Perfect Husband (El & Luna Series #1)

Perfect Husband (El & Luna Series #1)
S2- New



"Zea, bangun sayang. Udah siang, kamu gak kuliah?" Ucap Luna mengetuk pintu kamar anak sulungnya yang kini sudah berumur 19 tahun.


"Kakak belom bangun juga mom? Sini biar Calla yang bangunin, mommy sarapan aja sama daddy." Sahut Calla yang sudah siap dengan seragam SMP nya itu.


Luna tersenyum kearah anak laki-laki berwajah manis tersebut, lalu pergi menyusul El yang sedang menunggunya dimeja makan untuk sarapan.


Seketika senyum manis Calla berubah menjadi senyum licik dan curang. Ia kembali kekamarnya untuk mengambil sesuatu.


Bocah itu mengeluarkan sebuah petasan kecil dan langsung menyalakan nya lalu memasukan petasan itu dari bawah pintu kamar Zea hingga petasan itu berhasil masuk kedalam kamar kakaknya.


Calla langsung berlari kesudut ruangan sambil menutup kedua telinganya dengan senyum mengembang diwajah tampannya. Tidak lama suara ledakan terdengar nyaring bahkan sampai ke dapur membuat Luna juga El kaget dan langsung berlari keasal suara.


"CALLLLLLLLLLLAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Teriak Zea sambil membuka pintu kamarnya, Asap tebal pun ikut keluar dari dalam kamar Zea.


Mendengar teriakan Zea, Kedua orangtuanya tau jika suara ledakkan tadi ulah si anak bungsu yang memang terkenal sangat jahil apalagi dengan kakaknya.


Calla buru-buru pergi menuruni anak tangga namun langkahnya terhenti saat kedua orangtuanya sudah berdiri disana.


"Balik keatas, Jelasin sama daddy dan mommy kamu apaain kakak kamu?" Ucap El memasang wajah serius membuat Calla diam tidak jadi lari dari kejaran Zea.


"Daddy, mommy. Calla lempar petasan ke kamar Zea." Ucap Zea mengadu pada kedua orangtuanya.


"Habisnya kakak gak bangun-bangun daritadi mommy bangunin juga." Bela Calla agar tidak kena marah. Luna hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah kedua anaknya.


"Calla, kamu gak boleh begitu. Itu berbahaya bukan cuma untuk orang lain, tapi untuk kamu juga." Kata El menegur anak laki-lakinya itu.


"Nih bocah emang kelewat song....."


"Mommy........Kak Zea mau ngomong


jelek." Teriak Calla lebih dulu sebelum ucapan kakaknya selesai.


"Zea, Gak boleh ngomong gitu sama adenya. Sekarang gak ada lagi yang berantem. Calla minta maaf sama kakak kamu, zea buruan mandi siap-siap kekampus." Ucap Luna mengakhiri keributan dipagi hari.


"Iya mommy. Maaf lek." Kata Calla yang enggan melihat kearah Zea, membuat Zea serasa ingin menelan mentah-mentah adiknya itu.


"Bocoh songong." Ucap Zea sambil menjitak kepala Calla lalu berlari cepat kekamarnya sebelum dimarahi Luna juga El.


"Mommy.....Kak Zea, dasar JELEK." Balas Calla membuat kedua orangtua nya hanya bisa menggelengkan kepala.


"Udah, Ayo turun sarapan. Kamu jahil banget sih sama kakak kamu." Kata El sambil mengacak-acak rambut anaknya.


"Habisnya kak Zea galak, Makin seru ngusilin dia." Sahut Calla santai tanpa ada rasa bersalah karena sudah melempar petasan kedalam kamar kakaknya.


"Anak siapa ini? Prasaan daddy gak gini."


"Anak mommy lah." Sahut Calla bangga membuat kedua orangtuanya tertawa.


Sementara itu Zea terus mengomel didalam kamarnya, kesal dengan ulah adiknya.


"Punya ade satu-satunya tapi kelewat songong. Heran gue, tuh bocah kok makin jadi usilnya." Celetuk Zea kesal sambil masuk kekamar mandi.


***


"Dad, Hari ini jangan sampai lupa nonton bang Devan." Ucap Calla sambil sarapan.


"Oh iya, Hari ini Devan main di jepang ya. Wah mesti kosongin 1 jam khusus nih buat nonton Devan." Sahut El tersenyum bangga menyebut nama Devan.


Devandra Gibran Dwika yang kini dikenal sebagai Dave, anak laki-laki itu tumbuh menjadi sosok pria tampan dan diidolai banyak orang apalagi kaum hawa. Ditambah dengan prestasi yang ia miliki saat ini sebagai seorang racer terkenal. Namun hal itu juga yang membawanya jauh dari keluarga. Sejak lulus SMA, Devan pindah ke luar negeri karena mengikuti berbagai macam kelas balap diluar negeri.


Sedang asik mengobrol tentang Devan tidak lama Zea datang, gadis manis itu sudah siap pergi kekampus.


"Kamu berangkat sama daddy atau sama bang Davin?" Tanya El.


"Sama bang Davin dad, kita mau keperpustakaan dulu sebelum kekampus." Jawab Zea sambil memakan sarapannya.


"Syukur deh, gak ngerepotin." Celetuk Calla mulai berulah lagi, dan langsung mendapat tatapan tajam dari sang kakak.


"Calla." Tegur Luna sambil menggelengkan kepalnya, bocah kecil itu hanya tersenyum jahil membuat Zea serasa ingin kembali menjitak kepala adiknnya itu.


"Pagi mom, pagi dad, pagi Zea dan Calla." Sapa Davin yang baru saja datang untuk menjemput Zea.


"Pagi Vin. Ayo sarapan dulu." Jawab Luna saat anak angkatnya itu mencium pipi Luna.


"Pagi Vin." Balas El tersenyum.


"Pagi bang." Sahut Zea dan Calla bersamaan lalu saling melempar tatapan sinis.


"Ayo berangkat." Ajak Zea yang sudah selesai dengan sarapannya.


"Dih, baru juga bang Davin duduk." Celetuk Calla yang selalu mencari masalah dengan kakaknya.


"Bodo amat." Sahut Zea menarik Davin yang tertawa melihat kelakuan keduanya.


"Mom, dad kita berangkat dulu ya." Pamit Zea dan Davin, lalu mereka berdua segera pergi.


***


"Devan ada ngomong sama kamu kalo ini balapan terakhir dia?" Tanya Davin saat mereka didalam mobil menuju perpustakaan.


"Gak ada, emang kenapa kok bisa jadi yang terakhir?" Tanya Zea penasaran. Selama di luar negeri Devan memang sangat jarang menghubungi Zea, begitu juga sebaliknya.


"Udah selesai main-mainnya. Ayah sama bunda gak ngelarang dia sih, tapi kuliahnya terbengkalai karena balapan. Itu juga maunya Devan sendiri kok, jadi hari ini bakal jadi balapan terakhir dia." Jelas Davin, Zea mengangguk pelan. Sebenarnya ia merindukan sosok Devan yang selalu menjadi musuhnya saat kecil, namun karena sikap Devan terlalu cuek dan dingin maka Zea juga bersikap sama seperti Devan.


"Oh gitu, terus dia lanjutin kuliahnya dimana?" Tanya Zea penasaran.


"Ya disinilah." Jawab Davin singkat membuat Zea kaget.


"Disini?" Tanya Zea sekali lagi memastikan jika ia tidak salah dengar.


"Iya, disini. Dikampus kita, ayah udah urus semua file kepindahan Devan. Tinggal tunggu Devan pulang doang." Zea terdiam, ada rasa senang karena akan bertemu Devan setelah dua tahun tidak bertemu, namun ada rasa juga rasa kesal karena pasti pria itu akan sangat menyebalkan.


"Kenapa?" Tanya Davin melihat Zea diam.


"Gak apa-apa." Sahut Zea tersenyum kearah Davin.


***


"Jadi ini bakalan balapan terakhir Devan? Sayang banget sih sebenernya." Ucap El saat Daniel memberitahu tentang anaknya.


"Iya, dia sendiri yang mau resign dari dunia balap dan fokusin kuliahnya. Gue sama Dara gak pernah nuntut dia harus begini atau begitu." Jawab Daniel yang kini menjabat sebagai Direktur perencanaan di kantor milik El.


"Ya udah kalo emang itu pilihan dia sendiri. Si Zea juga keknya tertarik sama dunia photography dan modeling. Mommy nya rada gak setuju sih, tapi gue bilang selama dia gak lepas kontrol gak masalah." Sahut El santai tidak mau ambil pusing tentang pilihan anaknya.


"Oh iya, si bangke ngomong gak sama lo kalo dia juga bakal balik ke Indonesia." Ucap Daniel membicarakan Kenan.


"Iya, tapi gak ngomong tepatnya kapan bangke emang. Gak pulang selama berpuluh tahun, sekali mau pulang gak ngomong kapan waktunya."


"Terus aja sumpahin gue! BANGKE lo pada!" El dan Daniel langsung melihat kearah pintu, disana ada sosok Ken berdiri sambil melepat kedua tangannya di depan dada.


"****! Lo sia*an, kapan balik? kenapa gak ngabarin kita?" Kedua pria itu langsung memeluk Ken, melepas rindu setelah tidak bertemu belasan tahun lamanya.


"Gue udah tiga hari di Indonesia. Sengaja gak ngabarin, pengen tau kalian inget gue apa gak." Sahut Ken tanpa dosa, seketika tinjuan kecil melayang kearah perut Ken. Hadiah kecil dari El atas kepulangannya.


"Bang.....ke lo gak ilang-ilang sumpah!" Umpat Ken memegangi perutnya.


"Bangke mana lu sama gue? Udah di sini gak ngabarin! Gue bangke lo gak ada akhlak!" Sahut El santai sambil berjalan kearah sofa.


"Lo sendirian?" Tanya Daniel sambil mengambil minuman soda didalam kulkas.


"Gak lah, anak istri gue dirumah. Niatnya entar malam mau ngajak kalian ngumpul bisa gak?" Tanya Ken sambil membuka sekaleng minuman dingin.


"Malam lusa aja gimana? Anak gue balik dari jepang besok siang."


"Dave? Woh idola anak gue tuh. Beneran dia bakalan balik? Oke setuju, anak gue pasti seneng banget bisa ketemu langsung sama idolanya. Gak tau aja kalo idolanya haters bapaknya." Ucap Ken tertawa, El dan Daniel pun ikut tertawa mendengar hal itu.


"Iya, dia balik dan bakalan tinggal disini lanjutin kuliahnya."


"Fix, kita ngumpul pas Devan balik." Sahut Ken setuju.


**Bersambung.......


Maaf baru up 🙏


terus ini udah masuk season 2 ya 😊


maaf lahir batin dari author 🙏


jangan lupa like, komen n ratenya ya kesayanganku â¤ī¸â¤ī¸â¤ī¸ rate PH turun banget â˜šī¸ mohon dukungannya untuk ksh full star di PH.


Next visual menyusul untuk Zea, Devan, Davin, Calla.


mkasih semuaaaa**