
Dan benar saja, Lyn benar-benar menjalankan aksinya. Ia kembali berulah dengan cara menghamburkan uang milik calon suaminya tersebut. Bukannya marah, kesal ataupun menggerutu atas sikap boros Lyn. Alan malah dengan senang hati menuruti dan memenuhi semua keinginan gadis itu.
"Kita lihat, siapa yang akan menyerah." Kata Alan dalam hati memperhatikan Lyn yang sibuk menunjuk setiap barang mahal.
"Rasakan Alan, kita lihat seberapa kuat kamu bertahan." Balas benak Lyn sambil menyunggingkan senyum disudut bibirnya.
Entah berapa jumlah rupiah yang sudah dikeluarkan oleh Alan untuk semua barang-barang yang diinginkan oleh Lyn. Padahal sudah jelas, Lyn tidak akan sudi menggunakan semua barang yang ia beli dari uang Alan.
"Aku harus pergi sekarang. Supirku akan membawamu pulang, ini untukmu jika kamu masih ingin berbelanja." Ucap Alan menghampiri Lyn lalu memberikan sebuah black card pada Lyn. Lyn berdecih tidak perduli dan tidak berniat untuk mengambil kartu elit tersebut. Dengan angkuh, sombong dan cueknya Lyn berlalu meninggalkan Alan menuju mobil.
"Heh, gadis keras kepala." Ucap Alan terkekeh lalu menyimpan kembali black card yang tidak bisa menggoda seorang Lyn Alexa.
"Antar Ny. Wilson dengan selamat, pastikan ia berada didalam rumah." Pesan Alan pada supir sekaligus body guard nya tersebut. Pria berjas hitam itu mengangguk menuruti perintah Alan, lalu membawa Lyn pulang.
...***...
Semua persiapan pernikahan mereka hampir selesai 90% kini tinggal menunggu jam berganti dan Lyn resmi menjadi Ny. Wilson. Seperti biasa, hampir 24 jam Lyn hanya menghabiskan waktu dikamarnya. Bahkan untuk makan saja gadis itu memilih untuk dikamar daripada turun dan satu meja dengan Alan.
Tengah asik mengobrol dengan adik kesayangannya melalui telepon, Lyn dikejutkan dengan kedatangan Ny. Elena Wilson. Istri kedua dari Tn. Wilson. Lyn menatap kesal ke arah wanita tersebut.
"Sayang, udah dulu ya teleponannya. Kakak ada kerjaan, nanti kakak telepon lagi." Kata Lyn berpamitan pada Jenica, gadis kecil si penyemangat hidupnya. Setelah telepon terputus Ny. Elena menghampiri Lyn dengan wajah ketus dan angkuh.
"Aku tidak tau dari mana Alan memungutmu, yang aku tau, dari sorot matamu, kamu sangat membenci Alan. Jika aku benar, dan ini hanya tentang masalah uang, akan ku berikan lebih dari yang Alan berikan sekarang dengan satu syarat, tinggalkan Alan dihari pernikahan kalian besok." Kata Ny. Elena menawarkan kerjasama dengan Lyn. Lyn tau benar maksud wanita itu yang sengaja berniat ingin menghancurkan Alan tersebut. Niat mereka sebenarnya sama, namun Lyn lebih suka menghancurkan Alan dengan tangannya sendiri. Bekerjasama dengan wanita ular seperti Ny. Elena hanya akan membuatnya kesulitan dikemudian hari.
"Heh, apa anda sedang ketakutan saat ini? Anda benar, tujuanku menikah dengan Alan adalah karena uang. Coba anda pikirkan baik-baik, wanita mana yang tidak tergoda dengan semua harta yang Alan miliki?" Balas Lyn mencoba tetap bersikap santai.
"Kalau begitu cepat katakan, berapa jumlah yang kamu inginkan? Bukankah ini menarik? Semua tujuanmu akan tercapai dalam waktu yang bersamaan. Kamu bisa menghancurkan hidup Alan dengan membuatnya malu serta mendapatkan uang yang tidak sedikit." Kata Ny. Elena lagi tetap membujuk Lyn dan yakin jika Lyn akan menerima tawarannya.
Lyn kembali tersenyum sinis, ia pikir hanya keluarganya saja yang tidak memiliki kejelasan, tidak memiliki rasa kekeluargaan serta kehangatan. Namun disini Lyn melihat dengan jelas bahwa keluarga Alan lebih berantakan dibanding keluarganya.
Bersambung......
yg mau versi full di yutube ya kakak2.....
bisa lgsg cari "Novel Mr.right"