adalah sebuah balasan dari Hanum untuknya dan benar saja, Saat Bram mengeluarkan amplop berwarna kuning telur itu dan memamerkan nya pada Tommy membuat Tommy seketika sumringah bahagia bukan main.


"Aku kasih tau isinya besok, Sekarang aku mau pulang baca surat dari Hanum." Ucap Tommy tersenyum lalu pergi.


Sesampainya dirumah, Tommy langsung membuka surat itu. Ia benar-benar sudah tidak sabar ingin tau apa isi dari surat itu. Belum lama ia membaca, Tommy langsung meremas kertas bermotif itu. Wajahnya yang sejak tadi dipenuhi senyuman kini berubah menjadi merah padam.


Ia langsung mengambil kunci motornya dan kembali ke kampus untuk menemui ketiga sahabatnya.


"Loh, Bukannya kamu baru aja pulang. Kok balik lagi?" Tanya Dewa heran saat melihat Tommy ada disana.


"Bram dimana?" Tanya Tommy serius membuat Dewa heran melihat tingkahnya yang tidak biasa.


"Dikantin sama Wira." Sahut Dewa ragu melihat Tommy yang kelihatannya sedang marah bahkan terlihat sangat marah saat ini. Tidak menunggu lama Tommy langsung mendatangi Wira dan Bram yang sedang makan dikantin. Jika hari jum'at seperti ini kantin kampus akan memberikan diskon 50% untuk semua harga makanan dan minuman sehingga hari jum'at adalah kesempatan besar untuk para kalangan nenengah kebawah seperti Bram dan Wira yang memang sudah lama menjadi kalangan paling bawah.


Dilihatnya Bram dan Wira sedang makan mie instant rebus sambil terus mengobrol dan sesekali tertawa lepas. Tommy langsung menghampiri dan tanpa bicara apapun Tommy langsung memukul Bra membuat seisi kantin kaget.


"Apa sih Tom? Becanda kamu gak lucu tau gak." Ucap Wira kesal, Sedangka Bram masih mencoba menghilangkan rasa sakit hasil dari pukulan Tommy.


"Mulai hari ini dan seterusnya kamu bukan lagi sahabat ataupun temanku!" Ucap Tommy penuh amarah.


"Tom, Kamu apa-apaan sih? Aku bikin salah apa sama kamu sampai-sampai-sampai kamu marah gini sama aku." Ucap Bram berdiri dari tempa duduknya.


"Kamu baca itu baik-baik!" Kata Tommy menepuk dada Bram keras sambil memberikan surat balasan dari Hanum tadi. Karena penasaran Bram langsung membacanya dan betapa kagetnya ia saat Hanum mengakui perasaan nya lewat selembar surat itu namun bukan pada Tommy melainkan pada Bram. Sekarang ia tau alasan Tommy marah padanya, Ini semua karena isi surat tersebut.


"Tom, Aku gak tau apa-apa sumpah. Sepenuhnya aku dukung kamu sama dia, Sedikitpun aku gak pernah mikir untuk mengkhianati kamu." Kata Bram membela diri namun percuma saja Tommy tidak mau mendengar hal apapun itu yang dikatan oleh Bram walau ia mengatakan kejujurannya. Karena kesal Tommy kembali memukuli Bram hingga sukses membuat keributan ditempat itu.


"Andai aku tau dari awal, Mungkin aku gak akan melibatkan kamu!" Ucap Tommy sambil terus memukuli Bram. Ia menyesal karena sudah percaya pada Bram untuk menjadi perantara nya dengan Hanum.


Tidak lama Hanum datang dan melerai mereka berdua


"Cukup!" Teriak Hanum membantu Bram berdiri membuat Tommy merasa makin kesal dan marah.


"Aku yang salah karena sudah menolak cinta kamu bukan Bram. Dia cuma sebagai perantara, Dia gak tau apa-apa." Bela Hanum pada Bram.


"Kamu pikir kamu siapa hingga bisa sebangga itu karena sudah menolak ku? Kamu hanyalah salah satu wanita miskin yang tidak pantas berdampingan denganku! Sama seperti pria yang sedang kamu bela itu." Kata Tommy menghina keduanya.


"Tom, Kamu kenapa sih jadi gini? Inget Bram itu sahabat kita jangan sampai persahabtan kita hancur hanya karena seorang wanita." Ucap Wira menenangkan Tommy, Namun karakter Tommy yang sangat keras kepala itu tidak bisa dilunakan dengan cara apapun.


"Tom, Aku udah jelasin ke kamu. Aku sendiri benar-benar gak tau kalo isi surat itu begitu. Sumpah Tom, Sedikitpun aku gak pernah mengkhianati kamu." Kata Bram jujur namun percuma Tommy tetap kukuh pada pemikiran nya sendiri.


Bersambung


besok kita sambung yes.....Mata udah gak kuat, Tetap terus dukung novel ini ya 😘😘😘😘🥰