Perfect Husband (El & Luna Series #1)

Perfect Husband (El & Luna Series #1)
Kenan Abner



Saat ini El dan Daniel sedang dalam satu mobil menuju sebuah restoran untuk bertemu rekan kerja baru yang ingin mengikat kontrak dengan perusahaan El.


"Jadi ketempelan itu emang beneran ada?" Tanya Daniel saat El menceritakan pengalaman mistis yang dialami oleh mantan pacar Tamara.


"Iyalah, Gue aja awalnya gak percaya tapi pas denger cerita dari Tamy, Merinding gue." Sahut El yakin.


"Kalo bener ketempelan gimana ya? Secara dia kan orang Korea nanti gue bakal ngomong sarange-sarange mulu dong ya. Bisa cocok sama Dara beduaan dah tuh nonton drama.... Ya Tuhan, Merinding juga gue ampe bulu idung gue ikutan merinding." Sahut Daniel yang malah bercanda.


Kesal mendengar hal itu El langsung saja menjitak kepala Daniel membuat pria konyol itu mengaduh kesakitan.


"Lo apaan sih El sakit tau!" Bentak Daniel tidak terima dengan sikap El.


"Ya lo gila! Gue serius cerita lo malah becanda. Di datangin beneran baru tau rasa lo!"


"Gak-gak! Amit-amit jabang bayi jangan sampai." Kata Daniel buru-buru mengetok kepalanya berulang kali membuat Daniel heran melihatnya.


"Lo napa gitu? Kurang jitak kan dari gue? Mau nambah?" Tanya El kesal.


"Gak tau, Gue cuma ngikutin ART gue aja kalo dia bilang amit-amit jabang bayi dia selalu ketokin kepalanya sendiri kea gini."


"Gue heran kok bisa lo lolos dari seleksi alam." Sahut El merasa kesal sedangkan Daniel hanya tertawa puas membuat El kesal.


***


El dan Daniel berjalan memasuki sebuah restauran bintang lima yang terkenal. Keduanya terlihat santai memasuki restauran itu meski sadar semua mata wanita yang ada ditempat itu sedang memfollow mereka berdua.


Mereka pun langsung menuju ruangan VIP di restauran itu. El memang sudah memesan tempat itu secara khusus untuk makan siang dan membahas kontrak.


Tidak begitu lama mereka menunggu akhirnya investor itu datang bersama seorang wanita yang menjabat sebagai personal assistant.


"Maaf pak El dan pak Daniel sudah menunggu lama." Ucap pria itu, Mereka pun saling berjabat tangan dan El mempersilahkan pria itu untuk duduk.


"Tidak lama pak Ken, Kami juga baru saja datang." Sahut El tersenyum pada investor tersebut yang tidak lain adalah Kenan Abner mantan dari istri Daniel.


"Kenalkan ini Alesha asisten pribadi saya." Gadis cantik yang duduk didekat Ken itu tersenyum sambil mengulurkan tangan nya.


"Dan ini adalah Daniel, Dia manager bagian perencanaan sekaligus orang kepercayaan saya." Kini giliran Daniel yang memperkenalkan diri.


Setelah membahas masalah kontrak dan akhirnya perusahaan mereka menjalin kerjasama. Perusahaan Ken bergerak di bidang penjualan fashion, Sudah banyak mall-mall besar milik keluarga Ken bahkan sampai ke luar Negeri.


"Karena sekarang kita partner, Saya berniat mengundang pak El dan pak Daniel untuk hadir ke pesta yang akan saya adakan nanti malam. Hanya pesta kecil untuk merayakan kepulangan saya ke Indonesia." Ucap Ken mengundang El dan Daniel secara langsung untuk menghadiri pestanya.


"Oh tentu kami akan datang, Terimakasih untuk undangan nya." Sahut El sopan dan tersenyum.


"Baiklah, Nanti biar Alesha yang akan mengirim undangan resmi ke kantor pak El. Dan mohon maaf, Saya undur diri lebih dulu karena masih ada urusan." Kata Ken berpamitan, El dan Daniel pun ikut berdiri setelah berjabat tangan Ken dan Alesha pergi lebih dulu.


"Gila, Bapaknya baru meninggal seminggu yang lalu dan dia malah ngadain pesta." Ucap Daniel sambil menggelengkan kepalanya.


"Gue denger mereka punya hubungan yang kurang baik." Sahut El santai sambil memakan makanan yang ia pesan.


"Samaan kea lo dong." Jawab Daniel, Mendengar hal itu El lebih memilih diam dan tidak ingin menanggapinya.


***


"Ay cocok gak kalo pake yang ini?" Tanya Dara berputar-putar di depan cermin sambil menanyai Daniel yang sejak tadi sudah rapi dan siap dengan setelan jas hitamnya.


"Cocok beib, Kamu pake baju apa aja tetap cantik kok." Sahut Daniel, Sebenarnya ia sudah mulai bosan menunggu Dara yang sejak tadi sudah lima kali berganti gaun tapi belum juga menemukan baju yang cocok menurutnya.


"Kamu sih gitu jawabnya tiap ditanya, Bikin aku bingung mau pake yang mana." Sahut Dara kembali berdiri didepan lemari pakaian besar bahkan sangat besar dan isinya khusus baju-baju Dara.


"Kamu mau ganti baju lagi beib?" Tanya Daniel melihat Dara kembali sibuk mencari baju didalam lemarinya.


"Iya, Jelek pake ini keliatan gendut gitu." Sahut Dara membuat Daniel frustasi dan melonggarkan dasinya. Apalah daya Daniel hanya bisa diam karena jika ia protes maka akan terjadi perang dunia.


Karena Dara belum juga mendapatkan baju yang sesuai dengan keinginan nya akhirnya Daniel mengambil tindakan sebelum mereka berdua terlambat datang ke pesta.


Daniel berjalan menuju lemari besar milik Dara lalu mengambil satu dress milik Dara yang berwarna merah gelap.


"Kalo ini gimana? Warnanya bagus kalo di padukan sama warna jas aku, Dan kamu akan terlihat seksi dan mempesona." Ucap Daniel memberikan gaun itu pada Dara, Dara meraihnya lalu meneliti tiap inci gaun itu.


"Ga mau ah, Aku gak suka warna merah." Ucap Dara selesai meneliti gaun itu..


Daniel menghembuskan nafasnya pelan sambil tersenyum sabar menghadapi istrinya itu.


"Terus kenapa dibeli beib kalo emang gak suka warnanya?"


"Karena aku suka modelnya." Hanya Dara yang bisa membuat Daniel sefrustasi ini.


"Jadi kamu mau pake baju yang mana sayangku?" Tanya Daniel lagi dengan sangat lemah lembut. Dara diam berpikir sejenak sambil melihat-lihat kembali isi lemarinya.


"Aku ga tau, Aku gak punya baju." Ucap Dara merengek pada suaminya.


"Terus yang ada dilemari ini apa sayang? Kain lap?" Tanya Daniel lagi masih dengan tingkat kesabaran yang ekstra.


"Kok kamu nyamain baju-bajuku sama lap sih?" Protes Dara meninggikan nada suaranya.


"Ya gak gitu beiby....Baju kamu satu lemari full gini, Kamu bilang gak punya baju."


"Iya emang gak ada yang cocok gimana." Daniel hanya bisa menghela nafasnya, Ia melihat kearah jarum jam ditangan kirinya.


"Ya udah masih ada waktu setengah jam, Kamu putusin dulu baju mana yang pengen kamu pakai. Aku mau ke kamar anak-anak dulu sebentar ya." Daniel mengecup kening Dara lalu meninggalkan nya sendirian karena percuma jika ia duduk disana sebagai penilai toh Dara tidak akan mendengarkan saran nya padahal ia bertanya pada Daniel.


"Lucu banget sih anak-anak ayah.." Tambahnya lagi lalu mencium pipi tembem Davin dan Devan lalu ia pergi menunggu Dara di mobil.


Setelah lama menunggu akhirnya Dara datang menghampiri Daniel. Dara terlihat sangat cantik dengan riasan make-up tipis di wajahnya dan rambut yang ditata rapi membuat Daniel ternganga melihat kecantikan istrinya sendiri.


"Ayo kita berangkat." Ucap Dara pada Daniel yang masih betah menikmati kecantikannya Dara.


"Ay, Ayo entar kita terlambat." Kata Dara lagi membuat Daniel kaget.


"Eh, Inikan gaun yang aku pilihin tadi beib. Katanya kamu gak suka warnanya." Ujar Daniel menunjuk kearah gaun yang dipakai Dara.


"Kan tadi aku udah bilang, Aku suka modelnya. Ya udah kita berangkat sekarang yuk." Daniel dan Dara lalu pergi ketempat pesta.


Jika Daniel dan Dara masih dalam perjalanan, El dan Luna sudah tiba sekitar 15 menit yang lalu dipesta itu. Mereka asik berbincang dengan para tamu undangan yang lain.


"Selamat malam pak El, Terimakasih sudah bersedia hadir. Apakah wanita cantik yang ada disebelah anda itu adalah istri anda?" Tanya Ken melihat kearah Luna, El tersenyum dan mengiyakan pertanyaan Ken.


"Kenalkan istri saya namanya Luna. Dan Luna ini pak Kenan investor baru diperusahaan." Luna tersenyum dan meraih jabat tangan dari Ken. Perasaan mereka saat ini sama, Sama-sama merasa pernah bertemu tapi dimana dan kapan mereka lupa.


"Oh iya apa pak Daniel tidak datang?" Tanya Kenan yang sejak tadi tidak melihat wajah Daniel.


"Ia sedang dalam perjalanan, Sebentar lagi sampai."


"Oh baiklah kalau begitu, Silahkan menikmati pesta nya. Saya permisi dulu." El tersenyum dan mengangguk lalu Kenan pergi dari sana untuk menyapa tamu lain yang hadir.


"Sayang, Kamu kenapa?" Tanya El yang melihat Luna sedang memperhatikan Kenan.


"Aku kek nya pernah deh liat dia, Tapi dimana ya?" El mengerutkan dahinya tidak yakin jika yang dilihat Luna itu adalah Kenan.


"Kamu salah liat kali sayang, Dia baru aja datang ke Indonesia."


"Iya mungkin. Abang gak boleh kemana-mana ya, Jangan kek dulu aku ditinggal sendirian." Ucap Luna mengingatkan El pada kejadian waktu itu, Saat pesta perayaan ulang tahun perusahaan nya Luna dibawa kabur oleh Andra..


"Iya sayang, Gak akan. Ngomong-ngomong apa kabarnya cowok itu?" Tanya El penasaran.


"Gak tau, Semenjak aku ikut program kuliah online aku gak pernah lagi ketemu sama dia. Denger kabar terakhir dia kembali ke Amerika untuk lanjutin kuliah disana." El mengangguk mendengar kabar tentang Andra, Pria yang nyaris menjadi saingan nya untuk mendapatkan Luna. Untungnya El lebih dulu menyatakan perasaan nya pada Luna dan syukurnya Luna membalas perasaan El.


Tidak lama Daniel dan Dara tiba, Mereka berdua langsung bergabung di meja El dan Luna.


"Kok baru dateng? Si kembar rewel?" Tanya Luna pada Dara.


"Biasalah, Ritualnya panjang." Sahut Dara sambil tersenyum dan Luna pun ikut tersenyum mengerti maksud Dara.


Sedang asik mengobrol Kenan kembali datang ke meja itu untuk menyapa Daniel.


"Selamat datang pak Daniel, Saya kira bapak gak mau datang ke pesta saya." Kata Kenan bercanda.


"Ya gak mungkin lah saya gak datang karena pak Ken sendiri yang mengundang secara langsung." Sahut Daniel tertawa renyah


"Sayang kenalin ini pak Ken dan pak Ken ini Dara istri saya." Sambung Daniel memperkenalkan Dara pada Ken. Kedua manusia itupun langsung diam tanpa suara hanya saling menatap satu sama lain. Mungkin karena sama-sama tidak menyangka akan pertemuan kali ini.


"Kenan Abner." Ucap Ken pelan sambil mengulurkan tangannya.


"Dara." Sahut Dara tersenyum kaku dan mau tidak mau menyambut jabat tangan dari Kenan. Cukup lama Kenan dan Dara bersalaman hingga Daniel berdeham dan keduanya pun langsung tersadar.


"Ah.....Ma...Maaf saya jadi melamun gini, Istri pak Daniel sangat mirip sama seseorang yang saya kenal." Ucap Ken sambil tersenyum dan senyuman nya itu mendadak kaku tidak seperti tadi.


"Wah, Pasti orang yang spesial ya." Ucap Daniel bercanda.


"Sangat spesial." Sahut Ken tersenyum pada Daniel tapi fokusnya mengarah pada Dara membuat Dara merasa risih.


"Ay aku ke toilet bentar ya." Kata Dara ingin menghindari Ken karena tidak mungkin jika Dara secara terang-terangan menyuruh Ken pergi ditambah Ken adalah investor di perusahaan tempat suaminya bekerja.


"Mau aku temenin?" Tanya Luna


"Gak usah aku sebentar aja kok." Dara lalu segera pergi ke toilet.


"Kalau begitu silahkan dinikmati pestanya, Saya ingin menyapa beberapa tamu." Daniel, El dan Luna mengangguk sambil tersenyum.


Ditoilet Dara berdiri didepan kaca melihat pantulan dirinya dicermin besar itu dan kebetulan hanya ia yang berada didalam sana.


"Dunia emang betul-betul sempit. Dari sekian banyak orang kenapa harus dia sih? Bukan karena masih ada rasa, Tapi ngerasa kurang nyaman aja gitu nah." Kata Dara bicara pada bayangan nya di cermin.


"Ternyata kamu udah menikah." Ucap seseorang yang masuk kedalam toilet khusus untuk wanita dan Dara tau siapa si pemilik suara itu.


"Kam....Ah maksud saya kenapa anda bisa disini? Ini toilet perempuan." Ucap Dara saat Ken berjalan kearahnya.


"Gak perlu bicara formal gitu, Kita kan teman lama jadi santai aja. Karena gedung ini milik alm. Papaku, Aku bebas dong masuk kemanapun." Sahut Ken sambil tersenyum pada Dara.


"Maaf tapi rasanya kurang sopan anda masuk ketempat ini walau gedung ini milik anda." Sahut Dara tidak suka.


"Selamat atas pernikahan kamu dan Daniel. Aku bener-bener kaget saat tau kalo kamu itu adalah istri Daniel. Saat di bandara waktu itu aku pikir kamu belum menikah karena kamu gak berubah sama sekali masih sama kek dulu." Ucap Ken tersenyum melihat wajah cantik Dara membuat Dara membuang wajah karena hanya suaminya lah yang berhak menikmati kecantikan wajahnya.


"Maaf, Saya permisi." Ucap Dara mengambil tas pesta yang ia letak kan disamping wastafel lalu segera pergi dari sana sedangkan Daniel hanya bisa menatapnya.


Sedikit kisah tentang Daniel dan Dara saat mereka masih SMA. Mereka adalah pasangan yang sangat serasi waktu Dara sangat mencintai Ken dan begitu pula Ken. Namun karena terhalang restu orang tua Ken akhirnya mereka putus dan Ken langsung pergi ke luar Negeri meninggalkan Dara yang masih sangat mencintai dan mengharapkan nya. Semenjak hari itu mereka tidak pernah lagi bertemu atau tau kabar masing-masing hingga saat mereka kembali bertemu di bandara tempo hari dan malam ini yang kedua kalinya mereka bertemu.


"Setidaknya kamu harus bertanya tentang apa yang aku lewati selama ini untuk bisa melupakan kamu." Ucap Ken melihat punggung Dara yang jauh meninggalkan nya.


Bersambung