
Setelah Zea tertidur pulas, Daniel membuka selimut yang menutupi tubuhnya.
"Sayang..." Panggil Daniel dengan suara berbisik. Dara membuka matanya, wanita itu sudah tertidur sambil memeluk Zea.
"Hmmmmm..." Sahut Dara singkat masih dengan menutup kedua matanya.
"Ummm Zea kan udah tidur, sini kamu pindah disampingku." Kata Daniel, menarik tangan istrinya.
"Udah malam sayang, aku ngantuk badanku juga capek. Kita tidur aja ya." Sahut Dara membuat Daniel kehilangan semangatnya.
"Te....terus aku gimana?" Tanya Daniel masih mencoba menarik perhatian Dara.
"Ayo kita tidur, entar rasa pengennya ilang sendiri kok." Sahut Dara santai sambil membenarkan selimut Zea dan wanita itu kembali tidur. Daniel hanya bisa menatap wajah Dara diam, pria itu tidak dapat berbuat banyak karena takut akan membangunkan Zea.
"Anak lo luar biasa El. Sama persis kek lo. Besok lo harus tanggu jawab El." Ucap Daniel yang akhirnya mau tidak mau harus menerima keadaan. Pria itu mematikan lampu lalu ia pun ikut tidur karena memang tidak ada pilihan lain selain tidur.
***
"Bunda...." Kata Zea menyentuh pipi Dara yang masih tertidur nyenyak.
"Hmmmm...." Sahut Dara perlahan membuka matanya..
"Bunda kita jogging yuk. Kan ini hari minggu, ajak bang Davin, Devan dan ayah juga." Dara mengerutkan dahinya, lalu berpikir sejenak. Sudah lama mereka tidak melakukan hal tersebut, dan sepertinya ini baik untuk Devan.
"Ayo, Zea bangunin ayah gih. Bunda mau cuci muka dulu." Kata Dara tersenyum sambil menampuk pipi bulat Zea, Zea mengangguk lalu membangunkan Daniel.
"Yah, ayah...." Kata Zea pelan membangunkan Daniel.
"Mmmmm....." Sahut Daniel malas.
"Bangun....." Ucap Zea mencubit pipi Daniel. Dengan malas Daniel membuka matanya yang masih mengantuk.
"Kenapa tuan putri?" Tanya Daniel memaksa tersenyum ditengah rasa ngantuknya.
"Ayo kita jogging." Mendengar hal tersebut Daniel mengerutkan dahi. Yang benar saja, ini hari istimewanya karena hari ini ia tidak perlu bangun pagi untuk pergi kekantor.
"Ngapain? Ayah masih ngantuk sayang. Sama bunda aja ya." Kata Daniel kembali menarik selimut. Dara yang baru selesai mencuci muka dan berganti baju langsung menghampiri Daniel.
"Zea cuci muka dulu dan ganti baju terus bangunin abang Davin ya. Urusan ayah, serahin sama bunda." Kata Dara tersenyum, Zea mengangguk lalu pergi ke kamar Davin terlebih dulu.
Dara kembali membangunkan Daniel, kali ini Dara meniupi telinga Daniel membuat pria itu seketika merasa tubuhnya merinding. Karena ia benar-benar merasa ngantuk Daniel lebih memilih untuk menenggelamkan diri kedalam selimut tebal.
Dara menggelengkan kepala melihat suaminya. Ia menarik selimut dengan paksa lalu memencet hidung Daniel hingga Daniel tidak bisa bernafas dan akhirnya mau tidak mau pria itu harus bangun.
"Sayang apaan sih? Ini masih jam 6 pagi. Kan kamu tau kalo hari minggu aku bangun jam berapa?" Keluh Daniel yang masih mengantuk dan nyaris berbaring lagi jika Dara tidak menarik tangannya.
"Dengerin dulu. Kita kan udah lama gak jogging bareng sekalian kita ajak Devan. Aku rasa cara ini baik untuk kesembuhan Devan."
"Kamu aja yang pergi ya sayang sama anak-anak. Aku bener-bener ngantuk banget." Jawab Daniel yang sudah kembali berbaring.
"Ya udah kalo gitu aku berangkat sama anak-anak aja." Kata Dara lagi berhenti mengajak Daniel.
"Hati-hati dijalan ya sayang." Sahut Daniel melambaikan tangan dengan mata terpejam rapat.
"Ah keknya harinya cerah pasti bakal panas. Aku pake celana pendek aja kali ya, ditaman juga pasti rame sama anak-anak muda yang juga jogging." Celetuk Dara santai, mendengar hal tersebut Daniel langsung bangun tanpa diminta.
"Gak ada pakai-pakai celana pendek, tunggu aku sebentar aku cuci muka dan ganti baju." Kata Daniel yang langsung beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Dara tersenyum lucu melihat tingkah suaminya.
Saat ini Zea dan Davin berada didepan kamar Devan. Kedua anak itu masih saling dorong untuk memasuki kamar Devan.
"Abang aja yang masuk, kan abang lebih tua dari Zea." Kata Zea membujuk Davin.
"Kamu aja, kan Devan gak berani sama kamu." Balas Davin yang sebenarnya ia juga tidak berani mengganggu Devan yang sedang tidur
"Ish, tapi kan bang Davin kakak yang harus bertanggung jawab sama ade-adenya."
"Kenapa giliran bertanggung jawab harus bawa-bawa umur? Lagian kan umur abang sama Devan gak jauh beda. Bahkan bisa dibilang seumuran."
"Ish abang, abang aja lah." Sejak tadi mereka hanya berdiri dan saling dorong namun tidak juga masuk kedalam kamar untuk membangunkan Devan. Saat mereka sibuk saling suruh secara tiba-tiba pintu kamar itu tiba-tiba terbuka mengagetkan kedua anak tersebut.
"Ngapain kalian disini?" Tanya Devan datar.
"Ng.....Ngapain kita bang?" Ucap Zea bingung sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak terasa gatal.
"G....gak ngapa-ngapain. Kebetulan aja lewat. Iya kan Ze?" Sahut Davin memamerkan senyum yang sangat dipaksa.
"Ngapain pakai baju olah raga?" Tanya Devan lagi yang sebenarnya tidak perduli.
"I...iya, kita cuma lewat doang kok. Ya gak apa-apa, kita berdua mau jogging ini kan hari minggu iya kan bang?" Davin mengangguk cepat menjawab pertanyaan Zea.
"Terus kamu juga ngapain bangun jam segini?" Kata Zea bertanya balik pada Devan.
"Suka-suka aku lah. Mata-mata aku, terserah mau bangun jam berapa." Sahut Devan cuek sambil berlalu membuat Zea kesal.
"Astaga masih pagi dia ngeselin banget sih....Abang..." Rengek Zea, Davin mengusap lembut pucuk kepala Zea untuk menenangkan gadis kecil itu.
"Dev, kamu mau kemana sayang?" Tanya Dara yang kini sudah siap.
"Mau minum bun. Kenapa? Bunda mau kemana? Jogging?" Kata Devan balik bertanya.
"Iya, sama ayah, abang dan Zea. Kamu buruan minum gih. Habis itu cuci muka dan ganti baju, kita tunggu didepan."
"Devan juga? Enggak ah bun...males Devan. Kalian ajalah."
"Enggak. Kita semua atau bunda marah." Ancam Dara melipat kedua tangannya didepan dada. Dengan sangat sangat tidak bersemangat Devan melangkah berat.
"Udah nurut aja. Ayah aja mau gak mau harus nurut, daripada ibu ratu marah bakal repot entar." Bisik Daniel ditelinga Devan. Devan pun mau tidak mau mengikuti perintah ibunya.
"Ide siapa sih ini? Biasanya juga hari minggu waktunya untuk malas-malasan." Gerutu Devan sambil mengganti pakaian lalu pergi menyusul keluarganya yang sudah menunggu sejak tadi diteras rumah.
***
Sambil menunggu Devan, Dara coba mengirim chat pada Luna. Jika Luna sudah bangun ia akan mengajak Luna betemu di taman. Sekarang mereka jarang sekali berkumpul karena kesibukan masing-masing.
"Kamu chat siapa jam segini? Ayam aja belum bangun." Ucap Daniel merangkul istrinya.
"Ayam lebih dulu bangun ketimbang kamu. Aku nge-chat Luna, siapa tau dia udah bangun. Mau aku ajak jogging juga sekalian biar seru." Sahut Dara sambil menunggu balasan dari Luna.
"Mana? Dari tadi aku gak denger suara ayam berkokok. Pasti ayam juga tau ini hari minggu dan waktunya untuk malas-malasan. Luna juga akan bales chatnya, paling masih tidur diranjang yang empuk sambil pelukan sama El setelah melewati malam manis dan romantis." Sindir Daniel membuat Dara melihat tajam kearahnya.
"Iya-iya, becanda doang astaga. Spam chat aja biar mereka juga bangun dan pergi ke taman. Kan adil jadinya." Tambah Daniel dengan wajah cuek.
"Hei, Zea bikin ulah ya dirumah kamu? Aku lupa bilang, tiap hari minggu kita emang biasa bangun lebih awal buat jogging disekitaran komplek aja sih." Kata Luna merasa tidak enak karena Zea pasti membangunkan semua orang untuk melakukan jogging.
"Iya dia bangunin aku. Gak apa-apa lagi ini ide yang bagus banget tau. Aku juga sekalian mau ajak Devan. Kan udah lama juga kita gak habisin waktu bareng-bareng gini. Nih kita udah siap tinggal nunggu Devan habis itu kita mau naik sepeda ke taman."
"Wah, seru kalo rame-rame."
"Ayo ajak bang El sekalian. Kita ketemuan disana."
"Bentar aku ajak bang El dulu ya." Luna lalu menghampiri suaminya yang sudah sibuk dengan besi-besi kesayangannya. Pria itu sedang fitnes di pagi buta. El setuju untuk pergi ke taman, mereka juga bisa membawa Calla kecil ikut serta.
"Ya udah entar kita ketemu di taman ya." Kata Luna. Belum sempat Dara bicara Daniel meraih hp milik istrinya.
"Lun, El mana? Aku mau ngomong dong sama El." Ucap Daniel, Luna lalu memberikan hp itu pada El dan ia pergi bersiap.
"Heh bangke! Pokoknya lo harus pergi ke taman juga. Gue gak mau tau, gue tunggu lo disana." Ucap Daniel membuat El mengernyit.
"Lo pagi-pagi mau ngajak ribut?" Tanya El sambil mengelap keringat yang membasahi tubuhnya.
"Gue mau ajak lo main ular tangga. Somplak! Gue mau buat perhitungan sama lo." Ancam Daniel seolah selalu bisa mengalahkan El.
"Najis lo, ular main ular. Naf*u lo gak tersalurkan ya makanya menggila jam segini." Celetuk El seolah mengolok Daniel yang gagal mendapatkan layanan batin dari Dara.
"Si*lan! Bangke lo!" Umpat Daniel kesal, belum selesai Daniel bicara El sudah memutus sambungan telepon membuat Daniel makin murka pada pria itu.
***
Sesampainya ditaman mereka mulai mengeluarkan sepeda dari dalam mobil, karena jarak rumah Daniel ke taman lumayan jauh makanya mereka memilih untuk menggunakan mobil.
"Ra...." Teriak Luna memanggil Dara, Luna dan El juga baru saja datang.
"Lho, Calla mana? Kok anak ganteng aku gak diajak sih?" Tanya Dara melihat El dan Luna hanya berdua.
"Anak ganteng kita belum dibuat karena gak sempat nyetak tadi malam." Bisik Daniel ditelinga Dara, bukan tanpa sengaja pria itu melakukan hal tersebut agar El mendengar dan mengerti maksud yang secara tidak langsung ia sampaikan. Dengan cepat Dara menyikut perut Daniel membuat pria itu mengaduh.
"Calla jam 3 pagi bangun dan maen, dia baru tidur lagi jam 5. Niatnya mau aku ajak sih, tapi kasian jadi aku titipin sama bi Ira." Sahut Luna menjelaskan. El yang sejak tadi mendapat tatapan sinis dari Dani langsung menghampiri Daniel.
"Lo kenapa? Ada masalah apa sama gue?" Tanya El datar.
"Gue, gue kenapa? Gak kenapa-napa tuh. Lo aja yang lebay." Sahut Daniel cuek.
"Ish kalian, ini masih pagi please deh jangan pake urat kalian untuk hal-hal yang gak berguna. Liat tuh anak-anak pada akur. Masa kalian bapaknya malah berantem mulu." Kata Dara menengahi perdebatan dipagi buta.
"Iya nih, baru ketemu bukannya kangen-kangenan malah ribu. Kebiasaan deh. Suara ribut kalian itu bahkan ngalahi kicauan burung." Sambung Luna ikut memprotes sikap kedua pria itu.
"Burungnya Daniel tuh yang berisik karena gak dikasih makan, makanya ngoceh mulu." Sahut El setengah mengejek.
"Abang, udah astaga." Tegur Luna menarik nafas panjang membuat El diam menutup mulutnya.
"Bangke! Diem deh gak usah mancing keributan mulu!" Sahut Daniel kesal.
"Daniel...." Panggil Dara memasang wajah serius.
"Oke." Sahut Daniel juga ikut menutup mulutnya seperti El.
"Zea kemana dari tadi aku gak liat." Tanya Luna mencari-cari keberadaan anaknya yang tidak nampak sejak tadi.
"Eh iya ya. Zea gak ada." Sahut Luna, lalu mereka mulai mencari-cari Zea. Devan dan Davin juga ikut membantu mencari keberadaan gadis kecil itu.
"Zea kamu dimana nak?" Kata Luna yang nyaris menangis karena takut terjadi sesuatu pada Zea. Dara pun sama, ia berlari kesana kemari menanyai semua orang yang ada di tempat itu sambil memperlihatkan photo Zea namun hasilnya nihil.
"Zea...." Panggil semua orang, El bahkan minta tolong petugas keamanan untuk mencari anak perempuannya tersebut. Devan bahkan rela membuka mulutnya dan bertanya pada semua orang yang ia temui. Semua orang benar-benar sedang kebingungan mencari gadis itu.
"Ze, kamu dimana sayang." Ucap Luna yang kelelahan mencari Zea dan wanitu itu akhirnya menangis. El dan Daniel terus mencari mengelilingi taman yang terbilang luas dan besar namun salah satu dari mereka tidak ada yang menemukan Zea.
"El kita lapor polisi aja." Saran Daniel yang ikut panik.
"Ini belum 2 x 24 jam. Kita gak bisa langsung lapor." Sahut El yang tidak mau menyerah mencari keberadaan anak sulungnya.
"Sial!!!! Kenapa harus ada aturan 2 x 24 jam? Bukannya cepat ketemu malah makin jauh." Protes Daniel kesal.
"Ya udah, coba lo minta tolong untuk cek rekaman CCTV." Kata Daniel memberi saran, di taman itu memang terpasang beberapa CCTV untuk mengawasi keadaan taman agar tidak terjadi perusakan fasilitas umum dan taman tidak dijadikan tempat untuk para muda mudi berbuat hal yang tidak senonoh.
El mengangguk lalu segera pergi ke pos penjaga, sedangkan Daniel kembali melanjutkan pencariannya.
Bersambung......
Sambungan nya nunggu 1 x 24 jam ya pemirsya..... 😁 author dah lelah ini ngetik 2k kata, jangan di komen afgan ya.....Insya allah besok up lagi kok.
Pada kangen gak sama Eluna dan Raniel? Kan lama banget udah gak liat merek. Author kasih ketemu sama mereka ya tapi ketemunya cuma lewat layar hape aja okey.... Cuslah... 🏃🏃🏃
Daddy El
Mommy Luna
Ayah Daniel
Bunda Dara
Taraaaaa si tukang rusuh juga ada donk
Kalo ini si kembar yang terlahir tampan
Next baby Calla