
"Kalaulah memang suatu hari aku akan jatuh cinta lagi, bolehkan aku berhenti dihari ini saja? Sampai hari ini aku masih mencintaimu dan aku mulai mengkhawatirkan hari lain.
Mampukah aku untuk tetap memcintaimu?
Sampai kapan aku bisa tetap mencintaimu?
Masih mencintaimu itu kenyamanan meski arti sebenarnya ialah kesepian.
Dan yang menakutkan itu, waktu. Cara kerja waktu itu seringkali mengejutkan.
Misal hari ini aku tertawa, tiba-tiba besok aku menangis.
Namun karena masih mencintaimu, aku merasa lebih sedikit perkasa dari waktu.
Waktu tidak bisa mengaturku untuk tertawa ketika aku masih nyaman menangisimu.
Bukankah itu hebat? Berapa banyak orang yang kerap kalah oleh waktu karena pasrah pada keadaan.
Aku tidak pasrah, aku yang memilih keadaan ini.
Kupilih sepi sebagai sofa empuk untuk selamanya aku duduk, memandangi kenangan satu demi satu.
Mencintaimu itu derita yang kurawat. Tidak apa, aku yang mau."
_Kenan Abner_
Puisi by : Zarry Hendrik
Beberapa bulan telah berlalu, Semua berubah seiringan waktu. Yang tadinya benci kini mulai peduli, begitulah waktu memegang kendali. Ken tidak ingin perasaan itu hadir dan membuatnya melupakan sosok Eriska. Gadis yang kini tubuhnya telah menyatu dengan tanah. Ken mencoba menepis rasa yang mulai mengetuk pelan pintu hatinya. Sungguh, ia tidak ingin tempat Eriska terganti oleh siapapun. Namun, sekali lagi takdir yang menentukannya bukan ia yang menentukan takdir. Vanny, gadis manis yang penuh dengan kasih dan sayang. Ceria dan periang, gadis itu sedikit demi sedikit mulai menampakan diri dihadapan Ken. Membuat hati Ken merasa seperti sedang berkhianat pada sosok Eriska.
Kini Ken juga ikut mengurus panti asuhan yang sempat ia datangi tempo hari saat mencari Vanny. Ken membangun sebuah rumah layak huni untuk anak-anak panti, Ken juga menjadi donatur ditempat itu. Memasuki dunia baru yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Mengenal gadis yang bisa sedikit demi sedikit menghapus bayang Eriska dari ingatan pria itu. Sungguh, saat ini hati Kenan sedang dilanda rasa galau akan sebuah rasa yang hadir dan mencoba untuk membaur dalam hati Ken.
Berkali-kali Ken menepikan rasa itu, namun berulang kali juga rasa itu mendobrak masuk bahkan saat masuk rasa itu malah kian bertambah.
Waktu terlihat jahat memperlakukan Ken. Untuk sesaat ia mempertemukan Ken dengan Eriska lalu membuat semua berakhir begitu saja, menyisakan luka lebar yang sangat sulit untuk disembuhkan.
Dan disaat Kenan pasrah dengan luka itu, bertahan dengan rasa yang setengahnya dibawa mati oleh Eriska. Kini waktu membawa kembali sesosok bidadari yang mampu menggoyahkan pertahanan Ken. Bukan karena ia seorang yang memiliki wajah cantik. Namun, karena gadis itu memiliki hati yang luar biasa menawan.
"*Entah sejak kapan, perasaan itu mulai hadir. Tiba-tiba saja, rasa itu hadir mengendap dalam hatiku. Aku tak tau kenapa rasa itu tertuju padamu. Dari sekian banyak mahluk ciptaannya, kamu yang hadir dalam anganku.
Aku tak tau banyak tentangmu, aku tak tau makanan kesukaanmu. Bahkan, aku juga tidak tau wanita seperti apa yang kamu suka.
Tapi anehnya, kamu masuk kedalam hatiku dan bersembunyi disini. Didalam doa-doa yang sering aku langitkan.
Maafkan aku, sebab telah lancang memintamu pada yang menciptakanmu, karena jatuh cinta itu adalah diluar kuasaku.
Jadi apa salahnya aku meminta pada yang kuasa untuk memberikan rasa itu juga kepadamu untukku. Tapi, jika suatu saat takdir berkata lain. Keadaan memintaku untuk menguburkan rasa itu dalam-dalam sebab ternyata kamu sudah ada yang punya atau aku jauh sekali dari seseorang yang kamu inginkan. Aku yakin, yang kuasa telah menyiapkan yang terbaik untukmu dan juga untukku.
Aku akan tetap mengenangmu. Tapi.....cukup, hanya sebagai karya inspirasiku*.
_Vanny_
CY : Mammang24