
Hari ini Alan mengajak Lyn pergi ke sebuah butik milik seorang perancang terkenal. Mereka akan melakukan fitting baju karena dua hari lagi mereka akan menikah. Alan tidak pernah bermain-main saat mengatakan akan menikahi Lyn dalam waktu tiga hari kedepan.
Lyn benar-benar masih belum bisa menerima keadaan, tinggal dua hari lagi ia akan resmi menjadi Ny. Alan Wilson. Sungguh, ini bagai kutukan bagi Lyn.
"Apa kamu tidak bisa memperlihatkan senyum manis mu? Ayolah, dua hari lagi kamu akan resmi menjadi istriku. Harusnya kamu bahagia sayang." Ucap Alan tersenyum puas karena dua hari lagi Lyn akan menjadi milik Alan sepenuhnya lewat ikatan pernikahan. Lyn tidak sudi memperlihatkan senyumnya pada pria itu dan lebih memilih untuk membuang wajah melihat keluar jendela mobil.
"Kita lihat seberapa kuat kamu bersikap angkuh dan sombong menghadapiku." Gumam Alan dalam hati sambil menyunggingkan senyum dari sudut bibirnya.
...***...
"Jadilah kucing manis sayangku, kamu tau kan apa hukuman untuk kucing yang nakal." Ucap Alan tersenyum karena memegang kendali atas diri Lyn, marah saja bahkan tidak cukup untuk menggambarkan perasaan Lyn saat ini. Pria itu lalu turun dari mobil dan mau tidak mau Lyn mengikuti semua ucapan Alan. Lyn membiarkan lelaki itu berkuasa atas dirinya untuk sementara waktu namun Lyn tidak akan tinggal diam dan terus-terusan menurut bagai seorang hamba untuk Alan. Ada saatnya Lyn akan membalas semua perbuatan Alan dan itu semua hanya menunggu waktu berpihak pada Lyn.
"Selamat datang Tuan Alan." Sapa pekerja di butik tersebut, sangat terlihat jika Alan memang orang yang terkenal dan dihormati.
"Alan Wilson." Seorang pria berambut cepak datang menghampiri Alan dan Lyn. Dia adalah pemilik butik yang di datangi Alan. Namanya Jerry dan biasa di panggil Mami Jill karena tingkahnya yang gemulai seperti seorang wanita.
"Mami, sudah lama kita tidak bertemu."Sahut Alan ramah dan terlihat hangat serta akrab. Kedua pria itu berjabat tangan saling berbalas sapa.
"Wow, jadi dia penakluk hati seorang Alan Wilson? Pilihan yang tepat." Ucap Mami Jill memuji penampilan fisik yang dimiliki Lyn. Alan tersenyum lalu merangkul pinggang Lyn membuat gadis itu seketika melempar tatapan murka ke arah Alan namun Alan tidak perduli dan tetap melingkarkan tangannya di pinggang langsing milik Lyn.
"Saya ingin melihat beberapa gaun pengantin koleksi anda." Ucap Lyn agar drama itu segera berakhir dan ia bisa segera menjauh dari rangkulan Alan.
"Hei, panggil aku mami seperti yang lainnya. Nampaknya Ny. Alan sudah tidak sabar ingin mencoba gaun pengantinnya. Ayo ikuti aku." Dan rencana Lyn berhasil, Lyn tentu tidak sudi membiarkan Alan berlama-lama menyentuhnya.
"Gadis licik." Umpat Alan melihat Lyn yang berjalan mengikuti Mami Jill.
Mami Jill menunjukan beberapa koleksi gaun pengantin yang ada di butiknya. Walau gaun itu terlihat begitu menawan karena memang milik perancang-perancang terkenal, Lyn sama sekali tidak berminat untuk menikmati pemandangan itu.
"Semua gaun yang ada di sini adalah hasil rancangan desainer ternama, hanya ada satu di setiap modelnya dan tentu model paling terbaru." Ucap Mami Jill menjelaskan pada Lyn. Lyn lalu mendekati sebuah gaun berwarna keemasan dipadu warna coklat muda dan bertabur bebatuan yang menambah kesan mewah pada gaun tersebut.
"Ah itu rancangan seorang desainer terkenal dari Italia. Beliau mengenakan batu-batu kristal terbaik dari berbagai belahan negara. Itu sebabnya harga gaun ini cukup fantastis."
"Berapa harga gaun ini?" Tanya Lyn penasaran.
"1,7 Milyar." Lyn menganga mendengar angka yang disebutkan oleh pemilik butik tersebut.
"Yang benar saja, satu gaun di bandrol dengan harga yang sangat mengerikan. Siapa yang akan membeli gaun seharga beberapa hektare tanah perkebunan. Benar-benar pemborosan jika uang sebesar itu hanya digunakan untuk membeli satu gaun pernikahan." Dalam hati Lyn berceloteh.
"Apa yang sedang kamu pikirkan? Jika memang kamu suka, kamu tinggal mengatakan dan Alan pasti akan memberikan untukmu." Ucap Mami Jill, awalnya Lyn sama sekali tidak tertarik dengan gaun-gaun cantik di tempat ini namun saat mendengar ucapan si pemilik butik. Lyn mendapat ide untuk memberi pelajaran pada pria yang selalu mengancamnya dengan menggunakan nama Jenica.
"Baiklah, aku ingin gaun yang ini." Ucap Lyn santai sambil berjalan menuju manekin lainnya.
"Haya, bawa gaun ini ke fitting room." Kata Mami Jill menyuruh anak buahnya lalu berjalan mengikuti Lyn.
"Berapa harga gaun ini?" Tanya Lyn lagi menunjuk gaun bewarna merah muda.
"780 juta. Itu buatan desainer berasal dari Korea." Sahut Mami Jill ramah.
"Yang ini."
"Yang ini juga."
"Jangan lupakan yang ini."
"Aku mau ini."
"Dan ini."
Lyn benar-benar menggila, ia memilih tujuh gaun sekaligus tanpa perduli dengan harga tiap gaun yang bisa membeli sebuah perumahan elite serta mobil mewah.
"Apa kamu yakin dengan semua pilihanmu? Kamu bisa mencobanya dulu satu persatu dan menentukan satu pilihan yang terbaik." Ucap Mami Jill memberi pendapat, ia kaget melihat Lyn yang dengan sangat mudahnya memilih gaun-gaun mahal tanpa memperdulikan nilai uang yang akan dikeluarkan oleh Alan.
"Kenapa? Mami bilang Alan pasti akan memberikan semua yang aku inginkan." Sahut Lyn terkekeh. Gadis itu benar-benar merasa puas bisa membuat perhitungan pada Alan.
"Baiklah, aku akan membuat dan memberikan kwitansinya pada Alan." Sahut Mami Jill ragu, lalu pria itu pergi untuk menemui Alan.
"Apa dia sudah selesai memilih? Kenapa lama sekali?" Tanya Alan yang sudah sangat bosan menunggu Lyn. Mami Jill duduk di sofa lain, pria itu menunjukan raut keraguan melihat ke arah Alan dan tentu itu membuat Alan bertanya.
"Apa dia menyusahkan mu?" Tanya Alan pada Mami Jill.
"Mami ini kwitansinya." Ucap seorang pekerja menghampiri Mami Jill lalu menyerahkan kwitansi untuk di tandatangani nya.
"Alan, aku harap kamu tidak kaget. Wanita mu itu sungguh sangat luar biasa, lihatlah ini." Ucap Mami Jill menyerahkan kertas kwitansi itu pada Alan. Disana tertulis angka 6.5 Milyar untuk tujuh lembar gaun yang Lyn inginkan.
"Tujuh lembar gaun? Apa dia sedang bercanda?" Tanya Alan santai.
"Tentu aku tidak bercanda sayang, bukankah kamu mencintaiku? Lalu kenapa ragu untuk membelikan semua itu untuk ku?" Sambung Lyn bernada manja seolah ia dan Alan saling mencintai satu sama lain.
"Bukan begitu sayang, pernikahan kita hanya di lakukan beberapa jam. Lalu untuk apa kamu membeli gaun sebanyak itu? Buatlah satu pilihan yang cocok untuk kamu kenakan." Kata Alan, Alan tau gadis itu sengaja untuk mempermalukan Alan ditempat ini.
"Tidak! Aku ingin ketujuh gaun itu atau aku tidak akan memilih satu pun." Sahut Lyn menguji Alan.
"Baiklah, berikan pulpen itu." Jawab Alan meminta pulpen yang ada di tangan Mami Jill. Pria itu tanpa ragu menandatangani kwitansi yang dibuat oleh Mami Jill.
"Rasakan Alan, kamu harus membayar dengan harga yang pantas atas semua yang kamu lakukan padaku." Bisik Lyn dalam hati, wajahnya tersenyum puas melihat Alan menyetujui permintaan gila yang sengaja di buat oleh Lyn.
"Heh, wanita s*alan. Kamu pikir bisa mempengaruhiku hanya dengan jumlah uang ini? Kamu belum tau, dengan siapa kamu berhadapan. Kamu tidak tau siapa Alan Wilson." Balas benak Alan, jika Lyn berpikir cara ini bisa menghukum Alan. Maka, ia salah besar. Nyatanya ini semua tidak mempengaruhi Alan sedikitpun, Alan malah merasa senang, karena pada akhirnya gadis itu mau menggunakan uang milik Alan.
"Ada lagi yang kamu inginkan?" Tanya Alah yang malah menawari Lyn untuk membeli barang lain yang Lyn inginkan.
"Tentu saja ada, bahkan sangat banyak." Sahut Lyn tersenyum puas.
Bersambung.....