
Semua berjalan sesuai kehendak Tuhan, seberapa kuat manusia menolak takdir tetap akan berada di garisnya sendiri. Semakin menolak rasa, maka hati itu makin tersiksa. Rindu kian menjadi membuat semua hasrat menyatu.
Tuhan, sekarang tugasku sudah selesai. kuserahkan dia pada yang lebih bisa mengerti dan membuatnya bahagia.
Lindungi dia Tuhan, ketika penjagaanku tak bisa lagi sampai kepadanya.
Kuatkan aku Tuhan, ku hanya ingin melihatnya bahagia meski tanpa aku.
Aku tidak ingin ia selalu melewati malam dengan cerita kesedihan. Biarlah aku tertidur pulas dalam keabadian.
_Eriska Lynara_
Dan kini cinta itu terucap dari bibir Kenan untuk seorang wanita yang bernama Vanny. Bahkan hubungan mereka sudah mulai berjalan menuju sebuah ikatan yang lebih nyata.
"Kamu mau kita nikah dimana?" Tanya Ken saat mereka sedang makan siang.
"Ummmm, dimana aja sih kalo aku. Terserah kamu." Sahut Vanny tersenyum.
"Kamu gak mau pulang ke Indonesia? Kamu gak ngabarin keluarga dan orangtua kamu?" Tanya Ken, mendadak wajah Vanny berubah datar. Gadis itu memang belum menceritakan hal apapun pada Kenan. Tentang keluarganya, tentang asal usulnya dan tentang kehidupan masalalu.
"Kenapa?" Tanya Ken mengangkat kedua alisnya. Vanny menarik nafas dalam lalu tersenyum hambar.
"Aku mau tanya sesuatu ke kamu." Ucap Vanny melipat tangannya diatas meja.
"Apa?"
"Apa yang membuat kamu memilih aku untuk mengabiskan sisa waktumu?" Mendengar hal itu Kenan memiringkan kepalanya menatap diam kearah Vanny.
"Tanpa alasan apapun." Sahut Kenan pasti membuat Vanny mengerutkan dahi.
"Kamu ragu?" Kenan balik bertanya pada gadis itu. Dengan cepat Vanny menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Kenan.
"Hanya saja, aku takut. Saat kamu tau siapa aku, gimana masa laluku, gimana keadaan keluargaku kamu memilih pergi." Ucap Vanny menunduk kan kepalanya. Terlihat banyak rahasia yang ia sembunyikan dari Ken. Ken meraih kedua tangan Vanny lalu menggenggamnya erat.
"Hei, liat aku." Ucap Kenan lembut. Vanny mengangkat wajahnya perlahan lalu melihat kearah Kenan.
"Kita semua punya masa lalu, kita semua punya sisi gelap. Bahkan akupun begitu. Aku gak peduli siapa kamu saat itu, gimana keluarga kamu dan bagaimana kehidupan kamu. Yang aku tau, kamu masa depanku. Yang aku tau, kamu pemilik dari rasaku. Ayo, pegang tanganku, kita jalanin sama-sama sambil terus berpegangan tangan. Jangan berjalan lebih dulu didepanku dan jangan berjalan lambat dibelakangku tapi berjalanlah disampingku."Kata Kenan tersenyum manis menampilkan lubang dalam dikedua pipinya. Seketika bulir bening menetes dari kedua mata indah milik Vanny.
"Dan tetaplah bersamaku sampai kamu terbiasa bersama semua hal yang berkaitan denganku." Sahut Vanny tersenyum. Kenan mencium punggung tangan Vanny penuh kasih sayang.
***
"Gue seneng akhirnya begini." Ucap Daniel yang saat itu sedang berada diruang mempelai pria bersama El dan Ken.
"Udahlah gak usah ngomong bijak, entar air laut jadi hambar kalo lo ngomong bener." Sahut Ken tertawa disusul oleh El yang ikut tertawa. Kini Handsome Squad serasa kembali seperti dulu, hanya saja sayangnya Rendy tidak bisa ikut bergabung karena saat ini ia tinggal di luar Negeri untuk urusan pekerjaan.
"Heh bangke lu pada. Maksud gue itu gue seneng akhirnya lu punya bini dan gak ganjenin bini gue lagi." Celetuk Daniel menjelaskan maksud dari ucapannya.
"Tapi gimana ya? Namanya cinta pertama itu keknya abadi deh didalam hati." Sahut El ikut iseng.
"Woh bazengan! Maksud lo apaan bos? Ngajak gelud apa ngajak tawuran nih?!" Sahut Daniel melonggarkan dasinya
"El, lu kalo ngomong........Suka bener sih." Sambung Ken tertawa lepas diikuti oleh El.
"Halah somplak lu bedua! B*do amat yang jelas dihati Dara cuma ada gue." Sahut Daniel duduk santai.
"Lah lo tau darimana kalo di hati Dara cuma ada lo? Emang lo bisa ngeliat?" Tambah Kenan. El tertawa keras mendengar hal tersebut.
"Terus, terusin. Gue udah ketemu lo kan? Ya udah kalo gitu gue sama Dara pamit." Kata Daniel yang akhirnya menyerah dengan keadaan.
"Wooh.....Ngambek, astaga kasian enggak malah eneg gue liatnya." Kata El makin mengolok membuat Daniel berdiri dari tempat duduknya. Melihat hal itu Ken langsung menarik Daniel sambil tertawa.
"Becanda astaga, anggap aja ini hiburan sebelum akad biar gak tegang." Kata Ken agar Daniel tidak pergi dari ruangan tersebut.
"Yang tegang apaan?" Tanya Daniel santai sambil tersenyum nakal.
"Bangke, apaan emang?" Sahut Ken, El tertawa mendengar hal tersebut.
"Untuk saat ini yang tegang perasaan gue. entar habis akad tegangnya berlanjut tapi tegangnya beda lagi." Kata Ken ikut tersenyum nakal.
"S*alan!" Umpat El tertawa.
"Kan bener Dad, masa iya mau tegang yang itu disaat begini?"
"Dih diperjelas, dasar pria kesepian!" Ejek Daniel membalas Ken...
"S*alan!" Umpat Ken tidak terima.
Dan begitulah saat ketiga sahabat itu berkumpul kembali. Susana hangat dan kekeluargaan pun langsung terlihat.
Maaf karena PH skg jarang banget up. kemungkinan bakal up di SS. jadi yg tanya kapan PH up bisa ketemu mereka di novel SS ya ❤️❤️❤️❤️