
"Hey my little sweetheart, did you still remember your future boyfriend?" Ucap Ken dari arah belakang menyapa Zea yang sedang asik bercanda dengan Ghea. Mendengar suara Ken mata Zea membulat, ia memang tidak tau jika Ken sudah kembali ke Indonesia. Zea memutar tubuhnya menengok kearah Ken yang berdiri tepat dibelakangnya.
"Hai pacar kecilku." Sapa Ken tersenyum manis seperti biasanya.
"Om Ken." Ucap Zea berdiri dari tempat duduknya. Ken membuka kedua tangannya menunggu pelukan dari Zea, Zea tersenyum lalu memeluk pria yang selalu ia puja saat ia masih kecil.
"Om kapan datang? Kok gak ngabarin?" Tanya Zea tersenyum senang namun dari jauh ada sepasang mata yang menatap kesal kearah Zea dan Ken.
"Ummmm.....4 hari yang lalu. Kamu cantik banget sih, pasti udah gak mau lagi sama om." Mendengar hal itu Zea tertawa lucu saat mengingat kelakuannya saat masih kecil yang selalu menempel pada Ken.
"Udah ah, jangan diingetin mulu. Malu-maluin juga bahas itu." Kata Zea mengelak menyembunyikan wajahnya.
"Tuh kan udah gak suka lagi sama om. Haduh, patah hati deh kalo gitu." Sahut Ken tertawa renyah.
"Lo dipanggil mommy tuh." Kata Dave yang tiba-tiba datang membuat Zea dan Ken kaget. Zea merengut melihat kearah Dave yang sama-sama memasang wajah masam.
"Ya udah om, Zea datangin mommy dulu ya." Pamit Zea pada Ken lalu ia pergi meninggalkan Ken bersama Dave.
"Dave, masih jalan ditempat?" Tegur Ken tersenyum, Dave mengerucutkan alisnya belum mengerti apa yang dimaksud oleh Ken.
"Start sekarang atau kamu bakal terlambat." Ucap Ken kembali sambil menepuk pundak Dave lalu meninggalkan Dave yang sejak tadi hanya diam.
Sedangkan Zea langsung menghampiri Luna karena pesan yang disampaikan oleh Dave.
"Kenapa mom?" Tanya Zea penasaran.
"Kenapa apanya?" Sahut Luna yang malah bingung.
"Loh, mommy gak nyari Zea? Tadi....."
"Mommy gak nyari kamu kok." Jawab Luna mengangkat kedua alisnya.
"Sia*an si Dave." Umpat Zea pelan karena bila nyaring dan terdengar oleh Luna maka ia harus siap menerima beberapa ayat cinta yang dilantunkan lembut oleh ibunya.
"Ya udah kalo gitu, tolong panggil semua orang untuk makan malam." Ucap Dara menyuruh anak angkatnya. Zea mengangguk dan langsung memanggil semua orang untuk berkumpul.
Dan akhirnya pesta berkumpulnya Handsome Squad dimulai dengan makan malam bersama. Suasana dekat dan hangat sangat terasa setelah belasan tahun tidak bertemu.
"Kakak suka seafood? Itu kerang ya?" Tanya Cinta saat melihat Devan memilih menu seafood dan sangat kebetulan tempat duduk mereka bersebelahan karena Cinta merengek memaksa bertukar kursi dengan Davin agar bisa duduk disebelah Dave.
"Dari kecil Davan suka banget yang namanya seafood. Beda sama abangnya yang malah alergi makan seafood." Sahut Dara tersenyum menjelaskan pada Cinta.
"Oh gitu, Kak Dave itu dalemnya ada pasirnya gak? Kan tinggalnya didasar laut." Tanya gadis ABG itu lagi membuat Zea memutar kedua bola matanya dan mulai merasa jengah.
"Kalo beruntung gak cuma dapat pasir, tapi bisa dapat mutiara plus jinny oh jinny." Sahut Zea cuek dan mulai kesal membuat semua orang melihat kearahnya termasuk Dave.
"Ke.....kanapa? A....aku cuma becanda doang barusan. Si Cinta lucu soalnya, bikin gemes." Ucap Zea sambil tersenyum gugup.
"Kak Zea baru sadar kalo aku ini ngegemesin?" Tanya Cinta dan sontak membuat Zea tersedak makanan nya. Dave yang melihat langsung meraih gelas ingin memberikannya pada Zea namun Zea lebih dulu minum air pemberian Tian dan hal itu membuat Dave mengurungkan niatnya dan pura-pura meminum, minumannya sendiri.
"Zea, hati-hati sayang." Tegur Dara mengusap pundak Zea.
"Iya bun, saus pastanya pedes soalnya." Sahut Zea beralasan.
"Pedes? Gak mommy pedesin kok sausnya. Lagian kamu kan pecinta makanan pedes, aneh deh." Kata Luna melihat heran kearah Zea.
"Halah, alasan doang itu mom. Kak Zea itu gak kepedesan tap....." Belum selesai adiknya bicara Zea langsung menyumpal mulut Cala dengan sepotong kue hingga mulut Calla penuh.
"Anggap ini iklan, mari silahkan makan malamnya." Kata Zea tersenyum kikuk membuat semua orang tersenyum.
"Gadis konyol." Celetuk Dave tersenyum tipis.
***
Setelah makan malam selesai semua orang berkumpul dengan kelompoknya masing-masing. El, Daniel, Ken dan Rendy. Sedangkan Luna, Dara, Vanny dan Nayla. Begitu juga dengan anak-anak mereka yang membentuk kelompok sendiri yaitu Davin, Devan, Tian, Zea, Calla dan Cinta.
"Gimana kalo kita main game?" Ucap Davin bersemangat.
"Game apa?" Sahut Tian yang juga ikut dalam kelompok itu.
"Tod."
"NO!" Sahut Dave dan Zea secara bersamaan membuat yang lain ikut melihat kearah mereka berdua dan mereka berdua malah saling melempar tatapan sinis satu sama lain.
"No berarti Yes, oke kita mulai." Kata Davin tidak perduli dam tetap memsinkan permainan menjebak itu.
"HEI.....Abang kok mutusin sendiri? Gak adil." Protes Zea menunjuk Davin.
"Karena abang jomblo makanya abang mutusin sendiri. Kalo abang punya pacar pasti abang mutusinnya berdua. Kalo tetap protes dapat giliran pertama deal?" Sahut Davin yang langsung membungkam Zea dan Dave.
"Dih, jomblo diumbar malu-maluin." Kata Zea yang akhirnya mau tidak mau mengikuti permainan yang dibuat oleh Davin.
"Yang malu-maluin itu kakak, dah tau jomblo masih aja ngebucin. Ngebucinin siapa coba?" Sambar Calla kembali membuat emosinya Zea meluap.
"Bucin oppa, dasar bocah rese! Ade gak punya akhlak! Ade pungut! Ade tiri!" Sahut Zea terlanjur kesal.
"Udah geludnya? Kalo udah bisa kita mulai sekarang?" Kata Davin menyudahi pertengkaran antara kakak beradik tersebut.
"Ayo kak Vin, buruan dimulai." Ucap Cinta bersemangat.
"Aku punya 7 lembar kartu dari angka 1-7. Entar kita ambil satu-satu, siapa yang dapat angka paling kecil dia yang kena dan wajib milih T or D dan yang dapat angka terbesar berhak kasih pilihan ke orang yang dapat angka paling kecil. Terus kalo nolak dendanya....." Davin mengeluarkan sebuah kotak dari dalam sakunya dan memperlihatkan kesemua orang yang ada disana.
"****!" Umpat Devan saat melihat benda itu sedangkan Zea dan langsung berpaling seperti ingin muntah.
"Itu apa bang?" Tanya Calla yang baru pertama kali melihat benda tersebut.
"I......itu permen, jangan bilang itu permen rasa wasabi." Tebak Tian sedikit ragu. Davin tersenyum licik dan benar saja tebakan Tian jika benda yang sedang dipegang oleh Davin adalah permen rasa wasabi yang rasanya terkenal paling nyeleneh bisa menimbulkan rasa kesemutan, pahit sekaligus pedas dilidah hingga ketenggorokan dan hidung.
"Yes." Sahut Davin tersenyum lebar.
"Permen? Cinta suka permen apalagi lolipop." Sambung Cinta bicara dengan nada manja membuat Zea bertambah mual.
"Kalo gitu lo habisin aja tuh permen." Sahut Zea cuek tidak tau menahu.
"Ish kak Zea kenapa sih jutek banget jadi cewek? pantes aja jomblo." Sahut Cinta membuat mata Zea melotot kaget dan tentu ucapan Cinta mengundang gelak tawa dari yang lain.
"Sial*n nih bocah, mulutnya 11-12 sama ade gue." Umpat Zea pelan agar tidak terdengar orang lain, namun ia salah perhitungan nyatanya Dave masih mendengar suaranya padahal ia bicara sangat pelan dan hal itu membuat dave tersenyum lucu.
"Ya udah kelamaan buang buang. Kita mulai sekarang ya." Permainan pun dimulai semua kartu disusun diatas meja lalu mereka secara bersamaan mengambil satu persatu kartu tersebut.
"dalam hitungan ketiga kita taro kartunya barengan keatas meja, oke." Kata Davin memberi petunjuk dan semua mengangguk mengerti.
"1 2 3." Kartu yang ada ditanganpun langsung diletakan secara bersamaan diatas meja.
"Aku pamit ketoilet, kebelet." Ucap Zea berdiri namun usahanya untuk kabur digagalkan oleh Davin yang langsung menarik tangannya.
"Zea duduk de, kita ngobrol dulu." Ucap Davin tersenyum licik dan puas karena ia yang mendapat angkat tertinggi sedangkan Zea mendapat angka paling rendah.
"Ta....tapi bang, aku dipanggil mommy." Kata Zea mulai beralasan.
"No, sitdown please." Jawab Davin tersenyum. Mau tidak mau Zea duduk dengan wajah masam bercampur kesal sekaligus sedih.
"T or D?" Tanya Davin tidak membuang waktu.
"Bentar mikir dulu." Sahut Zea memikirkan benar-benar agar tidak salah pilih.
"Halah lama, gitu doang mikir dasar cewek." Celetuk Calla semaunya.
"Bocah lu bisa diem gak?" Sahut Zea kesal.
"D." Jawab Zea yakin, daripada ia harus berkata jujur saat diberikan pertanyaan lebih baik ia menerima tantangan yang diberikan oleh Davin. Lagipula tidak mungkin jika Davin bisa atau tega memberikan tantangan gila untuknya.
Davin meraih gitar yang ada disampingnya lalu memberikannya pada Zea membuat Zea bingung.
"Ngamen didepan dan hasilkan 500 ribu uang." Sahut Davin tersenyum.
"Bang! Mas...."
"Mau denda? Makan 3 permen sekaligus." Sahut Davin memutus ucapan Zea membuat Zea terdiam pasrah. Zea menarik nafas panjang lalu maraih gitar tersebut dengan raut wajah tidak beraturan entah rasa apa yang ia rasakan saat ini.
"Good girl." Ucap Davin tersenyum puas. Zea membawa gitar tersebut keatas panggung mini dan mengumpulkan semua orang yang hadir disana.
"Malam semua, maaf ganggu. Zea lagi main game sama orang-orang yang ada dipojok sana itu dan Zea kalah jadi harus nerima tantangan yang dikasih sama pemenang yaitu bang Davin. Zea disuruh ngamen dan ngumpulin uang sebanyak 500 ribu, tolong kerja samanya ya daddy, mommy, ayah, bunda om-om dan tante-tante." Ucap Zea diatas panggung membuat para orangtua tertawa lucu.
"Lama amat astaga, dia mau nyanyi apa pidato?" Komentar Calla tidak sabaran membuat orang disekitarnya tertawa.
Zea mulai memetik senar gitar, memainkan nada indah sebuah lagu.
🎶I like your eyes, you look away when you pretend not to care.
-Aku suka matamu, kau berpaling ketika kau pura-pura tidak peduli.
🎶I like the dimples on the corners of the smile that you wear.
-Aku suka lesung pipi diujung senyum yang kau gunakan.
🎶I like you more, the world may know but don't be scared
-Aku semakin menyukaimu, dunia mungkin tau tapi jangan takut.
🎶Coz I'm falling deeper, baby be prepare
-Karena aku jatuh cinta lebih dalam, saang bersiaplah.
🎶I like your shirt, I like your fingers, love the way that you smell
-Aku suka bajumu, aku suka jari-jarimu, aku suka aroma tubuhmu
🎶to be your favorite jacket, just so I could always be near
-Menjadi jaket favoritmu, supaya aku bisa selalu dekat.
🎶I loved you for so long, sometimes it's hard to bear
-Aku sangat mencintaimu, terkadang sulit untuk dipikul.
🎶But after all this time, I hope you wait and see
-Tetapi setelah sekian lama, kuharap kau menunggu dan melihat.
🎶Love you every minute, every second
-Mencintaimu setiap menit, setiap detik
🎶Love you everywhere and any moment
-Mencintaimu dimana saja dan kapan saja
🎶Always and forever I know I can't quit you
-Selalu dan selamanya, kutahu ku tak bisa meninggalkanmu.
🎶Cause baby you're the one, I don't know how
-Karena kaulah orangnya sayang, aku tidak tau caranya
🎶Love you til the last of snow disappears
-Mencintaimu sampai salju yang terakhir menghilang
🎶Love you til a rainy day becomes clear
-Mencintaimu sampai hari hujan menjadi cerah
🎶Never knew a love like this, now I can't let go
-Tidak pernah tau cinta seperti ini, sekarang aku tidak bisa melepaskannya
🎶I'm in love with you, and now you know
-Aku jatuh cinta padamu dan sekarang kamu tau
🎶I like the way you try so hard when you play ball with your friends,
-Aku suka caramu berusaha begitu keras ketika kau bermain bola dengan temanmu
🎶I like the way you hit the notes, in every song you're shining
-Aku suka caramu memainkan nada diaetiap lagu kau bersinar
🎶I love the little things, like when you're unaware
-Aku suka hal-hal kecil seperti ketika kau tidak sadar
🎶I catch you steal a glance and smile so perfectly
-aku menangkapmu mencuri pandang dan tersenyum begitu sempurna
🎶Though sometimes when life brings me down
You're the cure my love
-Meskipun kadang ketika hidup membuatku sedih, kau adalah obatnya cintaku.
🎶In a bad rainy day you take all the worries away
-Dihari hujan yang buruk kau hilangkan semua kekhawatiran
🎶Love you every minute, every second
Love you everywhere and any moment
Always and forever I know I can't quit you cause baby you're the one, I don't know how
🎶In a world devoid of life, you bring color
-Di dunia tanpa kehidupan kau membawa warna
🎶In your eyes I see the light, my future
-Dimatamu aku melihat cahaya masa depanku
🎶Always and forever I know, I can't let you go
-Selalu dan selamanya, kuatau aku tak bisa melepaskanmu
🎶I'm in love with you, and now you know
-aku jatuh cinta padamu dan sekarang kamu tau
🎶I'm in love with you, and now you know
-Aku jatuh cinta padamu, dan sekarang kamu tau.
Bersambung.....