
"Sebenernya ada apa sih Lun? Kok kamu tiba-tiba nampar dia?" Tanya Dara penasaran saat mereka berada didalam kelas.
"Ya karena dia itu emang pantas dapetin itu." Luna lalu menceritakan semua kejadian yang ia alami saat malam itu.
"Kok kamu gak cerita sih? Tau gitu aku duluan yang nampar tuh cowok! Tadinya aku sempat suka sama dia karena mukanya yang ganteng dan keren itu, Ternyata dia itu cowok brengsek." Kata Dara menanggapi cerita Luna, Ia bahkan sambil memukul meja membuat beberapa orang melihat kearah mereka berdua.
"Makanya jangan suka menilai orang dari luarnya." Sahut Luna sambil mengeluarkan buku tebal dari dalam tasnya.
"Pagi....." Ucap dosen yang baru saja memasuki kelas membuat suasana riuh mendadak sunyi sepi.
"Sebelum kita mulai kelas kita hari ini, Saya mau memperkenalkan teman baru untuk kalian semua. Silahkan masuk" Ucap dosen tadi dan anak baru yang dimaksud pun masuk kedalam kelas. Suasana langsung ribut saat anak baru itu masuk terutama teriakan para gadis-gadis yang ada disana. Tidak terkecuali Luna dan Dara, Mereka berdua sama-sama kaget saat melihat orang yang sedang disoraki para gadis itu.
"Tolong tenang." Kata dosen tadi memukul mejanya.
"Silahkan perkenalkan nama kamu."
"Gue Andra." Katanya singkat tidak tertarik dengan acara perkenalan itu apalagi setelah melihat wajah Luna yang saat itu juga menatapnya tajam.
"Wow..... Cool banget sih, Tipe gue banget." Ucap salah satu gadis yang ada disana kembali memulai keributan.
"Silahkan duduk dibelakang sana." Tunjuk dosen mengarah ke meja dibelakang meja Luna membuat Luna, Dara dan Andra kaget.
"Maaf, Tapi apa gak ada tempat lain selain disana?" Kata Andra pada dosen.
"Disini kosong." Teriak salah seorang gadis berwajah cantik dan dandanan yang lebih menonjol dibanding yang lain. Andra melihat kearah bangku itu dan langsung menuju kesana. Ini lebih baik pikirnya ketimbang harus duduk di belakang Luna.
Semua orang menyoraki Andra saat duduk dibangku itu dan sebagian mengatakan kalau mereka berdua sangat cocok.
"Ih gak tau aja kalo cowok itu brengsek." Cibir Dara memutar bola matanya.
"Udahlah, Gak usah dihiraukan." Sahut Luna cuek tetap fokus pada buku yang ia baca.
***
Pelajaran sastra pun selesai, Orang-orang ramai keluar kelas termasuk Andra yang langsung ingin pergi dari kelas itu.
"Tunggu bentar." Lengan Andra ditarik oleh Queenza, Gadis yang memberinya tempat duduk.
"Ummm.......Karena kamu baru, Mau aku ajak jalan-jalan disekitar kampus?" Katanya menawari Andra, Andra sempat diam memikirkan tawaran Queen lalu ia setuju dengan ajakan itu. Mereka berdua lalu pergi dari kelas bersama-sama.
"Aku akuin dia itu emang ganteng, Tapi gak tau kenapa aku ilfeel sama dia." Dara kembali angkat bicara mengomentari Andra.
"Kita kekantin yuk, Laper." Sahut Luna seolah cuek dengan semua yang terjadi dikelasnya hari ini.
Dara dan Luna lalu pergi kekantin untuk makan siang, Seperti biasa Luna makan dengan bekal yang ia bawa dari rumah sedangkan Dara jangan ditanya, Gadis berambut panjang dan ikal itu sudah menyantap bakso 1 mangkok dan jus apel kesukaannya.
"Eh ngomong-ngomong abang kamu siapa namanya?" Tanya Dara masih penasaran dengan El, Ini pertama kalinya El mengantar Luna kekampus.
"Namanya El......"
"El......El doang?" Luna lalu diam sejenak berusaha mengingat nama lengkap El.
"El......El siapa ya.....Aku lupa yang jelas panggilannya El."
"Ummmmm......Dia udah punya pacar belum?" Kata Dara sambil tersenyum malu-malu.
"Pa....Pacar? Ummmm gak tau deh."
"Kenalin aku dong sama kakak kamu. Please......Dia tuh perfect banget jadi cowok eh bukan cowok tapi dia itu laki-laki." Tambah Dara memuji El didepan Luna, Luna hanya menggeleng sambil tersenyum melihat tingkah Dara yang sedang membayang wajah El sambil senyum-senyum.
***
"Lo lagi ngeliatin apa sih? Keburu dingin tuh makanan lo." Tegur Ryan melihat Andra sedang fokus melihat kearah depan. Ia lalu mengikuti arah pandangan Andra tetapi karena disana banyak orang Ryan tidak tau siapa yang menjadi titik fokus Andra saat itu.
"Lo tau nama cewek yang pake baju putih disana?" Kata Andra masih tetap fokus pada Luna. Ryan langsung mencari orang yang dimaksud Andra.
"Yang mana? Disana ada 5 cewek yang pakai baju putih."
"Tuh duduk di meja pojok bedua sama temennya yang pakai jaket jeans." Ryan pun langsung melihat orang yang dimaksud Andra.
"Oh, Luna.....Namanya Aluna Dewi Mentari umurnya 18 tahun ambil jurusan bisnis." Andra sempat kaget mendengar penjelasan mendetail dari Ryan, Ia tidak tau kalau Ryan sangat tau tentang Luna.
"Segitu taunya lo sama orang." Celetuk Andra lalu meminum jus jeruk yang ada digelasnya.
"Tau lah, Dia itu masuk daftar cewek tercantik dikampus ini lebih-lebih dia itu juga pintar banget anaknya. Jenius, Kalo cewek cantik kan jarang-jarang pintar nah beda sama Luna. Udah cantik, Pintar pula. Itu yang bikin dia masuk dalam kategori cewek populer dikampus." Mendengar itu semua Andra hanya menaikan kedua alisnya meremehkan semua yang dikatakan Ryan tentang Luna.
"Eh tapi asal lo tau aja ya, Dia itu tipe cewek dingin banget. Banyak yang udah berusaha deketin dia tapi gak ada hasilnya boro-boro jadian. Dapetin nomer hapenya aja gak bisa, Tapi malah itu yang jadi daya tariknya." Ryan lalu mendekati Andra dan setengah berbisik padanya.
"Dan gosipnya, Queenza aja jealous sama Luna karena menyaingi kepopuleran nya." Tambahnya sambil berbisik.
Mendengar semua itu Andra menyunggingkan sudut bibir atasnya tersenyum tapi seolah mengejek.
"Gue gak tertarik model cewek kek dia." Kata Andra sombong sambil memutar korek gas yang ada ditangannya dan terus melihat kearah Luna.
"Jangan sombong lo, Lo belum aja kena daya pikatnya. Kalo lo udah kena daya pikatnya gue jamin lo bakal ngejar-ngejar dia kek anak-anak yang lain."
"Bodo amat, Daripada sama tuh cewek mending gue jomblo seumur hidup."
"Oke......Gue keep and save omongan lo ya. Jadi suatu hari kalo lo beneren jatuh cinta sama dia dan ngejar-ngejar dia motor kebanggan lo buat gue. Gimana setuju?" Ryan mulai memanasi Andra yang tidak tertarik sama sekali pada Luna. Mendengar taruhan yang diberikan Ryan, Andra tertawa geli.
"Jangankan motor. Mobil, Hape, Credit card bakal gue kasih ke lo." Jawabnya yakin dan pasti.
***
Sedangkan El yang sedang sibuk dikantornya dengan setumpuk kerjaan yang setia menunggunya tiap hari.
"Masuk" Kata El saat ada yang mengetuk pintu ruangannya.
"Lagi sibuk ya pak El?" Ucap orang itu saat memasuki ruangan El. Saat mengetahui sipemilik suara itu El buru-buru berdiri menghampirinya.
"Bunda, Bunda sama siapa?" Katanya mempersilahkan wanita yang ia panggil bunda untuk duduk.
"Sama pak Rasyid, Bunda kangen banget sama kamu. Kamu kok sekarang gak pernah pulang?" Ucap wanita paruh baya yang bernama Melani itu, Walaupun El hanyalah anak angkat bagi bu Melani dan pak Angga Wirayudha tetapi kasih sayang kedua orang tua itu pada El melebihi segalanya. Setelah diadopsi oleh keluarga barunya El hidup dengan layak, Berkecukupan dan semua terpenuhi termasuk cinta dan kasih sayang orangtua yang sejak dulu ia inginkan.
"Yang namanya kerjaan kalo diikutin gak ada habisnya." Sahut bu Mela agak sinis menanggapi ucapan anaknya.
"Iya udah iya, Maaf. Ya udah hari ini khusus buat bunda, Bunda mau apa dan kemana El anterin." Mendengar ucapan anaknya bu Mela yang tadinya memasang raut wajah agak masam langsung tersenyum lebar.
"Nah gitu dong, Udah lama banget kan kita gak habiskan waktu sama-sama. Kalo gitu kita makan siang dulu yuk, Kamu pasti belum makan siang kan?" El baru ingat kotak makan yang diberiakan Luna untuknya.
"Ummmmm......El baru aja selesai makan, El temenin bunda makan aja ya." Alasan El, Padahal ia belum makan siang sama sekali.
"Ya udah kalo gitu, Kita ke cafe langganan kita aja ya." Kata bu Mela, El tersenyum sambil mengangguk. Setelah memberitahu sekertarisnya ia langsung pergi menemani bu Mela.
***
Sesampainya dicafe bu Mela memesan beberapa menu makanan salah satunya makanan kesukaan El. Sedangkan El hanya memesan secangkir coffe latte.
"El, Bunda hari ini janjian lo sama temen bunda. Dia boleh gabung kan sekalian sama kita?" Tanya bu Mela sambil menunggu pesanan datang.
"Ya bolehlah bun, Nikmati waktu bunda." Jawab El tersenyum pada bu Mela.
"Jeng Lina..... " Panggil bu Mela sambil melambaikan tangan pada seorang wanita paruh baya. Wanita itupun tersenyum sambil berjalan kearah meja El dan bu Mela.
Seperti ibu-ibu kebanyakan, Saat mereka bertemu mereka akan saling peluk dan mencium pipi kanan juga kiri.
"Aku udah pesenin makanan, Kamu mau nambah atau pesen minuman." Tawar bu Mela pada bu Lina. Bu Lina lalu memanggil pelayan cafe dan memesan dua gelas minuman.
"Mana Karina?" Tanya bu Mela pada bu Lina teman satu arisannya. Sedangkan El hanya sibuk memainkan hapenya sekekali ia tersenyum pada bu Lina.
"Masih ditoilet, Biasalah anak cewek ribet."
"Nih kenalin arjunaku, Namanya Elang." Kata bu Mela memperkenalkan El pada temannya, El langsung menyimpan hapenya lalu bersalaman pada bu Lina dan memperkenalkan dirinya.
"Siang tante, Saya El." Katanya tersenyum memamerkan lesung pipi dalam diwajah tampannya, Membuat bu Lina terkesan melihat pria berumur 30 tahun itu.
"Kamu ganteng banget sih, Umur kamu berapa? Dan kerja dimana sekarang?" Tanya bu Lisa, Jujur El kurang suka jika ditanya mendetail seperti ini saat pertemuan pertama.
"Umur saya 30 tahun dan kerja di Most Group." Walaupun kurang menyukai pertanyaan yang diberikan bu Lina, El tetap menjawabnya dengan sopan.
"Oh, Itu bukannya perusahaan majalah terkenal ya? Dibagian apa?" Tambahnya lagi.
"Dia ini loh pem-....."
"Saya dibagian perencanaan." Sambar El sebelum ibunya melanjutkan ucapannya. Bu Mela melihat kearah El sambil mengerucutkan dahi sedangkan El hanya tersenyum pada bu Mela.
"Oh gitu ya....."
"Maaf lama." Ucap seorang gadis bertubuh tinggi yang baru saja tiba.
"Sini duduk, Kenalin ini temen mamah. Namanya bu Mela dan ini anaknya El." Gadis itupun menyalami El dan bu Mela sambil memperkenalkan diri.
"Karin kamu cantik banget sih." Puji bu Mela pada Karin anak temannya itu.
"Makasih tante." Jawab Karin sambil tersenyum, Matanya kadang mencuri-curi pandang pada El yang duduk dihadapannya membuat El agak risih.
Setelah selesai makan siang bersama, Mereka berempat lalu berpisah tetapi sebelum berpisah bu Mela mengambil beberapa photo mereka termasuk photo El dan juga Karin.
***
"Gimana Karin? Dia cantik kan? Lulusan universitas oxford loh, Ditambah lagi dia model papan atas." Puji bu Mela didepan El, El hanya tersenyum ia sudah tau maksud dari ibunya itu.
"Bunda mau El anter kemana?" Tanya El mengalihkan pembicaraan membuat bu Mela kesal dengan tingkah anaknya yang cuek.
"Tau gak, Bunda tuh iri sama temen-temen arisan bunda. Tiap arisan yang diceritain mereka itu anaknya yang mau nikah, Cucunya yang lucu-lucu, Menantunya yang lagi mabuk berat karena hamil."
"Uhuuukkkkk......"Mendengar semua keluhan ibunya, El tersedak. Ia tidak menyangka jika ibunya sudah memikirkan jauh kesana.
"Lagian umur kamu itu sudah cukup matang, Ditambah lagi kamu mapan dan juga tampang kamu juga gak ngecewain. Tiap hari kerja ketemu cewek-cewek cantik, model-model berkelas. Masa Satupun gak ada yang nyangkut dihati kamu? Atau kamu udah punya pacar tapi masih dirahasiain?" Mendengar semua serangan dari bu Mela membuat El benar-benar merasa gerah.
"Apa sih bunda? Kalo udah waktunya juga El pasti nikah." Katanya berusaha santai padahal ia mulai terusik dengan semua ceramahan ibunya itu.
"Iya bunda tau, Tapi waktunya itu kapan? Bunda loh udah tua, Ayah juga udah tua. Mau sampai setua apa bunda dan ayah bisa ngeliat kamu menikah?"
El menarik nafas panjang, Kalau membahas tentang pernikahan El memang tidak pernah menang dari ibunya.
"Ya udah entar El cari-cari dulu." Maksud hati ingin menyudahi semua percakapan itu tapi bu Mela kembali menembak El dengan semua senjata andalannya.
"Kok nyari? Tadi si Karin emang gak masuk kriteria kamu? Dia loh sempurna banget menurut bunda."
"Itukan menurut bunda bukan menurut El."
"Iya juga sih, Tapi gak ada salahnya dong kalo dicoba deketin dia. Kali aja kalian jodoh, ya kan?"
"Hmmmmm......Iya-iya.....Nih mau El anter kemana?"
"Kerumah kamu." El langsung mengerem dadakan mobilnya membuat bu Mela hampir terbentur dashboard mobil El.
"El.....Kamu apa-apaan sih?" Protes bu Mela.
"Ma....Maafin El bun. Bunda mau kerumah El maksudnya?" Kata el mengulang ucapan bu Mela.
"Iya, Bunda mau nginep disana. Udah lama gak nginep disana, Kangen pengen masak bareng bi Irah juga." El langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kenapa?" Tanya bu Mela penasaran melihat El yang terlihat bingung.
"Huh? Ummmm......Bunda udah izin sama ayah?"
"Udah, Malahan ayah juga nanti sore nyusul nginep dirumah kamu juga."
"WHAT?"
BERSAMBUNG dulu yeee 😊
Chapter berikutnya semoga si Andra udah muncul ya.....🤗