
"Mommy pinjam hp mommy dong." Kata Zea yang kini sedang berada di mobil menuju tempat latihan. Luna memberikan hp miliknya pada Zea, Entah apa yang ingin dilakukan anak itu.
Zea membuka aplikasi kamera dan merekam dirinya sendiri menggunakan hp Luna.
"Hai daddy, Liat deh baju Zea.....Bagus kan? Zea sama mommy lagi dijalan mau ketempat latihan. Daddy yang semangat ya kerjanya, Makasih sandwichnya Zea suka banget. Love u dad muuuuah." Katanya mengakhiri rekaman, Luna tertawa melihat kelakuan anaknya.
"Mommy, Nanti kirim ini ke daddy ya." Pinta Zea, Luna mengangguk sambil tersenyum menjawab putrinya.
***
Sedangkan itu El, Daniel, Kenan dan beberapa orang staf sedang meeting untuk mencari jalan keluar dari masalah yang mereka hadapi saat ini.
"Saran saya sih daripada kita terus memperjuangan yang udah nyata di curi mending kita coba cara lain." Kata Kenan mencoba memberikan solusi.
"Waktu kita cuma tersisa dua minggu, Gimana mungkin kita bisa nyari ide baru untuk bikin 30 halaman sekaligus." Sahut El tidak yakin.
"Benar yang dikatakan pak El. Kita gak bisa ngarang isi tiap lembarnya karena itu berdasarkan survey dari awal bulan." Sahut salah satu staf yang ikut meeting. Daniel diam terus memikirkan cara agar mereka bisa terbebas dari masalah ini.
"Gimana untuk bulan ini kita ganti style. Tiap bulan kita selalu kirim file majalah tentang fashion pria/wanita. Gimana untuk bulan ini kita kirim fashion untuk orang-orang paruh baya sampai dengan lansia. Pokoknya tentang fashion yang cocok untuk umur 50 ke atas." Saran Daniel cukup berbeda dan membuat semua orang kaget termasuk El.
"Jadi gini orang luar rata-rata rutin liat majalah fashion dari umur remaja sampai lansia untuk mencari referensi style yang cocok atau hanya sekedar koleksi. Dan sampai saat ini hampir semua majalah cuma memuat fashion anak-anak dan dewasa sedangkan untuk umur-umur 50 ke atas jarang banget adanya dan bahkan mungkin belum ada." Mereka semua diam memikirkan ide dari Daniel.
"Tapi pak Daniel, Jika pihak dari luar tidak setuju kita bisa kena tuntut karena sudah melanggar kesepakatan. Lagipula untuk melihat mode gaya para lansia kita juga harus melakukan survey lapangan. Kalo gak gitu gimana kita bisa tau kebutuhan yang mereka inginkan." Sahut seorang staf yang juga hadir disana. El masih diam memikirkan semua ide yang disarankan oleh Daniel, Ide yang cukup berani dan menantang.
"Apa yang membuat anda berpikir bahwa para lansia juga memerlukan style untuk mereka pakai?" Tanya El untuk Daniel, Jika dihadapan orang banyak mereka memang terlihat saling menghormati satu sama lain tapi jika sudah tidak ada orang lain maka mereka berdua terlihat seperti tikus dan kucing.
"Kita tau sendiri bagaimana perkembangan negara tersebut termasuk dibidang mode dan gaya. Negara mereka bahkan menjadi salah satu kiblat fashion bagi negara lain. Dan rata-rata orang di negara tesebut selalu membeli majalah fashion bulanan termasuk para lansia tapi mereka tidak tertarik untuk membeli apalagi memakai model-model baju yang tertera di majalah karena memang baju-baju itu diperuntukan bagi muda-mudi. Apalagi bulan depan tepat ada perayaan hari besar yaitu hari paskah. Tentu mereka akan berbondong-bondong mencari model pakaian yang terlihat berbeda, Elegan, serta nyaman." Kata Daniel menjelaskan tujuannya.
"Nah maksud saya begitu. Daripada kita terfokus diam ditempat tanpa melakukan apapun lebih baik kita mencari ide baru." Tambah Kenan setuju dengan ide Daniel.
"Ayo kita coba." Kata El mengagetkan semua orang karena ini bukan hal gampang dan mudah untuk dilakukan.
"Tapi pak, Resikonya terlalu besar. Kita seperti sedang mempertaruhkan sebagian saham kepada investor Prancis kalo sampai mereka gak suka sama hasil kerja kita. Pak bahkan nasib beberapa karyawan dipertaruhkan saat ini." Bujuk beberapa orang staf agar El tidak menyetujui saran El.
"Kita bikin presentasi dulu dan lakukan survey online untuk tema kita, Sisanya serahkan sama saya. Kita harus yakin sama hasil kerja kita dan saya berjanji tidak akan membuat satu orangpun karyawan berhenti dari pekerjaan nya." Kata El yakin dengan pemikiran Daniel. Dan ketika bigbos sudah memutuskan hal tersebut maka berarti itu keputusan mutlak dan para staf bisa apa selain membuang nafas panjang berharap ide itu bisa membantu mereka.
"Oke, Meeting untuk kali ini cukup sampai disini. Terimakasih untuk kehadiran nya dan maaf menggangu waktu libur kalian. Kalian bisa kembali ke rumah." Kata El yang akhirnya bisa menemukan jalan keluar dari masalahnya. Semua staf mulai keluar dari ruangan meeting satu persatu meninggalkan El, Daniel dan Kenan.
"Lo gak ikutan pulang?" Kata Daniel menegur Kenan yang masih betah duduk disana.
"Kenapa? Gue kan juga salah satu Investor penting disini." Sahut Kenan tidak ingin beranjak.
"Oh iya Ken, Gue bisa minta tolong gak sama lo?" Tanya El menatap Kenan.
"Bisalah, Ngomong aja." Sahut Kenan santai melipat kedua tangannya didepan dada.
"Lo sibuk gak hari ini?"
"Gak sih, Santai aja. Makanya gue pengen disini bantu kalian."
"Tolong ke sasana dong wakilin gue untuk ngajar Zea. Kemaren dia udah kecewa banget sama gue. Dari pulang kerja kemaren sampai hari ini gue belum sempat ngobrol sama dia."
"Kok dia disuruh ngajar anak-anak?!" Protes Daniel seperti tidak terima.
"Ya masa gue nyuruh lo? Lo kesana mau ngapain?" Balas El membuat Daniel kesal karena terkesan merendahkannya.
"Anak-anak lo kan latihan ngpain ditemenin?" Sahut Kenan ikut bicara menyudutkan Daniel.
"Kalian bedua sama bangke nya." Kata Daniel kesal.
"Ya udah ah, Gue mau ke tempat latihan aja. Kalo ada apa-apa cepat hubungin gue." Kenan lalu beranjak dari tempat duduknya.
"Disana ada istri gue, Lo jangan sok kecakepan ya! Karena percuma itu gak bakal ngaruh." Teriak Daniel memperingatkan Kenan.
"Kebetulan banget ada Dara jadi kita bisa ngobrol lama disana. Gak bakal ngaruh tapi kok lo takut kesaing gitu?" Sahut Kenan bercanda sambil berlalu.
"Sialan lo second bangke!" Umpat Daniel yang akhirnya tidak tahan jika ia harus bersikap santai pada Kenan.
Setelah Kenan pergi kini tertinggal mereka berdua disana. El dan Daniel mulai mengerjakan proyek yang mereka rencanakan.
***
Dalam perjalanan Kenan melihat sebuah kios bunga, Kenan terpikir untuk membeli bunga dan diberikan pada Zea. Tentu gadis kecil itu sangat senang. Kenan akhirnya berhenti di kios bunga tersebut, Setelah memarkirkan mobilnya ia langsung turun dan masuk kedalam toko.
Lonceng pintu yang berbunyi saat pintu itu dibuka membuat si pemilik kios tau jika ada pelanggan yang datang.
"Selamat siang, Ada yang bisa saya ban.......-" Kata pemilik kios terhenti saat melihat Kenan begitu juga dengan Kenan yang sama kagetnya dengan si pemilik kios tersebut.
"Kamu Eriska kan?" Tanya Kenan sedikit ragu. Gadis cantik itu berpaling membuang muka dari Kenan.
"Gak penting juga sih, Aku mau mawar kuning 7 tangkai." Kata Kenan lagi tidak peduli, Padahal semua yang menimpa Baron tidak ada hubungannya dengan Kenan tapi gadis malang ini tetap marah pada Kenan. Eriska mengerjakan tugasnya, Ia mengambil tujuh batang bunga mawar berwarna kuning yang melambangkan persahabatan dan kebahagian itu lalu membersihkan durinya.
"Au..." Kata Eriska spontan keluar dari mulutnya saat sebatang duri bunga itu menusuk jarinya.
"Jangan di isep, Jorok! Mulut itu banyak bakterinya, Kalo sampai masuk kedalam luka bisa menyebabkan infeksi." Ucap Kenan menegur Eriska yang baru saja membawa jari telunjuknya kearah mulut ingin menghisap jarinya seperti kebanyakan yang dilakukan oleh orang lain saat jari mereka terluka. Kenan menarik tangan Eriska lalu membawanya ke washtafel tidak peduli jika si empunya tangan memasang wajah masam dan tidak suka.
"Kalo luka dicuci, Bukannya di isep." Celetuk Kenan, Ia hanya bersikap baik pada Eriska tanpa maksud apa-apa. Bagaimana pun juga Eriska hanyalah salah satu korban dari keserakahan Baron dan Baron berhasil mencuci otak gadis ini hingga ia mau melakukan apapun untuk pria yang sama sekali tidak menganggapnya. Eriska menarik kasar tangan nya membuat Kenan sadar jika hubungan merek tidak sedekat dan sebaik itu. Kenan langsung menghentikan aktifitasnya lalu meninggalkan Eriska dan menunggu bunga pesanan nya di didepan meja kasir.
Setelah selesai dan mengemas bunga milik Kenan, Eriska langsung memberikan bunga itu lengkap dengan lembar harganya jadi ia tidak perlu lagi bicara pada Kenan. Kenan melihat kertas tagihan itu membayarnya dan langsung pergi dari kios itu.
***
Sedang asik menyiapkan bahan untuk presentasi Luna mengirimkan sebuah video untuk El. El langsung membuka video yang dibuat oleh Zea pada saat ingin pergi ke tempat latihan.
"Kamu lucu banget sih nak." Kata El tertawa sambil menonton video yang terus ia putar berulang kali.
"Lo ngomong sama gue?" Tanya Daniel.
"Gak....." Sahut El tidak peduli dengan Daniel yang sejak tadi fokus bekerja.
"Kalo gitu lo nonton diluar sana nangan disini! Gak bisa konsen gue denger cekikikan lo." Protes Daniel merasa menjadi pemilik perusahaan tersebut.
"Bangke! Ini perusahaan gue, Kantor gue bisa-bisanya lo usir si pemilik tahta." Bantah El tidak terima
"B O D O A M A T!" Sahut Daniel tidak perduli dan tetap berusaha fokus dengan kerjaan nya.
**Bersambung
sorry ya eps kali ini kurang menarik, Author lagi rutin minum obat karena batuk jadi jam 10 gini uda ngantuk berat. Next eps Author janji bakalan bikin yang sosial+greget buat kalian semua. Terimakasih untuk semua nya yang msih masih tetap setia sama ELuna, Semoga kalian gak akan bosan ya**.